Our First Winter in Wageningen

Setelah beberapa bulan di Wageningen, akhirnya kami merasakan salju untuk pertama kalinya. Walaupun menurut Google, winter akan dimulai pada tanggal 20 Desember 2017 dan berakhir pada tanggal 20 Maret 2018, tapi salju sudah mulai bertaburan di Wageningen hari ini.

Awalnya hanya sedikit, tapi lama kelamaan ia menjadi semakin banyak. Suhu di luar menunjukkan pukul minus 5 derajat celcius. Warna lapangan di luar apartemen yang tadinya hijau berubah menjadi putih. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi keluar dan melihat keadaan di sekitar.

Jalanan yang awalnya berwarna gelap mulai memutih sedikit demi sedikit. Rerumputan pun mulai tertutup salju tipis. Ramalan cuaca mengatakan hari ini salju akan turun deras. Ketika saya dan Isti memutuskan untuk keluar rumah, tak berapa lama salju mulai menderas. Ketika menempel di pipi, ia melumer seperti es serut di toko pisang ijo. Sayangnya saya dan Isti tak membawa sirup DHT agar es serut ini memiliki rasa.

Perempatan Asserpark menjadi saksi kami bermain salju. Mungkin kenorakan kami dipicu oleh melihat salju pertama kali. Karena saya pun Isti baru pertama kali melihat ‘es serut’ jatuh dari langit. Kami hanya melihat es serut jatuh dari serutan es yang digunakan oleh penjual pisang ijo maupun es doger. Jadi maafkan kami yang terus-terus menengadah ke langit sambil membuka mulut besar-besar. Sembari berharap salju ini memiliki rasa sirup.

bunderan Asserpark
pinggir Assserpark

Hampir tengah hari salju tak kunjung berhenti malah semakin lebat. Ramalan cuaca mengatakan bahwa suhu akan berada di bawah minus lima derajat. Dan benar saja kami berdua mulai mengigil di luar. Padahal sesi pengambilan gambar belum selesai. Namun jari jemari sudah mulai membeku bahkan hampir membiru. Isti tak menggunakan sarung tangan sama sekali. “Saya sudah membiasakan diri sejak seminggu lalu,” katanya bangga.

Akhirnya kami menyerah dengan salju yang semakin lebat dan gemuruh angin bersahut-sahutan. Inilah kali pertama saya melihat badai salju. Saya dan Isti segera menghangatkan diri dan segera memindahkan foto-foto di dalam laptop. Ternyata banyak yang bagus heheh. 🙂

Yellow Warning

Ternyata salju hanya cantik di penampakannya, ia bisa sangat mengerikan. Selama melakukan pengamatan di luar rumah saya melihat banyak mobil yang bergerak secara hati-hati. Karena beberapa kali mereka terpeleset karena salju sudah mulai banyak yang membeku. Mobil penghancur salju juga sudah mulai beroperasi. Menurut beberapa orang, mobil penghancur salju itu menaburkan garam di atas jalan agar salju cepat mencair. Sehingga pengendara mobil maupun sepeda tidak tergelincir.

Selain itu disini juga ada peringatan jika cuaca sudah memburuk. Entah hujan, angin atau kabut. Biasanya akan ada peringatan berupa Yellow Warning. Bis juga berhenti beroperasi jika sudah ada peringatan Yellow Warning. Apa itu Yellow Warning? Sebuah peringatan karena salju terlalu tebal dan bisa membuat moda transportasi berhenti, mulai dari kereta, bis bahkan jadwal penerbangan. Karenanya salju tak bisa dianggap sepele maupun mudah.

Selain badai salju, setelah badai juga harus berhati-hati. Karena salju yang mencari membuat jalan menjadi licin. Kadang ban menjadi tidak terkendali dan membuat pengendara sepeda terjatuh. Jadi ketika salju mencair juga harus berhati-hati. 🙂

Terima kasih Salju atas pengalamannya. Semoga engkau segera pergi. Ternyata saya merindukan Mentari, maafkan itu bukan kamu..

 

ditulis di Asserpark

19:40 , Sunday, 10 Desember 2017

sambil denger lagu Push / Matchbox Twenty

 

 

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.