Mengunjungi Smithsonian Institutes

Berkesempatan mengunjungi museum besar merupakan sebuah anugerah tersendiri, sebagai anak Indonesia yang sangat mencintai museum dan benda-benda bersejarah. Kesempatan yang tidak saya lewatkan ketika memiliki waktu untuk datang di Washington DC. 
peta National Mall yang diambil dari Smithsonian Castle Information Centre

US Capitol. 😀
di depan US Library Congress

Kala itu, saya, Aken, William, Imam dan Karmun memilih untuk mengelilingi beberapa museum di bawah asuhan Smithsonian Institutes. Kami mengunjungi US Capitol terlebih dahulu. Mendengarkan sejarah tentang bagaimana Amerika bisa bersatu. Si guide tour menjelaskan dengan detail apa-apa saja yang ada di dalam US Capitol. Ada juga film dokumenter sejarah bangunan US Capitol. Bangunan ini pernah terbakar dan dibangun kembali. Setelah nonton film dokumenter, kita disuguhkan untuk melihat kubah US Capitol. Di dalamnya ada lukisan-lukisan tentang masa lalu Amerika. Bahkan ada lukisan yang menggambarkan kisah Pocahontas. 


Setelah selesai, kami pun mengunjungi US Library Congress. Di dalamnya berisi buku-buku dan benda-benda historis Amerika.. Oh no.. Kenapa waktu berjalan begitu cepat ketika yang kita alami sangat indah?? 😛

Kami pun berburu tempat historis lainnya. American Indian Museum menjadi destinasi yang dituju. Ketika di pintu masuk, saya sudah menyiapkan uang untuk masuk. Siapa tau untuk masuk ke dalam museum harus bayar 50 dollar seperti yang saya alami di Hawaii. Namun ternyata berbeda, disini pengunjung tidak dibebankan uang masuk museum se-sen pun. Saya bersorak gembira!! Museum sebagus ini tidak membebankan biaya sepeserpun. Tapi saya menyadari bahwa untuk mencari dana, museum membuka sebuah toko souvenir. Kami juga sempat melihat-lihat souvenir ala Indian. Saya membeli sebuah dream cacther. Menurut Aken, benda ini digantung di kamar tidur. Sebagai penangkap mimpi. 😀

dream cacther (penangkap mimpi)

Di museum ini William berfoto dengan Orang Indian asli. Setelah puas melihat souvenir kami pun melanjutkan perjalanan. Namun sebelum lanjut, kami menyempatkan singgah di penjual hot dog. Penjualnya orang Islam, jadi kami tak perlu khawatir akan kehalalan daging yang ia jual. Hotdog seharga lima dollar berhasil masuk ke dalam mulut tanpa perlu khawatir. 😀

makam James Smithson

Kami berjalan menuju Air and Space Museum. Antrian panjang mewarnai di depan gedung, banyak orang yang berduyun-duyun ingin melihat dan menyaksikan serpihan-serpihan benda ruang angkasa. Sama seperti di Museum Indian, untuk masuk kesini, tidak dibebankan biaya apapun. Pas masuk ke dalam museum kita disuguhkan dengan pemandangan pesawat ruang angkasa. Waaaaaa.. Sumpah. keren banget.  Disini kita bisa lihat benda-benda luar angkasa. Keren gileee. 😀

Gajah purba di pintu masuk

Saya tidak berhenti berdecak kagum melihat museum ini. Benda-benda luar angkasa yang pernah dibawa oleh astronot disimpan di museum ini. Saya jadi mengingat cita-cita saya semasa kecil yang ingin menjadi seorang astronot. Rasanya seperti melihat gambaran masa depan. 😀

Walaupun kaki letih, kami terus melanjutkan perjalanan. Kali ini kami singgah di Smithsonian Castle. Sekedar untuk mengistirahatkan kaki dan menunggu Imam, Will serta Karmun yang masih di Air and Space Museum. Saya dan Aken berfoto-foto di depan Smithsonian Castle dan melihat patung sang pencetus ide untuk membuat sebuah institutes, James Smithson. Thanks om James telah mencetuskan ide untuk membuat museum keren-keren seperti ini 😀

ikan Coelancath yang hingga saat ini masih ada di Manado, Indonesia

 Setelah menunggu beberapa saat dan bertanya ke bagian informasi tentang National Mall, kami pun melanju
tkan perjalanan ke Natural History Museum. Imam sudah sangat kelelahan karena sedang berpuasa. Ia hampir tidak ikut untuk melihat ke dalam museum. Tapi setelah kami memaksanya, ia pun ikut dan berjalan-jalan. Di dalam museum sebuah mumi gajah raksasa terpampang di bagian depan. Saya dan Aken langsung memasuki setiap pintu yang disediakan. Subhanallah!! Ini museum terkeren yang pernah saya lihat…

Apalagi melihat sebuah tagline “The Biggest Collection of Marine Life in The World” membuat gue semakin jingkrak-jingkrak kayak anak kecil yang dapat mainan baru. Memasuki setiap part di dalam museum semakin berpikir untuk bisa pintar dan memiliki kemampuan untuk membangun museum seperti ini. Karena Indonesia memiliki kekayaan yang tak habis dan harus dijaga.
Disini kamu bisa lihat kerangkan hewan-hewan air purba. Bahkan sampai hewan-hewan renik yang hidup di zaman es. Sumpah.. keren banget. Belum lagi pengetahuan yang museum sediakan bagi pengunjung. Saya ga mau keluar dari museum ini. Tapi waktu semakin menipis. Jam tangan sudah menunjukkan pukul 2 lewat. Saya masih belum puas. Saya pun berkejaran dengan waktu, jam 4, museum akan tutup. Saya terpukau dan tertahan di bagian DNA Sequencing, Gene, Batu-batuan, Sejarah Korea, Sejarah Mesir, Monkey, Ice World, tapi yang paling keren adalah Marine Life!! 😀
batu mulia
Selain itu gue juga terpukau sama bagian batu-batuan. Banyak sekali batu-batu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya. Atau batu-batuan mulia yang hanya saya dengar atau saya lihat di dalam game permainan. Misalnya adantium.. Pokoknya batu-batuan di seluruh dunia ada semua deh.. Keren.. 😀

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Kami pun bergegas menuju pintu keluar. Namun berita duka disampaikan oleh Will. Dia kehilangan kamera kesayangannya. Saya dan Aken banyak kehilangan foto-foto selama di Washington DC. Semoga Willi mendapatkan kamera yang lebih baik.
Museum di Washington DC membuat saya berpikir bahwa kita juga bisa kok punya museum yang gratis. Asalkan penduduk sudah mengerti dan paham bahwa museum sangat bermanfaat dan memberikan edukasi bagi generasi muda..
Ayo, wisata sejarah dan wisata museum.. 😀
ditulis di Laboratorium Toxic. 1 November 2013
Berfoto di depan patung yang saya lupa namanya. wkwkw. 😀

King Kamehameha, King of Hawaii.

Tiket masuk ke dalam US Capitol
Hayooo, ini siapa?? 😀

di depan patung para gubernur di USA.

Di dalam US Library Congress
Sibuk foto info tentang apapun.. menyeraaapp semesta!!!

Cita-citaku semasa kecil ingin jadi Astronot.
hmmm. pose gag jelas

Oh no!!

ini di pusat informasi Smithsonian Centre

Dinosaur!!

berada di segmen marine historical site. 😀

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *