Nikmatnya Bersepeda di Kota Boulder


Boulder, sebuah kota kecil yang terletak di Colorado. Kota yang menurut hemat saya sangat unik. Sebagai pesepeda aktif di kampus saya, banyak hal yang saya pelajari dari Boulder. Pertama, Boulder adalah kota yang menawarkan kesempatan bagi penduduknya untuk  bersepeda lebih besar daripada menggunakan kendaraan pribadi. Karena kota Boulder memiliki jalanan khusus bagi para pesepeda. Uniknya lagi, jalanan sepeda dibuat berbeda dengan jalanan kota biasa. Kita akan disuguhkan pemandangan sungai Boulder Creek yang berasal dari es yang meleleh dan hijaunya kota Boulder.

Selain itu, Boulder adalah kota pertama di Amerika Serikat yang mewajibkan penduduknya untuk membayar pajak ruangan terbuka (open space tax).  Sehingga ruang terbuka hijau di dalam Kota Boulder sangat besar. Tak heran ia diganjar sebagai “The Greenest City”  and “The Greenest University”. Memiliki nilai lingkungan (valueable) yang lebih besar adalah keinginan para penduduk di kota kecil ini.

Boulder sering digunakan para atlet pesepeda sebagai tempat latihan. Ada beberapa sebab kenapa atlet profesional memilih tempat ini. Pertama, ketinggian Boulder yang dekat dengan Rocky Mountain (high altitude) dibandingkan daerah lain sehingga melatih kekuatan paru-paru. Karena di daerah yang lebih tinggi, oksigen lebih sedikit. Kedua, Boulder memiliki jalur sepeda yang sangat ramah bagi pesepeda. Ketiga,  di jalur pesepeda, anda akan melihat sejarah yang ditampilkan di beberapa titik jalur sepeda. Keempat, anda bisa menyewa sepeda di mana saja. Pemerintah Boulder menyediakan B-cycle. Sepeda di kios B-cycle bisa anda gunakan selama satu tahun penuh. Cukup dengan membayar 40 dollar per tahun. Anda bisa menemukan titik B-cycle dimanapun didalam kota.

Bersepeda di kota ini akan menemukan sensasi baru dalam bersepeda. Anda akan disuguhkan keindahan panorama kota Boulder dengan background Rocky Mountain dipadu dengan jalanan yang sangat modern. Bulan lalu (18/06), saya dan teman-teman dari lima negara mendapatkan kesempatan untuk mencicipi asyiknya bersepeda di kota yang diresmikan pada tahun 1871. Perjalanan dimulai dari University of Colorado, kami dipandu oleh Andrea, pendiri Boulder Area Bicycle Adventures.  Kami diajak melewati track sepeda yang biasa dilalui pesepeda jika ingin trail ke Rocky Mountain.

Titik start kami adalah C4C University of Colorado, lalu kami melewati jembatan kecil menuju Rocky Mountain. Karena kebetulan kami berada di musim panas, seringkali kami menemukan tupai yang sedang meloncat-loncat di bawah pohon. Tupai bahkan rakun adalah pemandangan lumrah di musim panas yang akan sering anda lihat jika berkunjung ke Boulder.

Selama perjalanan, saya melihat beberapa patung manusia di sisi jalur sepeda. Misalnya saja patung Chief Newot, salah satu ketua dari Suku Arapahoe. Pada awalnya Boulder adalah sebuah daerah yang didiami oleh Suku Arapahoe. Sebuah suku yang memiliki garis keturunan dengan suku Indian. Lalu terdengar kabar bahwa Rocky Mountains memiliki kandungan emas. Para penambang pun datang ke kota ini untuk mencari emas. Sama halnya dengan suku Indian yang tergeser, suku Arapahoe pun lama kelamaan hilang dari daerah tersebut. Pernah ada pembunuhan massal yang dilakukan pada 22 November 1864. Namun setelah adanya Indian Act, sebuah peraturan untuk menghormati suku Indian pada tahun 1951, suku Arapahoe diakui sebagai orang-orang  pertama yang hidup di Boulder.
Tak lupa, Andrea membawa kami ke sebuah penanda bahwa pernah terjadi banjir yang sangat cepat (flash flood) namun sangat mematikan. Banjir ini terjadi pada tahun 1997 yang menewaskan lebih dari 350 orang. Pihak pemerintah memberikan sebuah monumen kecil untuk menghormati para korban, selain itu sebagai pengingat agar warga bisa lebih waspada terhadap banjir jenis ini.

Kami juga berkunjung ke sebuah titik di Boulder Creek. Di titik ini anda bisa memesan perahu karet untuk mencoba dinginnya air dan derasnya sungai ini. Menurut Andrea, penduduk diajak mengenal lingkungannya. Karena jika ada tempat wisata di sungai ini, para penduduk bisa lebih memperhatikan kebersihan sungai ini. Memang saya akui, tak ada satu pun sampah di sungai ini. Walau dasar sungai agak kecoklatan, namun air yang mengalir sangat jernih.

Andrea mengajak kami untuk naik melihat keadaan Rocky Mountain. Namun, kami sudah mulai kelelahan, karena track yang dikunjungi sangat mendaki. Ternyata sangat sulit menjadi atlet profesional dalam olahraga bersepeda. Sebenarnya masih ada beberapa situs yang menarik untuk dikunjungi, misalnya saja Chautaqua Mountain, Royal Arch, Flagstaff Mountain, atau Flatirons. Saya sempat berkunjung ke Chautauqua Mountain. Di daerah ini, sepeda dilarang, namun anda bisa menitipkan sepeda anda dan naik ke bukit untuk melihat kota Boulder yang sangat hijau.

Jika anda pecinta sepeda, coba kunjungi Boulder dan rasakan bedanya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *