Pantai Pasir Pink di Maluku

Selama ini pantai pink identik dengan daerah Nusa Tenggara, namun ternyata saya menemukan pantai berpasir pink di daerah Maluku. Hal ini terjadi saya selalu melewati Kampung Bajo di Pal Lima tanpa menoleh. Karena pantai ini terletak di pinggir jalan. Biasanya sudah banyak orang disana. Dan saya tidak suka dengan keramaian kalau di Buru. Saya lebih suka dengan pantai yang jarang dikunjungi oleh manusia. Karena saya bisa lebih banyak berdiam dan menikmati keindahan alam tanpa terganggu oleh kehadiran spesies bernama manusia. 
Tapi karena Mandy, peneliti dari Wageningen University membutuhkan data dari Kampung Bajo di daerah Pal Lima membuat saya harus ke tempat ini. Saat itu saya masih berpikiran bahwa pantai ini akan sama saja dengan pantai-pantai di Pulau Buru yang notabene berwarna putih dan berkarang. Pantai ini terletak tak jauh dari pusat Kota Namlea, sekitar 8 km dari pusat kota. 

 

Kenapa bisa pasir berwarna merah muda? Hal ini disebabkan oleh pecahan karang yang terkikis oleh air laut menyebabkan tercampurnya pasir dengan pecahan karang. Jika diperhatikan dengan baik, ada beberapa pecahan karang yang belum tercampur dengan pasir secara baik. warna merah muda ini kadang tidak terlalu mencolok. Namun jika matahari sedang terik, kita bisa melihat gradasi warna merah muda di garis pantai.Kami menggunakan jasa ojek dari Namlea dan tiba di Kampung Bajo tepat pukul 16.00 WIT. Kami membayar 15ribu rupiah untuk satu ojek yang kami sewa. Perjalanan hanya ditempuh sekitar 15 menit saja. Sudah ada beberapa nelayan yang siap bermain permainan dengan kami. Tapi karena masih ada satu orang yang kami tunggu, saya pun mulai menjelajahi sedikit garis pantai di Kampung Bajo. Saya terkagum dengan warna pasir yang berwarna merah muda. 
Pantai Pal Lima menjadi salah satu spot wisata bagi para penduduk Namlea. Karena lokasinya gampang dijangkau dari Kota Namlea. Selain itu sudah banyak penduduk setempat yang menggelar barang dagangan mereka. Mulai dari pisang goreng, kasbi goreng, yang dinikmati dengan teh hangat ataupun es kelapa. Tak jarang para wisatawan sudah membawa bekal mereka masing-masing dan piknik disini. Ada beberapa spot yang bisa dipilih untuk tempat piknik, karena beberapa spot yang berada dekat dengan rumah warga terlihat tidak jernih airnya. 

Penduduk di Kampung Bajo ini banyak berprofesi sebagai nelayan. Sejak tahun 90-an, mereka sudah mulai menempati kampung ini. Seperti namanya, banyak penduduk desa ini berasal dari Bajo atau Bau-bau di Sulawesi Tenggara. Tak lebih dari 20 kepala keluarga yang tinggal di Kampung Bajo. Kebanyakan mereka adalah pemancing ikan tuna dengan menggunakan handline. Ikan yang mereka dapatkan dijual kepada pembeli setempat yang disebut Papalele. Kegiatan sehari-hari para ibu rumah tangga selain mengasuh anak adalah berjualan di sekitar pantai ketika sore hari.
Sayangnya tidak ada fasilitas umum seperti WC ataupun kamar ganti yang memadai bagi para wisatawan di pantai ini. Para penduduk disini tidak memiliki kamar mandi ataupun toilet untuk rumah tangga. Mereka terbiasa melakukan MCK di belakang rumah panggung mereka. Sehingga mungkin wisatawan seperti saya harus menahan pipis hingga kami tiba di hotel. Wajar saja, untuk masuk dan berenang di Pantai Pal Lima kita tidak akan ditagih apapun untuk uang retribusi masuk ke pantai.
Belum banyak orang yang melirik potensi pantai pink yang terletak di Pulau Buru. Masih banyak wisatawan yang mengincar keindahan pantai pasir putih di Pantai Jikumerasa. Semoga bisa menjadi alternatif wisata di Pulau Buru
ditulis di ISKINDO
0:10 WIB, Rabu 2 Maret 2017
sambil denger lagu Future – Coldplay ft Cold

You may also like

1 Comment

  1. Lho ternyata ada juga ya di Maluku, berarti ada satu lagi yang harus dikunjungi yak selain di lombok sama flores 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *