Nama Kami, Laskar Sebatik!

Doa saya di semester satu ketika semua senior di Kelautan berbicara tentang KKN, “ ya Allah, berikanlah saya masa-masa KKN yang tak akan terlupakan, kalau bisa dapat KKN yang berbeda dengan yang lain”. Dan doa itu saya tulis di sebuah karton besar dan tertempel kuat di dinding kamar.
Saya terlambat mengikuti program KKN, di Unhas angkatan 2008 seharusnya mengikuti KKN pada tahun 2011. Sedangkan yang terjadi di saya adalah mengikuti program KKN pada tahun 2012. Tapi yang saya yakini, Tuhan selalu memberikan anugerah terkadang kita tidak tau apakah itu disebut anugerah atau tidak.
Dan ini adalah cerita tentang anugerah yang Allah SWT berikan kepada saya. Anugerah berupa teman-teman yang penuh dukungan, cinta dan tawa. Laskar Sebatik, itulah namanya. Kumpulan orang gila, berani dan sangat cinta petualangan. Terdiri dari orang-orang terpilih untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Sebatik, perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
Cerita dimulai ketika Juni tahun lalu, UPT KKN membuka kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki jiwa petualangan dan keberanian untuk KKN di Pulau Sebatik. Program ini ada berkat kerjasama antara Universitas Hasanuddin dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP). Akhirnya setelah melalui seleksi wawancara yang ketat, dari 67 pendaftar, terpilihlah 15 orang.
Dan voila, saya ada di dalam daftar tersebut! 😀 #sujud syukur.. Ancha, salah satu teman angkatan saya juga terpilih untuk ikut dalam KKN ini. Dan akhirnya pertemuan pertama digelar, saya menjadi mengenal satu per satu anggota KKN ini. Tapi, ada info dari pihak UPT untuk menambah peserta KKN Sebatik yaitu anak Fakultas Kedokteran dan Fakultas Pertanian. Karena ada dua orang yang mundur, yaitu Hidri dan La Nane, tim kami menjadi 20 orang saja.
Pertemuan pertama di Ipteks, waktu itu, saya hanya mengenal beberapa saja. Misalnya Alin (Perikanan), Atri (Teknik Arsi), Aka (Teknik Perkapalan), Tajrim (Ekonomi), Ghea (Kedokteran à ini sepupu saya), Ifa (FKM), dan Ancha (Kelautan). Sisanya saya baru mengenal mereka. Tapi saya mulai tau kenapa kami terpilih, awal pertemuan kami sudah bisa bergabung dan gila-gilaan.
Ketika hari keberangkatan, banyak kegilaan yang terlaksana. Mulai dari saya yang nyaris ketinggalan, ternyata masih ada beberapa yang lebih terlambat. Colek Ara dan Benjo. Di bis kami banyak bercanda dan disini perjalanan terasa menyenangkan. Kapal yang akan kami gunakan sudah nyaris berangkat. Alhamdulillah kami masih ditunggu. 😀
Perjalanan menggunakan KM Tidar juga tak akan terlupakan, kami semakin akrab ketika di kapal. Semakin mengenal satu sama lain. Mulai dari Benjo yang sangat rusuh, Tajrim yang tak mau disentuh oleh perempuan, Burdi yang ga jelas, Firman calon dokter yang sok cool, Siang sang petualang, Aka yang rambutnya megar, Linda yang awalnya kalem ternyata gila, Atri yang perokok dan nyaris bertengkar dengan saya gara-gara asap dan lain-lain. Hahahha. Perjalanan kami sangat seru.
Kenangan-kenangan itu terasa begitu hidup. Dan saya bersyukur bisa mengenal kalian. Walaupun KKN itu sudah berlalu nyaris satu tahun yang lalu, tapi keakraban kita selalu terbangun. Karena kalian sang petualang nyata.
ini adalah sedikit profile para Laskar Sebatik di mata saya :
Ancha – Sang Kepala Suku
Cowok gondrong (sekarang sudah cukur pendek), yang selalu marah-marah ga jelas ini udah saya kenal sejak semester pertama. Pecinta diving ini terkenal dengan pengalaman diving yang diatas rata-rata. Wajar aja kalau dia terpilih, dia pernah ikut berlayar ketika masih SMA.

Atri – si cowok filsafat
Saya kenal Atri ketika acara Green, Health and Safer (GHS) pada tahun 2011. Tipikal cowok dingin dan membuat penasaran. Tapi sayangnya dia sangat keras kepala, pernah suatu saat kita nyaris bertengkar gara-gara rokok di KM Tidar. Hahaha. Dia penyuka filsafat, saya jatuh cinta dengan buku Dee gara-gara dia.

Benjo – pecinta Ben Joshua dan angka 3
Kalau pertama kali kenal ini anak pasti nganggep dia ngeselin setengah mati. Pas ketemu di UPT KKN untuk wawancara dia noyor pundak saya dan langsung nyerocos ga jelas. Dalam hati “mudah-mudahan kalau dia lolos ga seposko sama saya”. Hahahah. Ternyata anggapan pertama kali langsung buyar kalau uda kenal lama sama dia. Orangnya gokil dan asik diajak ngobrol. (oia, dia juga minta pindah urutan menjadi orang ketiga yang tertulis disini). hahaha
Ara – kecil-kecil cabe rawit
Ini anak yang pernah buat kita nyaris ketinggalan kapal. Hahaha. Ngegossip dan ngerumpi adalah keahliannya. Apalagi ditempatkan satu posko dengan Benjo dan Mila membuat mereka mendapat teman geng di Sebatik.
Linda – sok kalem ternyata gila
Nah ini anak luarannya nipu abis. Pas pertama kali ketemuan di Ipteks, dia keliatan kalem banget. Ngomongnya kayak orang yang pendiam. Ternyata, pas udah akrab. Suaranya menggelegar dan membahana. Apalagi pas ketawa. Ckckck. Langsung keluar aslinya. Coba aja kenalan, pasti kalian kaget.
Alin – si alim dengan kacamata
Alin, kalau inget dia inget salah seorang seniorku yang mengenalkanku dengannya. Katanya saya mirip dengan Alin, mirip nama, mirip kacamatanya, mirip karena sama-sama dari daerah Jawa Barat. Hahaha. Alin ini kalem banget. Dan bener-bener nyantol sama ibunya. Jadi inget kejadian di posko. Hahaha.
Ifa – sekertaris sok sibuk
Hahah. Ini anak pernah saya kenal di sebuah acara Public Speaking FKM tahun 2011. Pada saat itu saya tidak terlalu kenal, tapi karena ia selalu menyapa, jadi saya harus baik-baik sama dia. Tidak taunya, saya seposko dengannya. Hahaha. Menjadi sekertaris pulau membuat dia sering berinteraksi dengan Ancha. Sok sibuk deh pokoknya. Tapi dia baik kok, kadang-kadang tanduknya keluar untuk ngerjain orang.
Ghea – sepupu pecinta travel
Kalau bicara soal Ghea, udah tau luar dalem deh. Beliau adalah kakak sepupu saya, lahir 12 hari lebih dulu. Pecinta travel ini tiba-tiba dipilih oleh dekannya untuk ikut program KKN ini. Saya ga ngerti kenapa harus dia coba. Hahaha. Ini anak tomboy banget. Lebih parah daripada saya.
Firman – calon dokter sok cool (cooli, baca : kuli)
Panggilan sayang dari Ara, Mila dan Benjo buat Firman adalah Kuli. Hahaha. Karena si Firman baik banget telah mengangkat barang-barang mereka dan dia dipanggil kuli. Pada dasarnya si Firman ini pendiam dan baik banget. Tapi entah karena lingkungannya membuat dia jadi gila dan hancur pada akhirnya. Hahaha
Andis – si kalem dan suara lembut
Subhanallah, kalau liat Andis pasti akan berdecak kagum. Beda dari yang lain yang ga jelas dan serampangan. Andis itu suaranya merdu kalau baca Quran, kalem (jarang ketawa ngakak), apa lagi ya? Dia juga smart. Andis susah dicari keburukannya. Hahaha.
Milha Chem – si cerewet tingkat 3
Awalnya dia selalu ejek-ejekan sama La Nane, sayang, La Nane ga ikut. Akhirnya dia cari korban baru. Alhasil cowok-cowok seperti Firman selalu jadi bahan ejekannya. Hahaha. Satu posko dengan Benjo dan Ara membuat dia semakin “liar”. Ahahaha.

Aka – si diver gimbal
Inget Aka, inget pelatihan Dive yang pernah dilakukan Marine Science Diving Club tahun 2009. Saat itu, saya dan Aka tergabung menjadi satu angkatan, angkatan 19. Aka baik dan lucu. Mirip puddle gitu.. #eh. Yang saya suka dari Aka, dia bisa jadi trigger untuk mengundang tawa bagi laskar lainnya. Ga seru kalau ga ada Aka.
Burdi – sok gila!
Cowok ga jelas ini keliatannya sangat sayang sama ceweknya. Kayaknya dia mau nikah tahun ini. Orangnya asik, tapi pas awalnya dia agak jaga jarak. Tapi toh nyatanya bisa caur juga. di posko Sebatik Tengah ia terlihat dewasa. karena selalu melerai pertengkaran kecil antara Firman dan Andis. hehehe. 
burdi dan rahmat
Rahmat – orang gila!
Cowok yang punya cara ketawa yang aneh setengah mati. Eheeeheeeheee. (silahkan bayangkan cara ketawanya). Dia ini satu kamar dengan Burdi di Makassar. Entah kenapa Burdi bisa tahan hidup denngan manusia galau ini. Menurut sumber yang bisa dipercaya, ketika di Sebatik, ia selalu merenung dan menggalau di dermaga panjang. Hahahah.

Tajo – cowok yang ga mau disentuh cewek

Iqbal, eh Tajrim, pernah saya kenal ketika mengikuti UKM Karate tahun 2011. Saat itu, Iqbal eh Tajrim adalah teman satu diksar. Tapi karena kesibukan, saya jadi tidak pernah ikut karate lagi. Otomatis pertemuan saya dengan Tajrim pun terhenti. Ketika di Sebatik dipertemukan, ia semakin alim. Hahah. 😀

Siang – pecinta travel dan petualangan

Anak Kehutanan ini terlihat dewasa, tinggi semampai dan wajah sangat ayu. Tapi tak sangka ia adalah petualang sejati. Tergabung dengan unit kegiatan pecinta alam di Kehutanan membuat ia senang petualangan. Saat ini saja, ia sedang mengikuti XPDC selama 4 bulan. Keep up the spirit, Siang! 😀
Opu – si kumis tipis
Kalau ingat anak ini, pasti ingatan kita akan kembali ke kumis tipisnya ala Cheng Ho. Kumis tipis nan manis selalu tergantung di atas bibir tipis. Ahahaha. Anak ini pernah terpilih untuk ikut Pelatihan Tempo. So, bisa dikatakan beliau jago nulis. Lebih jago daripada saya.

Rahma – si cumlaude

Bicara tentang Rahma pasti akan inget tentang kealiman dan suaranya yang lemah lembut. Tipe-tipe Andis dan Ragel gitu deh. Kalem dan kemayu. Dan ternyata Rahma menunjukkan tajinya, ia menyabet gelar sarjana terbaik di fakultas dan berhak mendapat beasiswa pascasarjana. Congratulation ya sayang! 😀

Ragel – anak Papua yang ga keliatan
Atri yang suka banget godain Ragel dengan sapaan ala Papua. Cewek berkacamata ini suaranya halus. Tapi kuat kok kalau dimintai tolong. Sya suka Ragel karena dia bener-bener down to earth. Ga neko-neko. Pake kerudung langsung kayak saya. Hahahaha.
Dan doa saya ketika semester satu untuk mendapatkan pengalaman ber-KKN yang tak akan terlupakan akhirnya terwujud. Karena kalian, Laskar Sebatik..

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *