Pulau Rajuni di Laut Flores

Pulau Rajuni, pernah dengar? Kalau belum dengar, saya akan jelaskan perjalanan saya dari Makassar ke Pulau Rajuni. Pulau ini terletak di Kepulauan Selayar, jauh di bawah Pulau Sulawesi. Perjalanan menuju Pulau Rajuni sekitar 30 jam!! Bayangkan!! 30 jam, jadi kami berangkat jam 01.00 Wita malam pada hari rabu, dan baru tiba hari jumat pukul 12.00 Wita. Bayangkan!! Itu karena kapal yang kami gunakan adalah kapal barang milik keluarga Nur Ipa, jadi gratis. heheh. Sebenarnya ada kapal regular dari Bulukumba ke Selayar lalu naik kapal kecil lagi dari Selayar menuju Rajuni. Jauh brooo…     
Selama di perjalanan saya hanya tidur dan tidur. Hahaha. Karena apa?? MABOK LAUT, kawan-kawan. Tapi gag sampai muntah kok. 😀 ombaknya lumayan gede, tapi Alhamdulillah ga sampai badai. :D. oia, anggota perjalanan kali ini hanya 7 orang. Saya, Darmiati, Rahmadi, Rabuanah, Haerul, dan Rudi (anak Ekonomi). Oia, Nur Ipa gag saya itung sebagai anggota karena dia tuan rumah nanti di Pulau Rajuni. 😀
Akhirnya kami tiba di Pulau Rajuni, pulau yang lumayan besar tapi sedikit penduduknya. Didiami oleh suku Bugis dan suku Bajo, tapi mereka hidup dengan rukun dan damai lebih dari 30 tahun. :D. Pulau Rajuni masih masuk dalam wilayah administrative Sulawesi Selatan, tapi wilayah perairannya masuk ke Selat Flores. Jadi Pulau Rajuni dekat dengan Flores, kampung halamannya Aka. Heheh.. 
Di pulau ini, listrik belum bisa dinikmati selama 24 jam. Jadi listrik akan menyala pukul 18.00 Wita dan padam pukul 23.00 Wita. Jadi kami terkadang rebutan untuk mencharge gadget kami, walaupun gadget seperti handphone tidak akan berguna pada siang hari. Tidak adanya listrik membuat pulau ini “lumpuh” dari sinyal. Gawat!! Apalagi saya yang menggunakan im*, tidak ada sinyal. Serasa terasing dari kehidupan selama seminggu. Ga bisa dibayangkan ketika sampai di Makassar, berapa puluh sms yang akan masuk ke kotak masuk handphone. Hahaha. Gokil.. 😛
Selama di pulau, kami hanya bermain kartu, makan, tidur sisanya jalan-jalan mengelilingi pulau. Hahah. Pokoknya kayak liburan panjang tanpa kerjaan. Bebas! Ga ada tugas, ga ada dosen, ga ada pekerjaan! Tapi pasti kalau sampai di Makassar, saya langsung kejang-kejang karena tugas yang numpuk. Hahah. 😛
Pulau Rajuni itu pasirnya putih, terumbu karang lumayan bagus. Tapi, banyak yang udah kena bom dan bius! Itulah yang jadi masalah besar di Pulau Rajuni. Pengeboman yang terus menerus membuat karang disini semakin hancur. Coremap masuk ke pulau ini, tapi belum bisa mengedukasi para penduduk untuk tidak mengebom terumbu karang.
Pulau ini bisa menjadi pulau wisata jika terumbu karangnya terjaga dengan baik. Padahal ada Jagawana di pulau ini, tapi menurut pengakuan warga pulau, Jagawana disini tidak menangkap para pengebom. Karena para Jagawana sudah disuap oleh para pengebom. Ckckck. Rusak betulan!!
Pasirnya putih dan lautnya masih jernih. Viewnya yang dekat dengan Pulau Tinabo, juga bisa menjadi komoditas wisata. Tapi, itulah, belum ada perhatian ekstra dari pemerintah untuk menuju target pulau wisata. Walaupun selalu ada acara Takabonerate Ekspedition setiap tahun, tetap tidak merubah keadaan Pulau Rajuni. Sebuah pulau yang tersembunyi.. 
#ayo jalan-jalan ke pulau

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *