Meneropong Unhas tahun 2030

I Have a Dream
– Martin Luther King, Jr-
Pidato yang sangat terkenal dari seorang penggiat kesetaraan, Martin Luther King, Jr yang dibacakan di Washington DC, menjadi salah satu pijakan kenapa saya menuliskan ini. Pidato yang dibacakan pada tanggal 28 Agustus 1963, berhasil menggetarkan saya. 
Pada tanggal yang nyari sama, 29 Agustus 2013, Universitas Hasanuddin meneropong apa yang akan terjadi pada tahun 2030. Sebagai universitas yang merancang pembangunan kelas dunia, Unhas sudah seharusnya mencanangkan pembangunan yang terencana. Karena itulah pada hari Kamis, seluruh stakeholders di Unhas diundang untuk “bermimpi”. pihak dosen, pegawai dan mahasiswa dikumpulkan untuk saling berencana. 
Saya diundang oleh Prof Nasir Nessa untuk mengikuti workshop ini. Sebuah kesenangan tersendiri bisa menyampaikan mimpi yang saya miliki terhadap Kampus Merah ini. Walaupun saya datang agak terlambat, tapi mimpi saya belum terlambat untuk diceritakan..
Jam 10.26 Wita, saya ditunjuk sebagai sekretaris dalam Forum Group Disscussion kelompok Mahasiswa. Forum ini dipimpin oleh Prof Jamaluddin Jompa, tapi kemudian Massoyan (Fakultas Kehutanan) ditunjuk sebagai ketua dalam forum tersebut. 
Awalnya mahasiswa mulai berbicara tentang masalah apa yang dihadapi oleh Unhas saat ini. Masalah seperti kemahasiswaan dan keamanan menjadi hal yang sedang terjadi di Unhas. Tapi kemudian masalah ini dikoreksi, bahwa FGD ini adalah berbicara soal mimpi mahasiswa, seperti apa Unhas kedepannya.

Mahasiswa pun mulai melontarkan mimpi-mimpi mereka. Misalnya menjadikan kampus sebagai pusat nuklir, pusat pengembangan kelautan, pusat unggulan bidang kakao, dan lain sebagainya. Setiap prodi, jurusan, bahkan fakultas memiliki penelitian unggulan. Misalnya Ilmu Kelautan bisa menjadi pusat unggulan tentang terumbu karang di Indonesia. Jadi, industri, pihak asing dan lainnya bisa menjadikan Ilmu Kelautan sebagai core centre dan bahan acuan. 

Saya pun tak lupa untuk membicarakan mimpi saya. Terinspirasi dari University of Colorado, yang memiliki recycling centre, saya bermimpi Unhas punya pengelolaan sampah terpadu. Mulai dari sampah kering dan limbah dari laboratorium. Karena jika Unhas sebagai centre of learning pastinya akan banyak laboratorium, karena itu butuh pengelolaan limbah laboratorium yang memenuhi standar lingkungan. 
Selain itu mimpi saya adalah tetap mempertahankan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 30% di Unhas. Walaupun Unhas  terus membangun, diusahakan agar bangunan tersebut keatas (vertical building) bukan horizontal building yang seperti kita lihat pada saat ini. Sehingga pohon-pohon yang menjadi ciri khas Unhas tetap terjaga. 
Mahasiswa saling melengkapi dalam FGD kali ini. Sebuah kolaborasi yang sangat menarik, karena ada beberapa mahasiswa S2 dan S3 yang ikut dalam diskusi ini. Sama-sama ingin membangun Unhas lebih baik kedepannya. Agar Unhas bisa menjadi centre of learning di Indonesia. Tidak kalah dari universitas unggulan lainnya.
Para dosen pun juga memiliki mimpi yang sama. Mereka mengingkan Unhas memiliki pendidikan yang berbasis riset. Sehingga para mahasiswa dan dosen bisa menjalankan aplikasi penelitian kepada pendidikan.

Ternyata pegawai pun mempunyai mimpi yang tak kalah menarik. Mereka mengingkan kereta atau Mass Rapid Transportation (MRT) bisa masuk ke Unhas. Sehingga mengurangi polusi udara. Tapi yang harus diperhatikan adalah pintu masuk dan keluar Unhas yang lebih dari satu pintu. Hal ini yang juga menjadi perhatian para tenaga kependidikan. 

Mimpi-mimpi para stakeholders di Unhas bisa membuat Kampus Merah menjadi lebih baik. Karena dengan bermimpi, kita bisa menentukan kemana arah tujuan kita. 
I Have a Dream…..
Ditulis sehabis mengikuti diskusi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Universitas Hasanuddin “Meneropong Unhas tahun 2030”.
Identitas, 1 September 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *