Tips Memesan Tiket dan Pengalaman Naik Kereta dari Belanda ke Jerman

Ini adalah kali pertama saya naik kereta antar negara. Selama ini hanya naik kereta Intercity atau Sprinter di dalam Belanda. Tapi karena keinginan saya untuk mengunjungi Fadli Mustamin di Bonn, Jerman, saya pun mencari alternatif transportasi menuju kesana.

Menurut Fadli cara yang paling mudah untuk mencari transportasi bisa melalui website Go Euro. Dari website Go Euro saya memasukkan stasiun kereta besar yang terdekat dari Wageningen yaitu Arnhem. Jarak Wageningen ke Arnhem hanya 10 menit naik kereta.

Di website Go Euro ada beberapa pilihan kereta mulai dari yang termurah, tercepat ataupun melihat waktu tiba di kota tujuan. Karena kami travelling berdua dan juga dalam budget rendah, kami pun memilih opsi yang termurah. Ada beberapa tips yang bisa diperhatikan ketika memesan tiket kereta.

Hati-hati memilih Jadwal

masuk ke dalam website Go Euro
pilihan perjalanan jika pulang pergi tampilannya seperti ini
perhatikan transfer time antar kereta. usahakan memilih yang lebih dari 10 menit

Menurut Fadli dalam memilih jadwal kereta kita harus berhati-hati. Karena sering kali waktu kedatangan atau ketibaan kereta bisa terlambat. Jadi harus memilih jadwal yang perbedaan waktunya sekitar 10 menit. Kalau perbedaan waktu (transfer time) ke kereta berikutnya hanya 3 menit atau 6 menit ada kemungkinan besar kita bisa terlambat.

Selain itu perbedaan harga kalau beli tiket satu kali perjalanan atau Pulang-Pergi juga harus diperhatikan. Menurut pengalaman, beli tiket pulang pergi lebih murah daripada satu kali jalan.

Pembayaran bisa dilakukan dengan Credit Card atau PayPal. Setelah itu, kalian akan mendapatkan tiket online PDF.

Jangan lupa Print Tiket

Pengalaman kemarin, tiket yang diprint lebih lengkap menjelaskan peron dan tujuannya secara detail. Kalau tiket QR Code yang ada di dalam aplikasi Go Euro tidak memberikan informasi yang spesifik. Jadi kalau bepergian dengan kereta saya sangat menyarankan untuk mencetak tiket yang dibeli melalui website.

Simpan tiket dengan baik, karena nanti di dalam kereta kita akan mendapatkan cap dari petugas kereta yang bertugas.

tket yang sudah diprint. detail jadwal sangat jelas

Pengalaman 3 jam dari Belanda ke Jerman

Kalau diminta memilih antara naik bis atau kereta, saya akan memilih kereta. Kenapa? Karena kereta lebih stabil. Saya anaknya gampang mual alias mabuk darat kalau perjalanan jauh. Nah kalau pas naik kereta gak terlalu kerasa mualnya hehe. Selain itu kalau naik kereta gak pusing jika saya ingin membaca sesuatu. Beda banget sama naik bis yang saya bisa langsung muntah kalau lihat tulisan dari handphone.

Saya akan menceritakan sedikit pengalaman naik kereta dari Belanda ke Jerman menggunakan tipe kereta yang berbeda-beda.

Kereta Abellio (ABR 20037)

Kereta pertama yang saya naiki adalah Abellio 20037. Kereta yang tergabung dalam perusahaan Belanda ini mempunyai 4 gerbong panjang. Kereta ini hanya punya satu lantai, sehingga terlihat lebih luas. Kursinya bercorak merah totol-totol. Sayangnya mereka tidak menyediakan wifi gratis seperti kereta lainnya di Belanda.

Di kereta ini ada WC yang bisa digunakan oleh penumpang. Tapi saya tidak melihat ada kafe yang bisa didatangi oleh penumpang. Yang saya suka di kereta ini adalah layer informasi yang lebar sehingga kami tau kereta sudah tiba di stasiun yang mana.

Perjalanan yang kami lakukan Bersama Abellio sekitar 1 jam 30 menit. Hingga akhirnya kami tiba di Duisburg Hbf pada pukul 21.14 CET.

   

Kereta InterCity 2209

Kereta kedua yang kami gunakan adalah IC (InterCity) 2209 dari perusahaan kereta DeutscheBahn (DB). Nah disinilah kami mengalami keterlambatan jadwal, yang seharusnya kereta datang pada pukul 21:34 CET eh dia malah datang pukul 21:39 CET. Terlambat 5 menit dari jadwal. Bisa dibayangin kalau waktu transfer dari kereta berikutnya hanya 4 menit, secara otomatis tiket kereta bisa hangus cuy.

Kereta IC agak tidak berwarna. Kursinya didominasi dengan warna biru kelabu. Sehingga suasana di dalam kereta juga agak kelabu. Selain itu kita juga agak deg-degan karena tidak tersedia layer informasi seperti kereta Abellio sebelumnya. Kami hanya berpatokan dengan suara masinis yang menggunakan Bahasa Belanda dan Bahasa Jerman.

Sama seperti kereta antar kota lainnya, mereka menyediakan WC di dalam dan juga colokan. Tapi tidak menyediakan wifi gratis. Hiks.

   

Kereta DB Regio 10539

Setelah terlambat di Duisburg Hbf, kami juga tertahan lumayan lama di Koln Hbf. Kereta yang seharusnya datang pukul 22:32 CET ia datang pukul 22:35 CET. Tapi karena ini adalah kereta kami yang terakhir, jadinya saya gak terlalu deg-degan.

Kami menggunakan kereta DB Regio 10539. Kereta yang memiliki 2 tingkat ini lebih terang dan juga lebih baru dibandingkan kereta IC. Walaupun tidak ada layer informasi, tapi ada running text yang menunjukkan nama stasiun. Disini juga disediakan colokan listrik dan WC.

Kereta InterCity 5107

Untuk perjalanan pulang menuju Arnhem kami menggunakan InterCity dari Bonn Hbf ke Dusseldorf Hbf. Kereta yang kami naiki terasa lebih modern dibandinkan IC yang kami naiki sebelumnya. Kereta IC yang ini memiliki bagian yang ditempeli tulisan reserved area. Sehingga kami tak bisa sembarangan duduk.

Selain itu mereka juga menyediakan kafe bagi penumpang. Ada juga petugas yang datang hilir mudik menanyakan apa yang ingin dipesan oleh penumpang. Karena memang kereta ini digunakan hingga ke Luxembourg, tak heran kualitas keretanya agak berbeda.

Dan sepertinya kereta ini lebih baru dibandingkan kereta yang saya naiki sebelumnya. 🙂

 

Seru kan naik kereta? Dibandingkan mual di dalam bis dan harganya gak beda jauh. hehe. 🙂

 

ditulis di rumah Beringhem

1:31 CET Monday, 2 April 2018

sambil denger lagunya Payung Teduh – Kucari kamu

You may also like

Tinggalkan Balasan