Pentingnya Check-in via Website

Sebenernya tulisan ini adalah hasil curhatan kecil saya mengenai nyaris terlambat naik pesawat. Setelah diperkenalkan website check in oleh Mbak Stephani ketika di Bali, saya pun mencobanya lagi ketika penerbangan dari Makassar menuju Ambon. 
Saya melakukan check in via website Li*n Air dan memilih tempat duduk di dekat jendela. Setelah mendapatkan konfirmasi tempat duduk, saya pun memprint hasil check in saya. Saya pun pulang ke rumah teman saya dengan tenang. Tidur hanya 2 jam saja. 
Saat itu saya tidur di rumah seorang teman, Benjo dan Siang namanya. Pesawat saya berangkat pukul 03.30 pagi. Saya pun berangkat bersama Siang ke bandara menggunakan motor. Karena saya merasa sudah melakukan check in via website, saya pun santai-santai saja. Biasanya jarak antara kampus Unhas dan bandara bisa ditempuh dengan waktu 45 menit. Apalagi saat itu sedang hujan, saya pun membeli nasi kuning dengan kuah coto yang kuniatkan sebagai sahur. 
Selama di perjalanan, saya tidak menggeber motor seperti yang biasa saya lakukan. Santai sekali, sambil berbicara mengenai perjalanan bersama Siang. Temanya mengenai catatan perjalanan kami selama ini. Karena sesungguhnya Allah bersama para pejalan. Dan ternyata mantra ini akan saya temukan pada perjalanan kali ini… 
Jam tangan sudah menunjukkan pukul 03.10 saat kami berdua tiba di bandara Hasanuddin. Karena saya ingat jadwal pukul 03.30 adalah masuk ke dalam ruang boarding. Apalagi cuaca juga terlihat buruk. Jadi saya berasumsi, pesawat akan delay setidaknya 30 menit. Jadilah saya dan Siang berselfie ria di depan bandara.  Hahaha. 
Ketika jam sudah menunjukkan pukul 03.20, saya pun masuk. Dan kagetlah saya mendapati meja check in sudah kosong. Saya pun dibantu seorang bapak petugas bandara untuk pergi ke counter Li*n Air. Ternyata petugasnya sedang ke kamar mandi. Kami menunggu sekitar dua menit. Tiba-tiba ada dua orang lain di belakang ku yang datang membawa lembaran tiket. 

Sang petugas pun mengambil print check in dan segera menyelesaikannya. Dia bilang, “Mbak, karena mbak udah check in, kita coba dulu ya apakah Mbak masih bisa masuk ke pesawat atau tidak, karena saat ini pesawat sudah menaikkan penumpang dan barang. Mbak lari aja cepetan di gate 5,” ujar masnya penuh dengan kepanikan. Saya juga ikutan panic. Haha. Saya pun lari-lari dengan kecepatan maksimal, nyaris sempet jatuh karena bawa boneka penyu. 😀

Sesampainya si gate 5, mas-masnya pun ikutan panic. Dia bilang, “Mbak, kalau ada mobil menuju ke pesawat yang mbak bisa pakai, artinya mbak bisa berangkat. Soalnya pesawatnya sudah mau tutup pintu,” ia pun berusaha untuk mengontak staff di bagian pesawat untuk menahan pintunya sebentar. 
Tak berapa lama, petugas yang mengoperasikan mobil pun datang, ia hanya berujar, “Mbak, lain kali kalau mau naik pesawat jangan ketiduran,” hahah. Ak udah diantara mau nangis, kesel dan ketawa. Kalau sampai terlambat, ada kemungkinan perjalanan ke Banda akan ditunda, karena saya harus membeli tiket baru menuju ke Ambon pada hari yang sama. 
Ternyata Allah SWT masih baik hati sama saya, pintu pesawat belum ditutup. Mereka masih menunggu saya. Saya pun segera naik ke pesawat dan menuju tempat duduk. Semua mata menuju kearahku. Senyum-senyum yang paling manis saya pasang ke setiap orang, agar mereka tidak marah. Haha. Parahnya lagi, si Pramugari bilang “Terima kasih telah datang tepat waktu dan tidak menggangu jadwal penerbangan,”.. Jlebbbb. Rasanya saya yang disindir sama mbaknya. Haha.
Dari perjalanan kali ini, saya mengambil hikmah untuk tidak berasumsi dengan jadwal pesawat. Walaupun cuaca seburuk apapun, saya harus datang ke bandara 1 jam sebelum jam keberangkatan. 😀
Tips untuk check in website :
1.       Masuk ke dalam website perusahaan penerbangan. Saya baru tahu dua maskapai yang menggunakan check in via website. Li*n Air dan Gar*da Indonesia.
2.       Masukkan kode penerbangan dan nama akhir kamu di dalam kolom
3.       Pilih lokasi tempat duduk yang kamu inginkan. Kalau saya biasa pilih di dekat jendela, supaya bisa tidur. Hahaha.
4.       Datang ke bandara 1 jam sebelum jadwal penerbangan agar tidak terburu-buru bahkan menghindari dimajukannya jadwal pesawat. 
Demikian curhatan saya,
Terimakasih. 😀
ditulis di Bandara Pattimura Ambon
5 Januari 2015

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *