Mimpi Masa Kecil dan Main Ke Hangar Garuda #SambutA320NEO

Tahun 1996, Bunda pergi menuntun ilmu ke negeri jiran. Saya yang masih berumur 6 tahun, mengantarnya ikut ke Bandara Soekarno Hatta. Disitulah perkenalan saya pertama kali dengan sebuah ‘burung besi’ bernama pesawat. Kali itu, saya tak bisa melihat secara dekat seperti apa bentuk pesawat. Hanya bisa melihatnya dari titik paling atas bandara. Saya menunggu hingga pesawat yang dinaiki oleh bunda saya benar-benar berangkat. Dimulailah mimpi seorang anak kecil yang baru melihat pesawat, semoga suatu hari nanti bisa naik pesawat kemana-mana. 

Ternyata perkenalan saya dengan pesawat baru dimulai ketika saya berangkat ke Makassar dalam rangka menuntut ilmu. Tahun 2008 bulan Agustus, itulah pertama kalinya saya pergi ke luar kota dengan menggunakan burung besi. Takut? Sudah pasti. Saya banyak membaca doa perjalanan. Sepanjang jalan saya merapal dzikir. Almarhum nenek saya selalu memegang tangan saya dan bilang semua akan baik-baik saja. “Baca Al fatihah, saja,” ujarnya dengan logat Maluku yang kental. Saya duduk diam dan menangis di sepanjang jalan Jakarta – Makassar yang berjarak 1417 km. Untungnya saat itu malam hari, sehingga air mata saya tak terlihat dengan jelas. 

 

Setelah perkenalan itu, ternyata saya diberikan kesempatan untuk ‘mencoba’ berbagai jenis pesawat lainnya.  Mulai dari pesawat yang paling besar sampai bisa tidur nyenyak karena menempuh perjalanan lebih dari 7 jam. Hingga pesawat yang paling kecil dan sangat terasa turbulensinya mengerikan. Haha. 
Nah selama ini saya hanya melihat dan menggunakan pesawat, tapi belum pernah melihat bagaimana proses perawatan pesawat. Kebetulan, saya dan blogger-blogger mendapatkan undangan dari Citilink untuk main ke Garuda Maintanance Facility (GMF) Aero Asia dalam rangka menyambut pesawat Airbus 320neo pertama kali datang ke Indonesia. Wohhoo! Saya akan melihat banyak pesawat secara dekat. 
Maskapai berbiaya murah (Low Cost Carrier) Citilink Indonesia menyambut kedatangan pesawat Airbus A320 neo yang pertama kali di Indonesia pada hari Jumat, 24 Februari 2017. Ada total enam pesawat yang akan didatangkan oleh Citilink Indonesia pada tahun 2017. Dan kami beruntung bisa ikut dalam perhelatan yang sangat spesial bagi Citilink Indonesia. 
Perjalanan kami dimulai dari Kantor Utama Citilink, di Menara Citicon Lantai 14, Jakarta Barat. Kami diajak naik bis trans milik Garuda Indonesia. Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam lebih. Memasuki kawasan Bandara Soekarno Hatta, bis mengarah ke GMF Aero Asia. Kami harus mendata peralatan-peralatan elektronik yang kami bawa sebelum memasuki kawasan tersebut. Kalau tidak mendata barang-barang elektronik sebelumnya, dengan terpaksa barang-barang tersebut harus dititip ke petugas keamanan. Kenapa? Karena sudah ada prosedur yang demikian. Jadi ikuti saja. Haha.

Acarapun dimulai, k ami mendapatkan penjelasan kenapa pihak Citilink Indonesia memilih pesawat Airbus A320neo sebagai pilihan. “Penghematan bahan bakar ini membuat Airbus A320neo memiliki jarak tempuh yang lebih panjang dan daya angkut yang lebih besar dibandingkan seri pendahulunya, membuatnya cocok menerbangi langit di daerah timur Indonesia yang jaraknya cukup jauh dari kota hub penerbangan utama Citilink di Jawa dan Sumatera,” ujar Direktur Citilink Indonesia Mega Satria dalam pidatonya. Kami dibawa lagi menggunakan bis ke Hangar 4 GMF AeroAsia. Sudah banyak orang yang berkumpul dan juga stage yang disediakan oleh pihak panitia. Hangar 4 terdiri dari dua wing dan area perkantoran serta workshop di bagian tengah. Dibandingkan dengan hanggar sebelumnya, hanggar 4 ini memiliki konsep ramah lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan konstruksi khusus pada bagian hanggar 4, seperti skylight pada atap dan kaca panasap pada sisi samping hangar untuk memaksimalkan pencahayaan, kisi-kisi alumunium yang berfungsi untuk meminimalisir turbulensi udara, serta penggunaan Metal Halide (MH) lamps pada hangar untuk menghasilkan warna putih dengan kualitas baik dan konsumsi rendah. 

Masih banyak keuntungan dengan menggunakan Airbus A320neo ini. Selain hemat bahan bakar hingga 15 persen, pesawat ini juga menggunakan teknologi ramah lingkungan dengan kadar emisi yang lebih rendah. Tak hanya itu, Citilink mengutamakan kenyamanan penumpang. Hal ini dibuktikan dengan Airbus A320NEO memiliki tingkat kebisingan yang rendah jika dibandingkan dengan seri pendahulunya. Penumpang juga dimanjakan dengan luas kabin yang lebih besar daripada seri pendahulunya. 
Setelah pidato dan pembukaan, kami disuguhkan tarian penyambutan pesawat AirbusA320NEO. Pesawat AirbusA320NEO langsung diterbangkan dari Toulose, Perancis. Capt Arry Kalzaman beserta co-pilot dan teknisi dari Citilink Indonesia membawa cerita hebat kali ini. Perjalanan ditempuh selama 15.5 jam dari Perancis ke Jakarta via Dubai. Keren lah. Pasti capek, tapi Capt Arry Kalzaman tetap terlihat ceria dan mengiyakan ajakan berfoto bersama para blogger. 
pesawat tiba dengan tarian penyambutan dan siraman air
me with Capt Arry Kalzaman
Kami juga diizinkan untuk melihat secara langsung isi pesawat Airbus A320NEO. Dari awal saya sudah mengincar bagian kokpit. Haha. Tapi ternyata lumayan banyak orang yang ingin duduk di kokpit tersebut. Setelah mengantri sekian lama, saya dan Kak Vira mendapatkan kesempatan untuk duduk di dalam kokpit. Foto-foto walaupun pemandangan di luar hanya bangunan. Haha. 
Setelah itu kami pun menjelajahi isi pesawat Airbus A320NEO ini. Untuk bagian kabin, terasa lebih luas. Pesawat ini bisa menampung sekitar 190 penumpang dengan sandaran kaki lebih luas. Setiap satu penerbangan, penumpang akan ditemani oleh 4 pramugara/i selama penerbangan. Untuk WC pun juga terlihat lebih modern dan elegan. Bisa duduk lama-lama sambil ngaca kayaknya. Haha. Bagian kompartemen pun juga terlihat lebih luas, sehingga bagasi penumpang bisa muat lebih banyak. 

Ditulis di ISKINDORencananya pesawat Airbus A320NEO ini akan didatangkan secara bertahap untuk mengakomodir permintaan dan kebutuhan penerbangan domestik serta regional yang terus meningkat. Harapannya Citilink Indonesia bisa terus mencapai On Time Performance (OTP) dalam melayani penumpang. Sesuai jadwal, Citilink Indonesia akan mendatangkan total 10 unit pesawat Airbus A320NEO hingga tahun 2018 dan saat ini telah mengoperasikan 44 pesawat Airbus A320CEO. 
Maju terus Citilink Indonesia!
15:56 WIB, Rabu 1 Maret 2017
Sambil denger lagu Coldplay _ something just like this

You may also like

1 Comment

  1. Mau kesini juga 😐 aku seneng liat pesawat dari deket gini 😀 kan bisa spam shutter kamera kalau emang pas di event gini~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *