Penangkapan Ikan Hiu di Dunia dan Indonesia

Perikanan tangkap komersial yang memburu hiu semakin marak setiap harinya di dunia. Hiu diambil siripnya (untuk dijadikan sup sirip) selain itu daging, minyak, tulang rawan, hati dan kulitnya juga diambil. 73 juta hiu dibunuh setiap tahunnya, Hal ini didasarkan pada analisis Hong Kong Shark Fin Trade (2000). Banyak peneliti yang memprediksikan 100 juta hiu dibunuh setiap tahunnya. 
Populasi hiu menurun sebanyak 70 – 80 % setiap tahunnya, merujuk pada penelitian global tentang hiu. Beberapa populasi hiu sepeti Hiu Porbeagle di Atlantik Utara dan Spiny Dogfish di Baratdaya Atlantik semakin berkurang secara bertahap hingga 90 %.
Tiga puluh persen hiu dan ikan pari sekarang menjadi hewan yang terancam punah dan masuk dalam kategori Threatened (Terancam) atau Near Threatened with extinction (terancam punah). Prediksi ini menunjukkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat perburuan hiu yang sangat tinggi. Kemudian disusul oleh negara India, Taiwan, Cina, Spanyol dan Mexico (FAO, 200)
Nilai ekonomis ikan hiu ini menaikkan pertumbuhan ekonomi di Asia (sebagian besar di Cina). Kenaikan ini adalah salah satu faktor eksploitasi hiu di seluruh dunia. Satu mangkuk sup sirip ikan hiu berharga US$100 atau setara 1 juta rupiah. 
Padahal ikan hiu memainkan peranan penting dalam struktur dan fungsi di dalam sebuah ekosistem. Hiu memiliki kemampuan untuk meregulasi dan mengontrol tingkat variasi dan kepadatan spesies di bawah tingkat trofi mereka. Hilangnya hiu di dalam sebuah rantai makanan akan dirasakan oleh seluruh ekosistem di laut. 
Selain itu, hiu memiliki nilai untuk bidang ekoturisme seperti diving, snorkelling dan melihat keberadaan hiu (shark watching). Jika hal ini digalakkan, hiu bisa memiliki nilai yang lebih dibandingkan jika sekedar digunakan sebagai makanan. Sebagai contoh, ekoturisme Whale Shark bernilai sekitar $47.5 juta setiap tahunnya dan ekoturisme hiu jinak di Bahamas bisa meningkatkan perekonomian disana setiap tahunnya. 
Untuk melindungi hiu dari kepunahan diperlukan hukum perlindungan hiu yang berkelanjutan, kuat dan berbasiskan ilmu pengetahuan. Dimana semua itu harus diperkuat dengan regulasi perikanan yang melarang perdagangan daging dan sirip hiu.
Laporan terbaru menyebutkan Indonesia adalah salah satu negara penyumbang penangkapan hiu paling besar hingga 681.012 kg yang diekspor ke Hong Kong. Pertumbuhan penangkapan ikan hiu dikarenakan permintaan manusia yang semakin besar terhadap hiu. Sup hiu adalah salah satu penganan penting dalam kultur tradisional China. Dimana sup digunakan pada jamuan makan masyarakat kelas atas. Biasa disajikan pada upacara pernikahan, pertemuan bisnis dan selebrasi mewah dan megah.
Berdasarkan pengamatan saya di beberapa daerah, ikan hiu memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Sehingga para nelayan mengambil ikan hiu. Entah itu memang sebagai target utama atau hasil tangkapan samping (bycatch). 

bersambung. masih belum selesai.. 😀


 #SaveShark

Kepulauan Riau,
8 Desember 2013 18:38 WIB


 

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *