Mengenal Buah Tropis di Pulau Oahu


Eah.. Tanggal 1 Juli udah lewat, nah, apa sih yang jadi penting dengan tanggal 1 Juli tersebut? Ada yang ngeh nggak kalau tanggal 1 Juli adalah Hari Buah Internasional. Nah, bertepatan dengan ini, maka kakak-kakak Travel Bloggers Indonesia membuat postingan rame-rame mengenai buah. Heheh. #sayafollowers
Berbicara mengenai buah, pikiran saya langsung terbang ke Hawaii, USA. Soalnya disana saya merasakan sensasi makan buah baru. Huahaha. Terkesan lebay sih, tapi entah kenapa buah-buahan disana emang lebih berair dan lebih crunchy
Saya sempat tinggal selama tiga hari dengan orangtua asuh saya, namanya Nelda Peterson. Seorang veteran perang dari US Army. Beliau sudah berumur lebih dari 70 tahun tapi tetap happy dan sangat suka petualangan. Ia pun mengajak saya dan Leah (teman saya dari Papua New Guinea) untuk berjalan-jalan melihat keindahan Pulau Oahu. Sekedar catatan, ia nyetir sendirian dari apartemen di Ale Wai Street dan berkeliling Pulau Oahu. #whatastrongwomen 
Di umur yang sudah sepuh, Nelda sangat suka mengonsumsi buah-buahan segar. Ya alasannya karena buah-buah di Hawaii sangat segar dan berair. Maklum saja, ia berasal dari Benua Amerika yang jarang makan buah-buah tropis. Saya juga mendeskripsikan buah-buah yang saya sukai selama di Hawaii. Entah kenapa saya jatuh cinta dengan nanas Hawaii. Rasanya lebih crunchy dan ketika digigit, airnya ngalir dan netes-netes. Yummmyyyy.. Karena ia tahu, kami suka buah dan belanja, ia pun mengajak kami berdua melihat tempat penanaman buah segar. Beliau mengajak kita ke Dole Plantation sebuah kebun nanas yang berdiri sejak tahun 1950. Udah lama banget Dole Plantation menjadi tempat favorit bagi turis-turis untuk melihat proses penanaman nanas. 
Indonesia jauh banget dari sini. #ga jelas
Menurut situs Dole Plantation menawarkan program “Pineapple Experience” sejak tahun 1989. Kami tidak mengikuti program tersebut, karena apa? Karena kita hanya punya kesempatan satu hari untuk mengeliling Pulau Oahu. Jadi mendingan dipake ke tempat lain. Hahah. Udah gitu ada tiket masuknya, satu orang dikenakan biaya masuk $10 – $17 tergantung dari program yang dipilih. 
Nah, disini ada tempat untuk nyicipin nanas segar dari kebun langsung. Rasanya enak banget. Seperti yang telah saya deskripsikan, nanas Hawaii memiliki tekstur yang berair dan crunchy. Menurut Nelda, hal ini disebabkan oleh tanah yang digunakan untuk menanam nanas. Jenis tanahnya berwarna merah kecokelatan dan agak kering. Belum lagi mineral yang terkandung di dalam tanahnya, saya lupa apa mineral yang ada disana yang pasti membuat nanas menjadi tumbuh subur. 
nyoba mecahin macadamia nuts
Setelah bergerak dari Dole Plantation dan ke tempat-tempat eksotis lainnya, ia membawa kami ke Tropical Farms. Sebuah perkebunan yang terkenal karena macadamia nuts, kacang asli khas Hawaii. Teksturnya yang lembut ketika dikunyah dan bentuknya yang unik membuat saya jatuh cinta dengan kacang ini. Di Tropical Farms kita disuguhkan tempat untuk mengupas kacang macadamia secara tradisional. 
Macadamia Nuts
Nah selain nanas dan macadamia nuts, Hawaii juga memiliki sebuah buah lebih tepatnya dibilang umbi-umbian sih. Bentuknya mirip talas dan rasanya agak lebih legit. Namanya Taro, saya bertemu dengan buah ini ketika ikut kegiatan Volunteering di University of Hawaii. Saya dan teman-teman dari Study in The United States of Global Environmental Issues (SUSI GEI) ikut menanam taro dengan teman-teman dari UH. Kegiatan ini sangat menyenangkan, karena kita belajar mengenai sejarah dari Hawaii. Taro biasa disebut Lo’i dalam bahasa native Hawaii. Zaman dulu, Lo’I menjadi salah satu penganan wajib. Karena itu jangan heran jika masih menemukan menu taro dalam daftar makanan Hawaii. 
Taro atau Lo’i
Buah-buahan yang ada di Pulau Oahu sebenarnya tidak terlalu beda dengan buah yang ada di Indonesia, kita dapat menemukan pisang, melon, strawberry, nanas, mangga dan lain sebagainya.
Namun yang berbeda hanya teksturnya yang tadi sudah saya jelaskan, CRUNCHY.. 😀 
Tapi harga emang ga pernah bohong, untuk SATU buah pisang dibanderol dengan harga 3 dollar. Hahah. Itu seharga dengan TIGA sisir pisang di Indonesia. Nah, kalau belanja di mini market, kita akan sering menemukan buah-buahan segar yang telah dipotong dan dimasukkan dalam sebuah kotak plastik. Sekotak dibanderol dengan harga $7 bahkan $12. Hhhh. Itu bisa beli apel, jeruk, anggur kalau di Indonesia. Pas di Hawaii selalu berniat untuk makan buah yang banyak kalau balik ke Indonesia. Hahaha. 😀

Barangsiapa yang belum makan buah, makanlah buah sebelum buah jadi mahal. – Adlien

Selamat Hari Buah Internasional! 😀
Ditulis di kantor PT Harta Samudera
2 July 2014 5:41 PM
Tulisan ini harusnya dibuat kemarin tapi idenya baru datang sekarang. Huahaha. Udah gitu karena ganti laptop, foto-foto banyak yang ga kepindah di laptop baru, jadinya ga ada foto buahnya deh.. hiks.
check tulisan kakak-kakak kece Travel Bloggers Indonesia tentang buah dibawah ini :
Juices Speak Happiness – Kak Firsta

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *