Penginapan di Eropa pakai airbnb atau booking.com?

Perjalanan saya selama 10 hari ke Jerman, Italia, Lubjlana dan Zagreb membuat saya sedikiiiiiiiiit berpengalaman untuk memilih tempat tinggal. Awalnya saya berencana menggunakan Couchsurfing, tapiii karena saya pergi liburan saat summer holiday, hampir semua host yang saya hubungi menolak permintaan karena mereka juga liburan. Hikss. Padahal kalau pakai couchsurfing bisa menekan biaya perjalanan. Tapi tak apa, kami tetap memutuskan untuk berangkat dengan budget yang lumayan minim.

Akhirnya pilihan kami jatuh untuk memilih tempat tinggal melalui airbnb atau booking.com. Karena memang kedua opsi website tersebut bisa dipakai jika sedang liburan di Eropa.

Pencarian hostel melalui Airbnb

Kalian bisa masuk melalui website Airbnb. Kalian bisa mendaftar melalui Facebook atau Google. Oia, kalau kalian mau saldo sebesar 400 ribu atau 25 euro, pakai link dari saya. Karena gak boleh tulis affiliate link di dalam blog, jadi kalian bisa hubungi saya melalui email : [email protected] nanti akan saya kasih linknya deh.

laman utama Airbnb

Nah, setelah masuk mendaftar melalui affiliate link. Kalian akan menemukan beberapa ikon credit di sebelah kanan atas yang secara otomatis masuk ke dalam akun kalian. Nah, setelah itu untuk mencari tempat tinggal melalui airbnb kalian bisa menggunakan ikon ‘Search’. Kalian bisa mengetik nama kota yang ingin kalian kunjungi.

Misalnya kalian ingin mengunjungi Pisa, Itali. Kalian akan melihat dua opsi, yaitu Homes dan Experiences. Nah, kalian bisa memilih opsi rumah yang kalian inginkan. Misalnya rumah dengan harga mulai 10 euro per orang. Maafkan, saya gak bisa ganti preferences ke dalam rupiah. Setelah itu, kalian bisa melihat perbandingan harga tempat tinggal yang sesuai dengan budget kalian.

Kalau saya biasa mencari rumah yang sekitar 20 euro untuk berdua. Tapi karena kami pergi di saat liburan musim panas, sehingga hampir semua rumah yang seharga 20 euro habis terbooking. Akhirnya selama perjalanan ini, kami selalu mendapatkan rumah yang seharga 30 euro untuk berdua.

Setelah melakukan pencarian, kita akan diminta untuk mengirimkan pesan kepada pemilik rumah. Kita akan menjelaskan kepada host kapan kita akan tiba di rumahnya (jam berapa), dengan siapa kita datang, apa alasan datang ke tempat tersebut. Paling tidak kita host punya sedikit informasi untuk berbincang-bincang dengan kita nantinya. Selain itu menjelaskan jam kedatangan juga bertujuan menjelaskan transportasi jenis apa yang bisa kita gunakan kalau datang tengah malam ataupun datang di luar waktu check in.

Tips mencari rumah melalui Airbnb

  1. Lihat review yang tersedia di laman rumah tersebut. Semakin bagus review tempat tersebut, semakin terpercaya kualitas yang disediakan oleh host. Baca setiap review yang tersedia, hal ini membuat kalian tidak berekspektasi terlalu tinggi dengan hal-hal yang bisa saja terjadi kepada kalian di dalam rumah ini.
  2. Periksa apa saja yang mereka tawarkan. Misalnya sarapan di pagi hari, AC, kamar mandi di dalam, atau WiFi. Kadang-kadang ada beberapa host yang tidak menyediakan Wi-Fi di dalam rumah, atau tidak menyediakan kamar mandi di dalam kamar. Jadi cek baik-baik apa saja yang mereka tawarkan dan jangan berekspektasi berlebihan.
  3. Pesan rumah jauh-jauh hari. Biasanya semakin murah sebuah rumah, semakin banyak peminat. Jadi pastikan kalian memesan tempat tinggal jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan. Apalagi jika kalian berniat untuk melakukan summer vacation. Hampir semua airbnb yang murah sudah terbooking sejak dua bulan sebelum tanggal tersebut.
  4. Pembayaran Airbnb seringkali menggunakan Credit Card dan PayPal. Saya seringkali membayar Airbnb menggunakan PayPal, karena lebih mudah. Heheh. Jadi sebelum memesan kamar, pastikan kalian memiliki Credit Card atupun PayPal.
  5. Cek lokasi sebelum memesan. Kalian harus pastikan hostel kalian dekat dengan tempat public transportation, misalnya halte bis ataupun stasiun kereta. Baca review dengan baik. Kekurangan airbnb adalah tidak mencantumkan lokasi dengan tepat sebelum kita membayar tempat tersebut. Karena itulah saya selalu mencoba memprediksi lokasi menggunakan Google Maps. Sehingga saya punya gambaran, dimana lokasi hostel yang akan saya tinggali dan bagaimana cara saya menuju kesana.
pilihan rumah di Airbnb

Pengalaman dengan Airbnb

Ljubljana

Saya akan membahas pengalaman saya menggunakan airbnb terlebih dahulu. Pengalaman pertama menggunakan airbnb adalah menginap di Ljubljana, ibukota Slovenia. Kami mendapatkan host bernama David dan Martja. Mereka adalah pasangan suami istri. Rumahnya agak jauh dari kota. Sekitar 30 menit menggunakan bis untuk mencapai Old Town. Padahal check in yang diperbolehkan adalah pukul 10 pagi hingga 9 malam. Tapi karena bis kami tiba telat 1 jam dari perkiraan, kami pun mendapatkan kelonggaran untuk datang hampir jam 11 malam.

Kamar yang mereka sewakan lumayan besar dengan kamar mandi di luar kamar. Tapi rumah host sangat bersih. Kami disediakan sandal di dalam rumah. Selain itu ada juga handuk yang tersedia di dalam kamar untuk kami gunakan. Tapi kami tak memiliki akses ke dalam dapur. Jadi kami harus bertahan menggunakan bekal yang kami bawa dari Belanda.

Florence

keadaan kamar di Florence

Setiap host memiliki aturan yang berbeda, untuk kamar yang kami pesan di Florence, host tidak memberikan jam yang strict untuk waktu check in. Kami tiba di Florence hampir tengah malam, di tambah kami juga tersesat beberapa kali ketika naik bis terakhir. Untungnya David, sang host, menyambut kami dan mengarahkan kami melalui pesan di menu Airbnb. Akhirnya kami tiba dengan selamat dan mendapatkan suguhan kamar yang luas dan bisa leluasa menggunakan dapur.

Saat di Florence, kami leluasa menggunakan dapur untuk masak makan pagi dan juga bekal makan siang. Sang host memperbolehkan kami menggunakan alat-alat masak dan bumbu dapur yang ia punya. Jadi kami bisa menghemat untuk makanan selama di Florence. Jadi kalian bisa periksa baik-baik apa saja yang ditawarkan oleh sang host selama kalian tinggal di rumahnya.

Pisa

tempat sarapan di Pisa
kamar di Pisa

Dari tiga tempat Airbnb, saya paling suka dengan Airbnb milik Paola di Pisa. Kamar yang ia sediakan sangat rapih dan tertata sangat apik. Ia memadukan nuansa warna biru laut dengan warna putih di dalam kamar. Selain itu ada AC yang tersedia di dalam kamar. Hal yang sangat dibutuhkan di saat musim panas seperti ini. Kamar mandi yang tersedia juga diluar, sehingga harus bergantian dengan tamu yang lain.

Paola menyediakan sarapan saat kami akan check out. Hal yang tidak kami temukan di airbnb lainnya. Walaupun kami hanya mendapatkan sarapan berupa teh dan roti, tapi hal ini sudah membuat kami sangat senang. Yeay.. Selain itu Paola juga tak keberatan kami menyimpan tas kami selama kami pergi hiking di Cinque de Terre dan saat shalat Idul Adha. Tapi hanya di tempat Paola kami di charge city tax sebesar 3.5 euro untuk satu malam. Jadi total yang kami bayarkan adalah 37.5 euro total selama menginap di Pisa.

Pencarian Hostel / Hotel melalui Booking.com

tampilan search di Booking.com

Karena di beberapa tempat kami sudah tidak mendapatkan tempat tinggal murah melalui aibnb.com, akhirnya kami terpaksa menggunakan booking.com. Website ini didominasi warna biru, filter pencariannya juga mudah. Kalian tinggal mengetikkan nama kota yang ingin kalian kunjungi beserta tanggalnya. Hal yang paling menyenangkan dari booking.com adalah tersedianya lokasi yang jelas. Sehingga kita tak perlu menerka-nerka dimana lokasi hostel yang akan kita tinggali nantinya. Hal ini membuat kita lebih mudah untuk membuat itinerary perjalanan di kota tersebut.

Selain itu Booking.com juga menyediakan filter yang memudahkan para pengguna untuk mencari hotel yang sesuai dengan budget mereka. Booking.com menyatukan antara pemilik hotel/hostel dengan pencari tempat tinggal. Kebanyakan tempat tinggal di Booking.com adalah hotel. Jadi jangan kaget jika harganya sangat mahal. Saya pun terpaksa menggunakan Booking.com karena mereka memiliki hotel yang harganya 36 euro dan sangat dekat dengan stasiun Roma Termini.

Tips menggunakan Booking.com

  1. Gunakan affiliate link. Kalau menggunakan Booking.com, kalian bisa menggunakan link dari saya, sehingga bisa diskon 10%. Lumayan lah bisa hemat sedikit. hubungi saya di : [email protected] yaa. ehehe.
  2. Jika pergi dengan budget terbatas untuk berdua, saya sarankan mencari kamar yang rame-rame. Setiap orang hanya mendapatkan satu tempat tidur. Harganya bisa lebih murah. Biasanya sih orang-orang yang backpackeran memilih tempat tidur jenis ini. Harganya bisa cuman 9 euro per tempat tidur. Tapi yaaa harus hati-hati dengan barang bawaan kalian. Karena agak rawan pencurian di tempat sepert ini.
  3. cari tempat yang dekat dengan public transportation, kalau terlalu jauh, malah jadi lebih mahal.
  4. hati-hati dengan city tax. Biasanya booking.com belum memasukkan biaya city tax di dalam pembayaran. City tax ini akan dibayarkan saat kita tiba di hotel tersebut. Jadi kalian harus mempersiapkan uang lebih untuk membayar city tax.
  5. Siapkan Credit Card. Sama seperti Airbnb, booking.com juga lebih banyak menyarankan pembayaran menggunakan kartu kredit.

Pengalaman menggunakan Booking.com

Milan

kamar di Milan
bergabung dengan rumah warga

Kami memesan hostel di Milan untuk satu malam. Setibanya di Milan, kami agak kesulitan mencari lokasi hostel. Karena lokasinya agak jauh dari public transportation. Selain itu papan penunjuk ke arah hotel juga agak tersembunyi. Lokasi hotel yang terletak di daerah perumahan membuat hotel agak tersamar dengan tempat tinggal warga. Kamarnya juga sempit dan harga yang dibayarkan adalah 36 euro, itupun belum termasuk city tax sebesar 7 euro per person per night. Jadi kami harus menambah 14 euro untuk city tax.

Di kamar ini juga hanya disediakan kipas angin dan water heater. Sisi positifnya adalah dekat dengan supermarket 24 jam, jadi kami bisa membeli pasta dan memasaknya melalui water heater. Haha.

Roma

kamar di Roma

Kami memilih menginap di hotel yang terletak dekat dengan stasiun Roma Termini. Kenapa? Karena kami akan pergi menggunakan kereta menuju Pisa di jam kritis, yaitu jam 6 pagi. Dengan pertimbangan jarak yang sangat dekat, akhirnya kami memesan kamar seharga 34 euro. Kamarnya sangat kecil. Hanya sebuah tempat tidur double bed, lemari dan meja. Untungnya masih ada TV walaupun isinya bahasa Italia semua dan juga AC yang membuat kita bisa tidur dengan nyenyak.

City tax masih lebih kecil daripada city tax di Milan. Kami hanya membayar 3.5 euro per person per night. Sehingga total yang kami bayarkan adalah 7 euro. Kami juga mendapatkan handuk, sabun cair dan teh panas. Lumayan lah..

Kesimpulan?

Aga susah menyimpulkan untuk memilih antara Airbnb ataupun Booking.com selama trip di Eropa. Karena setiap website punya masing-masing keunggulan. Tapi kalau saya sih, masih lebih suka dengan Airbnb karena ada interaksi antara host dan tamu. Sehingga kami punya waktu untuk belajar bahasa inggris. Hehe. Selain itu lebih manusiawi, karena seringkali kita membutuhkan bantuan informasi dari orang setempat. Dan host di Airbnb sangat-sangat membantu dalam memberikan rekomendasi yang tepat dalam melakukan perjalanan di kota tersebut.

Nah, kalau penasaran menggunakan Airbnb, yuk daftar Airbnb dan dapatkan kredit 400.000 ribu rupiah di dalam akun kamu nantinya. 🙂

Happy Travelling!

ditulis di Forum

17:59 CEST, Wednesday 29 August 2018

setelah bertemu dengan lecturer, secretary of ENP dan study advisor dalam satu hari. Haha.

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.