Mengurangi Populasi Manusia Melalui Karya Dante

Tempat tergelap di neraka dicadangkan bagi mereka yang tetap bersikap netral di saat krisis moral. – Dante Alighieri.
Tulisan pembuka diatas adalah kutipan seorang seniman terkenal akan karyanya The Divine Comedy. Dan buku ini pun mulai mengantar kita memasuki babak kehidupan, seseorang bermata zamrud yang bunuh diri dari atas gedung. Seseorang yang memiliki Inferno…..
Cerita berlanjut ke Robert Langdon yang menghadapi serangkaian memori yang sangat sulit. Ia tiba-tiba bangun dan berada di sebuah rumah sakit. Seorang dokter berambut pirang kuncir ekor kuda datang. Dr. Sienna Boorks. Ia mendiagnosa Robert terkena amnesia retrograde. Amnesia yang membuat penderita lupa kejadian sebelum korban kecelakaan. 
Tiba-tiba wanita berambut duri landak masuk dan menembak salah satu dokter. Langdon kalut, ia kabur dengan Sienna. Langdon mulai berfikir, kenapa ia bisa ada di Florence? Ia benar-benar lupa. Ia hanya mengingat perempuan berambut perak dan bercadar menyuruhnya untuk mencari. Mencari apa? Dimana? Langdon benar-benar tidak ingat. 
Mereka dikejar-kejar oleh perempuan berambut landak. Ditambah lagi sepasukan bersenjata lengkap yang ikut mencarinya. Langdon semakin bingung. Kenapa pasukan itu mencariku? Apakah mereka ingin membunuhku.
Dari sinilah, petualangan Langdon dan Sienna dimulai. Dari kamar kecil kontrakan Sienna, Langdon tahu bahwa Sienna bukan dokter sembarangan. Seorang yang sangat jenius dan dikucilkan dari pergaulannya. Langdon tahu bahwa ia bukan berlari dengan orang sembarangan. Selain itu pemain-pemain dalam alur cerita novel ini juga sangat unik. Provos, pemilik bisnis Konsorsium. Bisnis yang tidak asing di kalangan para politisi, pejabat dan peneliti. Sebuah bisnis yang bisa membuatmu menghilang dan jadi orang yang berbeda. Ada Elizabeth Sinskey, ketua WHO yang bertemu langsung dengan Zobrist. Di chapter ketika mereka bertemu, saya merasa bahwa populasi manusia harus dikurangi. Bruder, adalah salah satu pemain inti juga. Ia mengepalai sebuah pasukan khusus WHO, semacam pasukan yang paling elite dan diturunkan jika benar-benar dalam keadaan genting.
Kita akan dibawa pada pemecahan kode pertama, Catrovacer. Kode ini membawa mereka hingga ke Palazzo Pitti. Mereka menyadari jika bukan Catrovacer yang ingin mereka temukan, tapi kata Cerca Trova. Frasa Italia yang berarti “Cari” dan “Temukan”. Dari sinilah mulai terkuak, bahwa Langdon mencari seniman Vasari. 
Cerita berganti..
Dr. Elizabeth Sinskey, dokter yang menjabat sebagai Ketua WHO, sedang menghadiri ceramah. Tiba-tiba ada seseorang yang datang padanya dan meminta waktu untuk berbicara sebentar. Ia memaparkan masalah populasi dunia yang sangat tinggi. 7 milliar manusia hidup di dunia sempit ini. Ia mulai menceracau mengenai pemusnahan massal adalah hal yang paling urgent untuk dilakukan. 
“Ketika semua tempat di dunia penuh sesak oleh penghuni sehingga mereka tak bisa bertahan di tempat mereka berada dan juga tidak bisa pindah ke tempat lain.. dunia akan membersihkan dirinya sendiri” laki-laki itu mengutip kata-kata Machiavelli. 
ia memikirikan sebuah ide untuk memusnahkan manusia secara massal. Sebuah kejahatan yang biasa disebut sebagai bio-terorisme… 
Cerita berganti…
Langdon kembali dihadapkan dengan masalah.  Sepasukan bersenjata lengkap masih mengejarnya. Ia dan Sienna terpojok. Hingga Langdon mengingat jalan rahasia antara Pitti Palace menuju Koridor Vasari. Mereka lari kesana dan nyaris ditemukan oleh pasukan tersebut. 
Cerita berganti…
Bertrand Zobrist adalah seorang jenius di kalangan dokter. Idenya tentang transhumanis membuat ia memiliki banyak massa yang besar. Ia muak dengan keadaan manusia yang sudah sangat parah. Overpopulasi bisa menghancurkan seluruh manusia. Kiamat akan terjadi. Manusia harus dikurangi dengan cara dihabisi. Ia akan membuat wabah yang membuat manusia habis setengahnya. Ia tahu, ia tak boleh gagal. Orang-orang yang bersikap netral di saat krisis moral akan masuk ke dalam neraka. Inferno… 
Cerita berganti…
Langdon semakin merasa terjepit. Dari hasil penelusurannya dengan karya-karya Dante Aligheri, Zobrist menciptakan sebuah wabah besar yang akan merenggut nyawa manusia. Ia akan membuat dunia kembali mencekam, sama seperti ketika Wabah Hitam menjalar di Eropa. Di dalam pikiran Langdon, Zobrist sudah gila. Ia akan memusnahkan manusia dan ia berpacu dengan waktu untuk menemukan wabah itu. Sebelum esok…
Cerita berganti…
Provos mulai bimbang, entah kenapa ia merasa bahwa tugas kali ini adalah tugas yang sangat membahayakan dirinya. Ia melihat kegelapan. Video yang diputar oleh Knowlton, membuatnya merasakan ada sesuatu yang ganjil pada kliennya. Sebuah hal buruk akan terjadi.. ia pun meminta bantuan seseorang yang kliennya benci, Dr. Elizabeth Sinskey. Ternyata dugaannya benar…
Cerita berganti..
Langdon mulai khawatir, mereka tertangkap oleh pasukan hitam yang membawa senjata. Sienna berhasil lari. Langdon tak menyangka jika kelompok pasukan hitam adalah orang yang membantunya. Ia tak menyadari bahwa ia terjebak dalam permainan Sienna. Seseorang yang ia percayai pada saat kritis seperti ini. Dan ternyata Sienna adalah orang kepercayaan Zobrist. Seseorang yang akan membuat wabah semakin menyebar. Mereka berpacu dengan waktu untuk menemukan dimana letak kantong yang berisi virus tersebut. 
Cerita berganti..
Sienna tak pernah merasa lebih ketakutan daripada ini. Ia mempercayai Zobrist lebih dari apapun. Ia harus menunaikan apa yang dimulai oleh Zobrist. Ia harus pergi ke tempat yang Langdon dan WHO tuju. Ia tak boleh terlambat.
Cerita berganti…
Langdon mulai menyadari bahwa Turki adalah tempat persembunyian wabah tersebut. Ia memecahkan mister bahwa di bawah Hagia Sophia terdapat istana tenggelam. Disana ada kantong berisi wabah tersebut, namun terlambat. Kantong sudah terbuka lebar….
Di dalam kegelapan, Sienna menerjang Langdon secara tiba-tiba. Bruder panik karena kantong tersebut sudah terurai. Ia pun memastikan bahwa dirinya telah terinfeksi. Ia terkena virus. Yang pasti Bruder telah berjuang demi negara. Kalaupun ia mati, ia tidak mati sia-sia.

Ternyata virus yang disebarkan oleh Zobrist adalah sebuah virus viral vektor yang menyerang reproduksi manusia. Sebuah wabah untuk mengurangi populasi manusia. Jumlah manusia tidak akan bertambah selama beratus-ratus tahun. Sebuah ide Zobrist yang tak bisa disembuhkan. Dan Brown tidak membuat akhir yang bahagia di buku ini. Orang-orang digambarkan tidak akan memiliki generasi lanjutan. Seperti pesanan dari Freemason, bahwa semakin sedikit penduduk, semakin baik.

Untuk buku ini ceritanya tidak terlalu menegangkan. Tapi tetap sulit untuk ditebak. Karena penuh dengan teka-teki arkeologis di dalamnya. Bagi penyuka sejarah dan seni, mungkin cocok untuk membaca buku ini. Karena di dalam buku ini, sejarah dan seni adalah karya asli dan tak mungkin ada penipuan, bisa dipercaya. Karya Dante Aligheiri menjadi sebuah kekuatan untuk membuat penyebaran virus secara massal. Sebuah pemikiran yang brilian menurutku.
Pada akhir cerita, Sienna digambarkan bekerjasama dengan WHO untuk mengungkapkan apa kekurangan dari virus ini. Sedangkan Langdon tetap mengajar di Harvard University.
Identitas, 17 November 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *