Menembak, Purkota dan Joyride bersama Yonif 203/AK dan Mata Garuda

 

Acara menembak bareng (Sabtu, 14/08) yang diselenggarakan atas kerjasama Tentara Nasional Indonesia (TNI) Yonif 203/Arya Kemuning dengan Mata Garuda. Apa sih Mata Garuda itu? Menurut ketua Mata Garuda, kak Danang Rizki, MG adalah kumpulan para penerima beasiswa LPDP baik yang sudah menjadi alumni ataupun yang sedang berkuliah. Nah kegiatan ini merupakan salah satu item acara untuk saling merekatkan antara penerima beasiswa. Agar kita saling mengenal satu sama lain, karena pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu berkolaborasi dalam kebaikan. #cieee
Sekitar 100 orang berkumpul di kantor LPDP yang terletak di sebelah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Menurut jadwal kita akan berangkat pukul 11.00 WIB menggunakan bis dari pihak TNI. Saya tiba di LPDP tepat pukul 11.00 WIB setelah registrasi dan makan siang, kami pun berangkat. Dari PK-69 ada saya, boss Pudy, Raiza, Monica, Samson, dan Resty yang hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Disini kami berkenalan dengan banyak orang yang berasal dari PK yang berbeda. Mulai dari PK-1 hingga PK-70 an keatas.

Perjalanan ditempuh sekitar 2 jam, kami tiba di Arya Kemuning 203 pada pukul 13.00 WIB. Setibanya di Yonif 203, kami disambut oleh Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono selaku  Danyonif Mekanis 203/Arya Kemuning. Beliau banyak menjelaskan mengenai Patriotisme di Indonesia. Kami diajak untuk membayangkan perubahan di Abad 21 yang terjadi sangat cepat. Sebagai pemimpin muda yang akan menghadapi era global, semua orang diajak untuk mengantisipasi perubahan ini dengan melakukan adaptasi. Mimpi besar Indonesia saat ini adalah mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Dimana negara diharapkan bisa menjadi negara aman, damai, sejahtera serta mendunia. Ada beberapa info menarik yang dipaparkan oleh Bang Agus, misalnya Indonesia selama ini aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian dunia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya jumlah TNI yang dikirim ke daerah konflik sekitar 2000 orang. Indonesia menempati peringkat ke 11 dalam pengiriman TNI. Hebat!
Bersama Mayor Inf Agus Harimurti Yudhoyono
bersama Kak Danang Rizky, ketua Mata Garuda
Bang Agus memberikan beberapa contoh yang sangat hilarious. Beliau ternyata jago Photoshop, ada beberapa foto yang membuat kami terpingkal-pingkal. Tak terasa satu jam bersama beliau berlalu begitu cepat. J
 
Kami diajak untuk melihat mini expo senjata-senjata yang digunakan oleh TNI di Yonif Mekanis 203/AK. Beberapa senjata seperti pistol, sniper, AK47, dan lain-lain ditampilkan pada acara ini. Kami berkesempatan untuk memegang dan merasakan senjata asli, tapi pelurunya sudah dikosongkan. Jadi tak perlu khawatir. Rasanya seperti bermain Counter Strike. J Tak lupa kami berfoto dengan tentara yang menjadi model di tempat tersebut. Dan sesi mini expo diakhiri dengan foto bersama Bang Agus dan segenap tim Mata Garuda dengan latar belakang mobil panser milik TNI. Kewl!
 
Setelah itu kami segera ke acara inti, yaitu menembak menggunakan senapan asli! Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Tembak, tempat para tentara latihan menembak. Setelah registrasi, kami diajarkan menggunakan senapan. Senapan yang digunakan dari jenis AK47, beratnya sekitar 2 kg. lumayan berat. Penjelasan mengenai cara membidik agar tepat sasaran pun dijelaskan satu per satu. Sayangnya kita gak diajarin cara isi peluru dan cara mengokang senjata. #abaikan. Setiap orang mendapatkan pelatih yang membantu kita untuk mengisi peluru dan mengokang senjata. Kita tidak diperbolehkan memasukkan peluru sendiri.
 
Untuk menembak, kita harus menggunakan kacamata, peredam suara berbentuk headphone agar suara tembakan tidak terlalu kencang. Karena bunyi tembakan sangat kencang, saya jadi ngeri membayangkan situasi di medan perang. Hiks. Suara tembakan saja sudah membuat gendang telinga terasa sakit, apalagi suara bom yang meledak.
 
Kami mendapatkan dua kali kesempatan menembak. Karena senapan yang berat, pada tembakan yang pertama saya tidak berhasil menumbangkan papan tembak. Di kali kedua, saya juga tetap gagal. Haha. Salut sama TNI yang memenangkan lomba tembak 8 kali berturut-turut di kejuaraan para tentara di seluruh dunia. Menembak dengan senapan asli ternyata tidak mudah.. Oia, kegiatan menembak ini tidak boleh dipublikasikan. Maaf yaa. Tidak ada dokumentasi yang bisa saya simpan di blog, nanti dimarahin sama Bang A
gus. Heheh.
 
Setelah puas menembak, kami diajak untuk melihat Demonstrasi Purkota dalam membebaskan sandera. Apa itu Purkota? Purkota merupakan singkatan dari Latihan Pertempuran Kota. Jadi ada anggota Mata Garuda yang ceritanya disandera oleh teroris. Kemudian diselamatkan oleh anggota TNI. Uwoooo. Keren banget! Jadi ingat permainan Counter Strike dan saya memilih menjadi anggota Counter Terrorist untuk menyelamatkan sandera. Ada tembak-tembakan di dalam rumah, kemudian ada terrorist yang jatuh dari lantai 2. Drama deh tapi seru! Dan alhamdulillah, TNI kita menang. Yeah! Senangnya..
 
Tak lama, muncul mobil panser ke arah kami. Ternyata kami akan diajak naik mobil panser untuk melihat keadaan Yonif 203/AK. Ada sekitar 10 mobil panser yang dikerahkan untuk membawa teman-teman berkeliling. Nama kegiatan ini adalah Joyride. Saya mendapatkan mobil panser ke 8 dan duduk di bagian belakang sambil berbincang dengan salah satu anggota TNI yang masih berumur 20 tahun. Muda sekali! Namanya Surya kalau gak salah, dia menjelaskan beberapa fasilitas yang ada di dalam Yonif 203/AK. Seperti arena latihan, tempat belajar, barak, rumah dinas, kantin, poliklinik, dan lain-lain. Menurutnya Yonif 203/AK akan dijadikan sebagai Yonif percontohan di Jabodetabek. Karena itu sedang diadakan perbaikan di berbagai sudut. Hebat!
 
Acara pun hampir selesai, kami diajak untuk duduk bersama di Sasana 203 untuk makan malam. Para anggota TNI ini banyak yang bisa bermusik. Ternyata selain piawai menggunakan senjata, mereka pun piawai bermain alat musik. Wah siapa tau setelah kegiatan ini ada teman-teman LPDP yang mau bergabung menjadi anggota Persit (Persatuan Istri TNI). Hahah. Kegiatan ini selesai pada pukul 20.00 WIB tepat ketika gerimis menghiasi malam itu.
 
Terima kasih TNI! Pengalaman yang sangat menyenangkan dan tak akan terlupakan. Semoga TNI bisa terus menjaga perdamaian di Indonesia.
PK-69 Balin Bahari uyeaahhh!!
Maafkan…

 

bapaknya baik banget.. haha
Ditulis di Rumah Tajurhalang yang menyenangkan
20.08 WIB sambil dengar lagu Frozen

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *