Mengenal Museum di Washington DC


Apa yang pertama kali terpikir ketika mendengar kata museum? Usang, kuno, tak menarik dan tidak terawat bagi orang kebanyakan. Itulah gambaran umum museum yang ada di Indonesia, namun hal ini tak berlaku bagi museum di Washington DC. Natural History Museum tak menyandang gelar tersebut. Kebalikan dari hal itu, museum ini sangat modern bahkan futuristik. Museum ini salah satu bagian dari 19 Smithsonian institute Museum yang terletak di Ibukota Amerika Serikat. Semua museum bebas biaya alias gratis. 
Awalnya saya berpikir bahwa museum Smithsonian hanya satu, namun saya salah, Smithsonian Museum terdiri dari 19 museum yang berbeda-beda. Ada American Indian Museum, Air and Space Museum, Natural History Museum, American History Museum, dan beberapa lainnya. Sayang, waktu saya tak cukup untuk menjelajahi ke 19 museum ini. Jadi saya hanya menjelajahi museum yang berada di dalam lingkungan The National Mall. 
Museum pertama yang saya kunjungi adalah American Indian Museum, di dalam museum tersebut kita disuguhkan dengan sejarah bangsa Indian di Amerika. Pada saat saya datang, sedang ada sebuah pertunjukkan tradisional dari keluarga Indian asli. Tak hanya itu saja, di setiap museum juga menyediakan toko yang menjual benda-benda sesuai dengan museum yang ada. Di dalam toko ini, anda akan menemukan benda-benda asli yang dibuat oleh keluarga Indian. Saya pun mengambil dream catcher, sebuah jimat yang dipercaya bisa mengusir mimpi buruk. Dream cactcher bisa kita lihat di dalam film Twilight, ketika Bella Swan mimpi buruk dan Jacob memberikannya benda tersebut. 
Museum kedua yang saya kunjungi adalah Air and Space Museum. Sebuah museum futuristik yang membuat saya terkagum-kagum dengan keindahan luar angkasa. Di dalam museum ini anda akan melihat roket yang digunakan untuk pergi ke bulan. Belum lagi benda-benda luar angkasa yang pernah jatuh ke bumi atau pesawat pertama yang dibuat di dunia. Semua informasi tentang luar angkasa, pesawat atau planet, semua ada disini. Tak heran, seorang teman saya penggila aerospace  menjajal flight-simulationyang juga disediakan di dalam museum ini. 
Walau kaki lelah, tapi saya dan teman saya tak berhenti. Kami pun menuju Kastil Smithsonian (Castle Smithsonian)yang terkenal karena desain bangunannya yang tua namun megah. Disana kami bertanya kepada petugas, museum mana lagi yang patut dikunjungi. Ia menyarankan untuk datang ke Museum Natural History yang menurutnya banyak dinosaurus, batu-batuan, hewan-hewan, dan sejarah lainnya. Kami pun langsung mengiyakan dan pergi kesana. 
Di depan Museum Natural History kami sudah terkagum dengan desain konstruksi bangunan museum ini. Museum ini sangat besar dan megah. Menginjakkan kaki di dalam museum langsung disuguhkan replika gajah purba yang sangat besar. Pengunjung pun bisa memilih apa yang ingin mereka pelajari. Saya memulai dari kehidupan purba dulu, kami belajar tentang dinosaurus dan hewan-hewan purba. Di setiap bagian, ada mini teater yang bisa langsung belajar dari video yang diputar. Selain itu di setiap museum kita disuguhkan pertanyaan menggelitik. Bagi saya pertanyaan tersebut sangat remeh, namun bisa membuat seorang anak kecil penasaran, seperti “kenapa air laut rasanya asin?”, “kenapa kita harus makan jelly-fish burger?”, “kenapa kita harus belajar tentang fosil?” dan lain sebagainya. Disetiap sesi kita akan terus menemukan pertanyaan tersebut. Saya pun bertanya kepada petugas museum, ia pun menjawab “kami ingin membuat anak kecil untuk mengeksplor lebih dalam sebuah benda atau replika yang ia lihat. Jadi mereka akan termotivasi untuk belajar lebih jauh tentang apa yang mereka pertanyakan”. 
Saya iri melihat museum yang sudah di desain sedemikian rupa agar anak tertarik dengan museum. Tak salahnya Indonesia memiliki museum yang membuat minat anak terhadap museum bisa meningkat. Membuat museum yang  bisa lebih menarik dan menarik keingintahuan anak tentang sejarah. Jangan hanya disuguhkan tentang mall atau pusat perbelanjaan. 
di depan Castle Smithsonian

Tyranosaurus Rex! 😀

Fossil Lab

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *