Merenda Senja di Bukit Nilo

Pemandangan di jalan menuju Bukit Nilo
Sebuah penyesalan besar ketika saya mengunjungi Bukit Nilo di waktu-waktu terakhir saya di Maumere. Kenapa bisa? Karena ternyata menikmati sunset disana sangat indah. Kita bisa melihat Kota Maumere 360o. Ketika melihat Maumere dari ketinggian seperti ini, ingatan saya terlempar ketika naik ke Diamond Head di Pulau Oahu, Hawai’i. Bedanya di Maumere belum ada gedung-gedung tinggi seperti di Pulau Oahu. Hehehe. Namun tetap saja, menikmati senja dari bukit Nilo sangat menenangkan, apalagi jika ada secangkir teh hangat dan pisang goreng kipas berbalut keju dan cokelat. #mimpi 
Oke back to the topic. Sebenarnya semua orang sudah mengatakan untuk pergi ke Bukit Nilo, tapi saya selalu malas kesana sendirian. Hiks. Lebih suka jalan-jalan rame-rame semenjak tinggal di Maumere. #curhatcolongan
Nah, Bukit Nilo  adalah sebuah tempat suci bagi para penganut Katolik yang terletak di Kabupaten Sikka, Desa Wuluwutik. Karena disini berdiri sebuah patung Bunda Maria yang sangat besar. Para peziarah bukan hanya datang dari Indonesia saja, tapi dari luar negeri pun juga ada. Karena lokasi patung Bunda Maria ini tidak terlalu jauh dari Seminari Ledalero. Sehingga biasanya peziarah juga mengunjungi tempat ini.  
Pemandangan dari Bukit Nilo
Saya datang ke Bukit Nilo sore itu (waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 Wita) dengan Pak Imran, enumerator saya. Kami berdua sempat nyasar, karena tidak ada yang tahu jalan. Hahah. Kami menemukan persimpangan jalan, tapi karena malas bertanya, kami jalan terus ke atas. Karena kami merasa aneh sudah tiba di atas namun tidak menemukan patung Bunda Maria, kami pun bertanya pada mama pembawa kayu. Beliau menunjukkan bahwa kami sudah naik terlalu jauh, seharusnya kami belok ke kanan. #nyasarmodeon
Walaupun nyasar, tapi perjalanan menuju Bukit Nilo juga tidak kalah indah, jadi nggak nyesel udah nyasar. Hahah. Senja warna jingga dan ungu menghiasi langit kala itu. Keceh sekali lah… Ada kemungkinan saya lagi lebay karena mau meninggalkan Maumere dalam hitungan hari. Saya benar-benar menghayati senja itu, Nilo sedang lumayan dingin dan berangin. 
Untuk menuju ke lokasi Bukit Nilo tidak terlalu jauh dari pusat kota Maumere. Kita hanya mengikuti jalur trans menuju Ende, hanya menempuh jarak sekitar 1 jam dan kita sudah tiba disana. Dari jalur utama kita akan belok ke kanan, akan ada papan penunjuk jalan ke Nilo. 
Patung Bunda Maria dari jauh
Dalam perjalanan menuju Patung Bunda Maria, kita akan melihat patung-patung Yesus berjejer di pinggir jalan. Patung-patung tersebut menggambarkan beberapa diorama di dalam kitab Injil yang disertai dengan informasinya. Di bukit ini seringkali ada perayaan-perayaan keagamaan umat Katolik. Karena lokasinya juga berdekatan dengan sebuah gereja kecil.

Menikmati pemandangan di Bukit Nilo lebih baik ketika pagi atau sore hari. Kalau siang bakalan kebakar sinar matahari, karena memang Maumere sangat panas. Jadi kalau datang ke Maumere jangan lupa untuk datang ke Bukit Nilo ya! 😀 😀

Ditulis di mess PT Harta Samudera, Ambon
Senin 23 Juni 2014 11:36 PM
#latepost lagi edisi mengenang sepotong keindahan Maumere.
Bunda Maria

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *