Nasib Pahlawan Devisa di Negara Asing

Erwina Sulitiyaningsih yang disiksa oleh majikannya di Hong Kong
Seperti tidak ada habisnya berita mengenai kekejaman yang dilakukan oleh majikan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri. Berita mengenai Kokom, Sri, Kartika dan ribuan TKI lain sudah menghiasi layar komputer dan televisi kita, namun seakan hanya menjadi sebuah adegan sebuah sinetron. Tak di dengar dan tak dilirik.
Kali ini kita kembali diguncang dengan hadirnya TKI bernama Erwiana yang disiksa oleh majikannya di Hong Kong. Ia menjadi korban kekerasan fisik oleh majikannya selama 8 bulan!! Tanpa ampun, majikan Erwiana memukulnya tiap hari dengan hanger. Kaki dan tangannya entah seperti apa bentuknya. Melepuh seperti tersiram air panas.
Menurut sumber yang saya dapatkan di Kaskus.com, Erwiana adalah TKI asal Ngawi, Jawa Timur. Ia mulai menjadi TKI pada tanggal 13 Mei 2013. Setiap harinya ia dimarahi dan dipukul oleh benda apa saja. Karena tak tahan, ia mengadu kepada pihak PJTKI. Namun ia malah dikembalikan lagi ke majikannya oleh agennya. Karena ia bingung mau lari kemana, ia pun menerima siksaan itu setiap hari. Hingga ia mulai sakit dan majikannya menyuruhnya ia pulang.
Foto yang ada di internet membuat saya miris. Sebegitu kejamkah manusia hingga saling menyiksa manusia lainnya? Apa yang mereka dapatkan ketika menyiksa orang lain? Entah majikannya punya penyakit kejiwaan atau yang lainnya, saya tidak tahu. Yang saya kritisi disini adalah lemahnya regulasi yang dimiliki oleh pemerintah terhadap TKI. Seakan tidak ada perlindungan yang kuat bagi para TKI yang ada di luar sana.Seolah janji pemerintah kepada Pahlawan Devisa ini hanya sekedar isapan jempol belaka. Toh mereka tidak pernah mendapatkan perhatian dan perlindungan yang cukup dan memadai di luar sana.
Di saat para Demagog (lihat di bawah) sedang membicarakan soal kesejahteraan rakyat, padahal mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Semua politisi berusaha mencari simpati, padahal mereka hanya mengumbar janji  yang tak pasti. Ah, akan hancur jika negara ini dipenuhi oleh sampah-sampah politisi yang terus menerus berjanji tanpa memberi bukti.
Sudah terlalu banyak kesakitan yang ditanggung oleh negeri ini. Para TKI, nelayan, petani dan profesi lainnya yang tak banyak menghasilkan uang tapi besar resikonya. Sudah seharusnya para politisi mulai membenahi apa-apa saja yang sedang terjadi di negeri ini. Jika mereka benar-benar peduli, tak sepantasnya mereka hanya duduk ongkang-ongkang kaki melihat wajah kacau ibu pertiwi.

Semoga Indonesia semakin baik lagi. Dan politisi-politisi busuk cepat pergi dan hengkang dari negeri ini…
Demagog adalah sebuah istilah–yang telah ada sejak zaman Yunani Kuno–untuk menyebut sekumpulan orang-orang yang berpikir dan bertindak culas dan licik, lebih mementingkan diri sendiri, menebar pesona dengan pencitraan (kamuflase), berkoar atas nama kebenaran, namun seringkali memanipulasi kebenaran itu dengan opini dan wacana.
Ditulis di Kantor Fishing and Living Labuhan Lombok Timur
Jumat, 17 Januari 2014 19:10 Wita

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *