Mengunjungi Kelimutu, Tempat Sakral Pulau Flores

Tiwu Nua Muri Koo Fai (danau arwah muda-mudi)
Pernah melihat air danau yang berwarna merah? Hijau cerah? Kuning? Atau bahkan hitam? Kamu bisa menemukan air danau yang berwarna warni di Danau Kelimutu. Terletak di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, danau ini sudah mahsyur karena keindahannya. 
Bukan hanya saya saja, banyak turis-turis asing yang menjajal keindahan Danau Kelimutu. Misalnya Hawke, pria yang berasal dari Jerman ini mengaku sudah kedua kalinya ke Danau Kelimutu. Ia jatuh cinta dengan fenomena alam yang disuguhkan disini. Sebuah tempat yang menawarkan keanehan kombinasi warna danau yang selalu berubah-ubah. Tidak ada tempat lain, hanya disini, Danau Kelimutu.
Kali ini saya pergi dengan travelfriends di kost yaitu Mas Firman, Mas Anang dan salah satu penduduk lokal Ende, Firmansah. Kami berempat sudah nginap di Ende (rumahnya Firmansah) dan kemudian berangkat subuh dari Ende menuju Kelimutu. Parahnya, saya ga bawa jaket. Saya pikir tidak akan terlalu dingin, mungkin seperti di Bogor, dan ternyata saya salah besar! Tettoott!! Suhu di Ende apalagi menuju Moni itu bisa mencapai 25 derajat celcius. Lumayan dingin. Baju kaos di tubuh tidak mampu menahan dinginnya perjalanan. Huaaacchhiimm. Berkali-kali gue bersin dan ingus meler di hidung. Hahaha. 
Untung aja saya dibonceng sama Mas Anang, so angin dari depan tidak terlalu mengenai badan. #Sorry Mas Anang. Hahah. Saya terus-terusan bersidekap, ngumpetin jari-jari di ketiak. Hahah. Supaya hangat. Sumpah, dingin beudh! Ditambah lagi pemandangan eksotis di pinggir jalan, JURANG!! Semakin membuat kita bersemangat! Saya tak henti-hentinya memuji Allah SWT yang telah menciptakan bukit-bukit yang sangat indah. 
Tiwu Ata Mbupu
Perjalanan dari Ende ke Moni memakan waktu sekitar 1,5 jam. Karena kami sempat singgah di air terjun kecil di pinggir jalan. Narsis-narsis ria di dekat air terjun. Habis itu perjalanan di lanjutkan kembali. Dari jalan utama, kita masih harus menempuh sekitar 5 kilometer untuk mencapai Danau Kelimutu. Biaya masuk ke Kelimutu Rp. 5.000 per orang, karena kami membawa kamera Nikon D3100, kami dikenakan biaya pengambilan gambar Rp. 5.000.
Banyak orang Lio Ende yang percaya bahwa Kelimutu bukan sekadar gunung api yang pernah meledak dengan dahsyatnya tahun 1830 meninggalkan tiga kawah berair beda warna, merah, putih dan biru. Mereka percaya bahwa ketiga kawah itu adalah tempat bersemayam seluruh arwah leluhur mereka yang telah meninggal atau bisa disebut dengan maE (spirit). 
Nah, setelah mati, maE ini akan terbagi-bagi sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup. Jika ketika hidup berbuat jahat maka ia diyakini akan menghuni kawah danau mengerikan berwarna merah pekat (hampir hitam ketika saya datang kesini) atau yang disebut Tiwu Ata Polo. 
Tiwu Ata Polo (kawah arwah orang-orang jahat)
Kalau danau yang berwarna hijau toska atau disebut Tiwu Ata Mbupu adalah tempat bersemayam maE para tetua atau orang yang berhati lurus dalam hidupnya. Sementara kawah danau yang berwarna biru diyakini sebagai tempat maE para muda mudi atau disebut dengan Tiwu Nua Muri Koo Fai.

Paling seru kalau datang ke Danau Kelimutu ketika musim kemarau, karena kawah tidak tertutup oleh kabut. Kalau datang kesini pas lagi musim hujan, ada kemungkinan tidak bisa melihat warna-warni danau Kelimutu.

Tapi sebenarnya apa sih yang membuat warna danau Kelimutu berubah-ubah? Para ahli mengatakan perubahan warna danau dikarenakan mineral yang terkandung di dalam kawah tersebut. Tidak ada pengaruh cuaca dalam perubahan warna ini. Subhanallah. Keren banget. 
Kalau jalan-jalan ke Nusa Tenggara Timur belum lengkap rasanya kalau tidak mengunjungi Danau Kelimutu, tempat sakral di Pulau Flores. 
#let’s eksplore Indonesia
Ditulis di kamar kost Wuring
Jumat, 11 April 2014 12:32 Wita
Ketika kamar berantakan kayak kapal pecah dan penuh dengan sampah kertas, inspirasi mulai berdatangan

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *