pentingnya sebuah perencanaan.

Sama seperti tahun lalu ketika gue jadi magang di Identitas, anak magang dan beberapa kru ikut kunjungan media ke Tribun Timur, salah satu kantor berita di Sulawesi Selatan (29/05). Kali ini kita dijamu oleh Kak Amiruddin PR, beliau adalah salah satu redaktur pelaksana di bagian Online. Oia, dy juga senior di Identitas.
Kak Amir menjelaskan bagaimana suatu PERENCANAAN sangat penting dalam sebuah media. Kita mulai ajj deh lesson mengenai hal ini :
1.       Diadakan rapat mengenai pembagian job berita oleh redaktur dan pimpinan redaksi. Disini akan diketahui siapa-siapa yang akan meliput berita ini, siapa yang akan memfoto berita itu dan siapa yang akan tidak dapat liputan. Jadi semua orang dapet bagian masing-masing.
2.       Setelah itu, berita dicari oleh reporter masing-masing. Seorang reporter harus benar-benar turun ke lapangan. Agar bisa menentukan angel yang menarik untuk dibaca.
3.       Ada juga bagian namanya Dummy Layout, yaitu dummy untuk menentukan bagian dimana iklan, dimana berita, dimana index dan lain-lain.
4.       Rapat lagi untuk para redaktur. Reporter gag usah ikut masuk. Restricted for reporter. hhe
5.       Pengecekan berita juga ditekankan untuk redaktur. Mulai dari ejaan, salah ketik, pengunaan bahasa Inggris bahkan up-date suatu berita juga dibutuhkan. Menurut Kak Amir pernah ada wartawan di AS yang disuruh mengikuti suatu ibadah di gereja, tetapi karena suatu hal di akhirnya pulang. Akhirnya dia menulis tentang apa yang dilihatnya. Pagi harinya dia bangun, dia ditelpon oleh redakturnya dan bertanya apakah wartawan ini mengikuti acara misa sampai habis atau tidak. Wartawan ini bilang iya, tetapi redaktur tahu bahwa ia berbohong. Kalian tahu kenapa? Karena gereja tersebut terbakar sesaat setelah misa. Jadi penting buat wartawan untuk selalu up-date tentang suatu berita dan jangan berbohong.
6.       Bise itu masuk untuk di layout oleh layouter. Tapi tugas layouter tidak terlalu berat karena sudah ada dummy layout yang dibuat oleh setiap redaktur halaman.
7.       Akhirnya Koran siap di cetak dan sampai ke tangan pembaca deh.
Itu adalah skema pembuatan Koran. Rumit juga lho. Gue kayaknya belum siap untuk jadi wartawan asli yang turun ke lapangan. Hhe. Menurut K Amir, sebuah koran tidak terlalu melihat IPK tetapi kejujuran dan keuletan seseorang. 
Sehabis diberi pelajaran, kami juga diarahkan untuk melihat ruang keredaksian. Disana kita melihat bagaimana reporter menulis berita. Oia, ada ka Meliana Bori lho. Dia adalah salah satu senior identitas. Gue juga kenalan sama salah seorang redaktur opini di situ. Namanya pak Khairil (kalau gag salah… hhe. Gue udah pikun abies…)
Trus, kita ditunjukkan ke tempat pencetakan deh. Diberikan penjelasan bagaimana Koran itu dicetak.
Tour selesai, tapi ada wise word yang selalu ditekankan sama kak Amir dan akan selalu gue ingat.
jangan pernah menganggap remeh orang lain. Siapa tahu nanti dia akan jadi orang besar. Seorang Karni Ilyas (pemilik TV One) bisa menayangkan bom bali paling pertama karena dapat berita dari seorang SPG. Atau seorang Antashari Azhar yang bisa diwawancara secara eksklusif karena dia adalah sahabat karibnya dulu. Kalau bisa minta juga nomor telponnya, kan tidak ada ruginya kita minta no hape-nya”…
               

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *