Merantaulah, kawan.

sepotong Mezeight Marine Science Hasanuddin University
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangs
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbit nya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan

Imam Syafi’i
Puisi diatas menguatkan saya ketika saya sedang dilanda rindu keluarga dan handai taulan di kampung halaman. Rasa rindu yang kadang menyesakkan dada, apalagi pas lebaran dan saya tidak pulang kampung (karena ga punya duit atau alasan lainnya). Bocoran, selama lima tahun kuliah di Makassar, hanya 2 kali saya lebaran di rumah. hiks. Selebihnya saya berlebaran di rumah teman-teman dan saudara di Makassar. Sakit sih, tapi mau gimana lagi, jarak antara Jakarta dan Makassar sangat jauh. Untuk beli tiket pulang pergi, bisa-bisa saya tidak makan dua bulan. hahaha.
Namun pilihan untuk merantau di tahun 2008 ke negeri seberang (baca Makassar) membuat saya menemukan banyak keluarga baru. Mulai dari keluarga besar Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin, keluarga kecil PK identitas, keluarga KKN Sebatik, keluarganya temen, keluarganya dosen, keluarganya pak satpam dan banyak lagi. Saya tidak pernah menyesal karena telah merantau. 
Selain itu saya mendapatkan kesempatan untuk melihat tempat-tempat baru di Indonesia. Berkenalan dengan orang-orang baru. Belajar budaya baru. Merantaulah, kawan!
#Just share
ditulis di mess PT Harta Samudera
22.30 Wit Selasa, 17 Juni 2014
sambil ikutan #IDTC di twitter

Narsis dengan keluarga
keluarga kecil Identitas yang lagi sepedaan bareng

dies natalis identitas tahun 2012

dies natalis identitas 2010

keluarga besar Study in the United States Institutes 2013

keluarga last survivor Kla 08.haha

keluarga besar KKN Sebatik Gel 82 (2012)

Keluarga kecil di Maumere tercintah

murid-murid yang udah saya anggap sebagai adik sendiri

keluarga SUSI Indonesia 2013

my siblings at Identitas

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *