Pesona Pantai Krokowolon dan Kata Berpisah

Me and My Students! 😀
Dua minggu terakhir saya di Maumere penuh dengan air mata dan kata berpisah. Entah kenapa, benar-benar berat meninggalkan tempat ini. Sebelum keberangkatan saya ke Bali esok, saya dan murid-murid mengadakan Farewell Party, Minggu (25/5). Setelah berdebat cukup panjang selama beberapa hari terakhir, saya pun memutuskan untuk pergi ke Tanjung Kajuwulu. Namun melihat cuaca di arah Tanjung Kajuwulu yang tidak bersahabat, saya sebagai leader perjalanan pun mengganti destinasi wisata. 
Naik pick up

Pilihan saya jatuh pada Pantai Krokowolon, sebuah pantai yang terletak di daerah Kewapante. Pantai bertekstur campuran pasir hitam dan pasir putih ini menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat Maumere. Karena lokasinya yang tidak terlalu jauh, sekitar 7 km dari Maumere dan juga gratis. 😀

Kami naik pick up untuk menuju ke Pantai Krokowolon. Sebenarnya berbahaya, tapi karena angkutan umum tak mungkin menampung kami berdua puluh sekaligus. Sepanjang perjalanan menuju ke Pantai Krokowolon, kami bercanda ria melupakan kepergian saya yang seminggu lagi akan terjadi. 🙁
Main Bola

Sesampainya di Pantai Krokowolon, kami langsung mengambil daun kelapa sebagai alas tempat duduk. Karena memang kami tidak membawa tikar. Setelah mendapatkan tempat untuk berteduh dari sinar matahari yang menyengat, kami pun mulai membuka makanan yang telah dibawa. Awalnya mereka hanya makan dan cerita mengenai beragam hal. 

Hingga akhirnya kami pun bermain bola lempar. Siapa yang terkena bola maka harus menjadi pengejar. Ketika saya lengah, tiba-tiba Mas Anang dan Mas Budi mengangkat saya masuk ke air. Aarrgghh. Mereka selalu usil dan iseng seperti itu. Mas Firman sedang berlibur ke Malang, padahl lebih seru jika kami kumpul dan lengkap berempat. 🙁
Permainan pun lanjut lagi, kali ini kami bermain sepak bola. Mas Anang dan Mas Budi menjadi penjaga gawang, sedangkan anak-anak menjadi pemainnya termasuk saya. Puas bermain sepak bola, kami pun langsung menceburkan diri ke laut. Bermain bola di laut menjadi sebuah permainan yang harus dilakukan. 
Narsis Time!! 😀
Pantai Krokowolon yang landai menjadi tempat menarik untuk berenang. Tidak ada terumbu karang yang tumbuh di pinggir pantai, namun jika sedang surut, ada bebatuan yang menarik untuk difoto. Tapi saat itu, saya tak terlalu ingin untuk ke bebatuan, saya hanya menikmati kebersamaan saya dengan anak-anak ini. Rasanya sedih jika mengingat saya akan pergi dari tempat ini. Walaupun hanya lima bulan, tapi saya sudah merasa betah di tempat ini.
Selain bermain, kami pun melakukan aksi bersih pantai. Pantai Krokowolon sering didatangi oleh pengunjung tapi mereka tidak membawa sampahnya. Karena itulah, kami berinisiatif untuk mengumpulkan sampah. Setelah terkumpul, sampah dibuang di dalam tempat sampah yang tersedia. Agar pesona Pantai Krokowolon tak hilang karena sampah-sampah plastik yang dibawa oleh pengunjung. 
Hhhuuuaaaa, benar-benar sedih jika harus mengucapkan kata berpisah. Semoga saya bisa kembali pulang, Maumere sudah saya anggap sebagai rumah. 
Ditulis di kost Wuring
Minggu, 25 Mei 2014 6:44 PM
Sambil maskeran pake kopi sekaligus liat Mas Anang dan Mas Budi bermain PS (kebahagiaan kecil lain yang saya punya disini)

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *