Mendokumentasikan Proses Kehidupan

Setiap manusia pasti akan mati. Jadi ketika masih diberikan masa hidup, harus banyak-banyak memberi arti.

Mungkin terdengar klise, namun itulah yang terjadi ketika saya memutuskan membuat blog ini di tahun 2009. Saat itu saya hanya anak bau kencur dari Bogor yang berkuliah di Makassar. Cerita di blog hanya berkutat tentang cinta. Saat itu saya sedang jatuh cinta. Lihat saya postingan kedua di dalam blog saya : guw makin kagum ama dia. What the? Hahah. Tulisan alay dan sangat tidak tertata. Tapi saya tahu persis siapa orang yang saya kagumi saat itu. hahah.

Tapi hal ini meyakinkan bagi sebagian orang bahwa saya pun berproses. Tulisan yang muncul di blog saat ini tidak serta-merta muncul karena saya bisa menulis. Mulai dari hal-hal kecil yang saya tuliskan, hingga beberapa opini yang butuh bacaan mendalam. Jika ditilik lagi dari beberapa tulisan, saya senang mendokumentasikan banyak hal. Mulai dari saya jatuh cinta, mengambil keanggotaan selam di klub selam, ketika saya memiliki hadiah sepeda dari sahabat Bunda, atau ketika saya berulang tahun. Semuanya masuk ke dalam blog ini.

Dari ratusan tulisan yang masuk dalam arsip blog ini banyak yang saya tulis dari hati. Kenangan di dalam tulisan tersebut membuat saya tertawa lagi ketika membacanya. Saya baru sadar bahwa saya pernah sangat alay dalam menulis. Selain tulisan pertama itu, ada beberapa tulisan yang masih menggunakan kata-kata tak sesuai dengan kaedah Ejaan Yang Disempurnakan. Misalnya saja http://adlienerz.com/takabonerate-expeditionz-2009/ , atau http://adlienerz.com/naik-sepeda-pagi/ atau http://adlienerz.com/terjebak-di-lantai-16/ terlalu banyak jika harus dilink satu-satu ke dalam blogpost ini. Kalau mau membedah tulisan seorang Adlien, bisa buka arsip blog www.adlienerz.com di tahun 2009 hingga 2010. Tapi pasti akan menyesal lihat tulisan saya di zaman itu. Banyak orang yang membuat akses terbatas ke masa lalunya, kalau saya memilih untuk menyebarluaskannya. Karena hidup itu memang berproses, sama seperti menulis.

Saat itu belum banyak orang yang menulis di dalam blog. Hanya beberapa orang yang saya temui memiliki blog aktif. Karena sepertinya teknologi belum terlalu masuk ke dalam sendi-sendiri kehidupan seperti saat ini. Saya membangun blog ini hanya diawali dengan keinginan untuk mendokumentasikan. Tapi tak disangka, blog ini pun bergerak dengan sangat cepat.

Hingga di medio Juli 2010, saya mulai memperbaiki tulisan saya. walaupun hingga saat ini saya masih tetap menuliskan kata ‘hahah’ di dalam tulisan saya, tapi bentuk tulisan saya mengalami kemajuan. Saya sudah mulai konsisten menggunakan kata saya dalam penyebutan diri sendiri. Tak hanya itu, saya mulai memerhatikan tulisan saya agar tidak terlalu alay. Tapi terkadang saya masih sangat suka membuat tulisan yang tak jelas juntrungannya bahkan tidak berfaedah untuk dibaca. Hahah.

Tapi satu yang saya tahu, di tahun 2014 saya mulai mengkategorikan diri saya sebagai Travel Blogger. Kemudian saya mulai mengganti nama blog dari www.adliencoolz.blogspot.com menjadi www.adlienerz.com di tahun 2014. Sudah berkali-kali tampilan blog saya berganti rupa. Mulai dari yang berwarna-warna, hingga putih polos seperti yang bisa kita lihat saat ini.

Saya melihat blog ini bukan hanya sekedar blog biasa, tapi tempat dimana saya bertumbu dan memberikan arti bagi setiap orang yang membaca. Semoga kamu termasuk di dalam kategori orang yang senang dengan kehadiran www.adlienerz.com .

#15harimenulis : Kenapa Saya (tidak) Ngeblog

1. https://sajakantigalau.wordpress.com/2017/06/17/apologi-hari-ketujuh/
2. http://www.acitrapratiwi.com/2017/06/tantangan-keabadian.html?m=1
3. http://www.andiarifayani.com/mengapa-tidak-ngeblog/
4. http://adlienerz.com/mendokumentasikan-proses-kehidupan/

Ditulis di kamar kost tercinta

11:21 WIB Sabtu, 17 Juni 2017

23 Ramadhan 1438 H

Sambil dengar muratal Quran di 10 hari terakhir Ramadhan

You may also like

1 Comment

  1. hai adliiinn..
    hehe.. blog memang rekaman tertulis tentang penulisnya yah.. gue kalo baca blog posts dari bertahun-tahun lalu suka heran sendiri, kenapa gue nulis ini nulis itu, dan kadang malu sendiri sama selera humor gua dulu.. hahaha..
    tapi ya manusia emang berubah-ubah ya, semoga sih makin baik. #tsaahh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *