Refleksi Setahun di Wageningen University and Research

Ini adalah tulisan refleksi selama setahun di Wageningen University and Research (WUR). Saya akan menuliskan beberapa pengalaman saya pribadi selama berkuliah di WUR.

Pendaftaran

Masuk ke Wageningen University and Research cukup mudah. Hanya memberikan transcript nilai, membuat surat motivasi (motivation letter) dan IELTS yang mencukupi. Setiap jurusan memiliki standar IELTS masing-masing. Tapi kebanyakan nilai minimum IELTS yang dibutuhkan adalah 6.5 di semua section.

Setelah memasukkan berkas, mereka akan mengirimkan unconditional letter penerimaan kalian di Wageningen University and Research. Saya mendapatkan Unconditional Letter hanya dalam waktu kurun 1 minggu. Dan jalan panjangpun dimulai. Banyak orang yang mengatakan bahwa masuk ke WUR sangat mudah tapi sangat susah untuk keluar. Semoga itu gak terjadi sama saya, aamin ya rabbal alamin.

AID phase

Setelah kita diterima oleh WUR, secara otomatis kita akan didaftarkan acara penerimaan mahasiswa baru. Kalua di Indonesia dikenal sebagai Ospek, kalua disini Namanya Annual Introduction Day (AID). Nah di AID ini kita akan dibuatkan kelompok kecil yang isinya orang-orang intrnasional dari negara lain. Dalam kelompokku ada orang Belanda, Jerman, Kenya, China, Italia, dan Indonesia. Satu kelompok terdiri dari 7 orang. Hingga saat ini kami masih sering hang out bareng.

Di dalam AID biasanya kita diperkenalkan dengan kehidupan di Belanda. Kebanyakan party, cuy. Selain itu ada perkenalan olahraga, kegiatan mahasiswa, ataupun juga tour keliling kelas. Intinya kita diperkenalkan dengan kegiatan di kampus nantinya. AID ini juga untuk Bachelor, jadi kalian bisa ngebayangin gimana gila partynya disini.

Yang lucu, kegiatan mahasiswa disini bisa juga berarti party club. Ada beberapa party club tapi terdaftar secara resmi. Haha. Lucu deh.. AID ini berlangsung selama 5 hari dan selama lima hari itu setiap malam ada party. Saya suka di hari terakhir mereka bikin merry go round gitu di lapangan. Jadi bisa naik merry go round secara gratis.

Cari Barang-barang murah

Ketika tiba pertama kali di Wageningen, banyak teman-teman yang mulai hunting barang-barang untuk dekorasi kamar. Kalian bisa temukan barang-barang murah di Wageningen Student Plaza, sebuah grup Facebook yang isinya adalah orang-orang yang menjual barang-barangnya. Selain itu ada beberapa toko barang bekas seperti Emmaus dan Kringloop yang menjual barang-barang dengan harga murah.

Dulu ada sebuah ruangan yang disebut DropBox disetiap housing. Tapi karena banyak orang kurang ajar yang malah nyimpen sampah, akhirnya DropBox pun dibekukan. Gak ada lagi tempat nyari barang-barang bagus yang gratisan. Hiks.

Selama tinggal di Asserpark, hampir semua isi di dalam kamar adalah barang hibah dari teman-teman yang sudah pulang. Begitupun pas tinggal di Beringhem, kebanyakan isi di kamar adalah barang hibah, hanya beberapa hal yang saya beli di Wageningen Student Plaza ataupun Emmaus.

Oia, saya membeli pemanggang BBQ hanya 2 euro dan menjadi investasi paling bermanfaat selama summer ini. Dan karena itu, setiap hari adalah hari barbequean. Hahah. Jadi kalau dapat pemanggang BBQ yang murah, langsung beli ya. Hahah.

Kuliah Perdana dan Sistem Period

Kelas perdana saya adalah mata kuliah Life History dan Marine System. Dua mata kuliah ini adalah mata kuliah dasar bagi mahasiswa Master of Aquaculture and Marine Management. Kok cuman dua mata kuliah sih?

Uniknya di WUR, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar selama setahun. Setahun dibagi dalam 6 period. Setiap period berlangsung dua bulan atau satu bulan. Period 1-2-5-6 berlangsung selama 2 bulan. Sedangkan period 3-4 berlangsung hanya satu bulan. Setiap period biasanya diisi oleh dua mata kuliah yang berbobot 6 SKS atau ECTS.

Jadi bisa dibayangkan bagaimana padatnya kuliah disini. Pagi ada laboratorium, siang ada kelas dan bahan bacaan untuk malam hari. Jadi mahasiswa diminta untuk terus menggunakan otak dan kemampuannya menyelesaikan masalah yang diberikan di saat kuliah.

Mata kuliah Life History mirip banget mata kuliah Biologi Dasar, masuk laboratorium dan juga kelas computer. Ada beberapa hitung-hitungan yang digunakan di mata kuliah ini. Pengampu mata kuliahnya si Pak Leo. Di kali pertama saya gagal mata kuliah ini dan bisa saya kejar di period kemudian.

Re Exam bukan akhir dunia

Pas saya mendapatkan kabar bahwa saya re-exam untuk mata kuliah Life History. Hidup saya sempat terhenti. Ya Allah, cobaan apa ini. Tapi karena dengar-dengar dari senior bahwa re-exam adalah hal yang biasa membuat saya jadi biasa aja. Ahahah. Tapi sempet stress di Period 3. Itu adalah saat yang gawat. Saya mengantongi 3 mata kuliah yang gak lulus. Life History, Environmental Policy Analysis dan Marine Resource Management. Saya stress punya tiga mata kuliah yang harus saya pelajari dalam waktu 1 minggu.

Re-exam hanya bisa dilakukan saat re-exam week. Misalnya di saat liburan winter  (Februari) ataupun di liburan summer (Agustus). Sisanya tidak ada waktu untuk re-exam. Jadi belajar yang benar ya.. 🙂

Ambil ACT

Saya mengambil Academic Consultancy Training (ACT) di period 6. Ini adalah mata kuliah terasik yang pernah saya ikuti selama di WUR. Kenapa? Mari saya ceritakan sedikit. ACT adalah sebuah kumpulan orang yang berpura-pura sebagai konsultan untuk sebuah perusahaan. Dimana perusahaan ini memiliki target atau tujuan yang harus dicapai. Konsultan bertugas membantu perusahaan untuk mencapai hal tersebut.

Kami mendapatkan kesempatan bekerjasama dengan Perusahaan Tuna Thai Union. Projectnya rahasia, jadi saya gak bisa tulis disini. Haha. Kita akan bekerja di kantor buatan selama 2 bulan bersama teman tim. Kita akan korespondensi dengan perusahaan selama waktu tersebut. Selama itu pula kita akan didampingi oleh seorang Coach yang sudah berpengalaman. Intinya kita akan bekerja sebagai konsultan yang di akhir period akan mempresentasikan hal temuan kita selama 2 bulan.

Bagi saya ACT sangat menyenangkan. Tapi gak semua Major bisa dapat mata kuliah ini. Ada juga major yang gak butuh ACT. Bahkan ada orang yang bisa dapat exemption untuk gak usah ikut ACT. Gimana caranya? Buktikan kepada study advisor bahwa kalian pernah bekerja untuk mengerjakan project sehingga tak perlu melakukan ACT.

Bunuh Diri

Di WUR, acapkali ada bendera setengah tiang yang terpajang di halaman depan kampus. Hal ini menandakan ada seseorang yang meninggal. Selama saya disini sudah ada 5 orang yang bunuh diri, entah karena stress ataupun hal yang lain. Sistem health care disini sudah terintegrasi dengan baik. Sehingga counsellor mahasiswa biasanya akan memberikan anjuran kepada mahasiswa yang stress untuk ke Rumah Sakit dan minum obat penenang (anti-depressant).

Stress disini bisa dipicu oleh work load yang banyak dan shock culture yang parah. Saya pernah cerita tentang kejadian ini di dalam blog saya. Kalau kalian merasa stress, tolong pergi ke counsellor untuk membicarakan masalah kalian ya.

Struggling Cari Kamar untuk Pasangan

Ini adalah fase terberat dalam setahun disini. Saya dan Arif tinggal secara tidak legal di Asserpark yang seharusnya hanya diisi oleh satu orang. Mencari rumah bagi pasangan merupakan hal yang sangat berat. Apalagi nyari rumah untuk anak dan harganya gak main-main. Saya mendapatkan kamar untuk couple seharga 580 euro per bulan. Lumayan menguras tabungan, karena kami sudah gak dapat Family Allowance. Semuanya harus irit. Haha. Tapi alhamdulillah kami masih bisa hidup hingga saat ini. 🙂

Oia, cerita tentang pencarian rumah ini sudah saya ceritakan lengkap di blog saya disini.

Wajib Bisa Naik Sepeda

Di Wageningen agak susah mendapatkan transportasi umum. Disini transportasi umum yang tersedia hanya bis itupun hanya 30 sekali. Jadi agak menyulitkan jika tak bisa bersepeda. Sebelum datang kesini mungkin bersepeda adalah hal yang paling penting untuk dipelajari.

Oia, sepeda juga barang yang paling gampang dicuri. Jadi harus hati-hati meletakkan sepeda yang kalian punya. Usahakan gunakan gembok yang kuat agar sepeda kalian tak dicuri. Arif pernah kehilangan sepeda roda tiga yang digunakan untuk membawa koran ke pelanggan. Syedih. Padahal itu punyanya kak Lalu.

Belajar bahasa Belanda dasar

Hal yang paling disukai oleh orang disini adalah mereka menyapa satu sama lain. Saya pun tertular keinginan untuk menyapa orang sembari mengucapkan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda. Misalnya Goedemorgen digunakan di pagi hari. Goedemiddag untuk siang hari. Sedangkan Goedeavond untuk di malam hari. Jika kita ingin pergi dari sebuah toko kita bisa mengucapkan Fijnedag artinya have a good day. Kalau diucapkan saat hari Jumat atau di akhir minggu bisa gunakan Fijne Weekend.

Kalau ketemu juga gak usah ragu untuk tersenyum dan bilang “Hai” atau “Halo”. Seringkali dibalas kok. Kalau gak dibalas, mungkin kamu lagi apes aja. Hahah. Jangan sungkan-sungkan untuk bilang “Bless You” saat orang lagi bersin. Itu hal yang sangat diapresiasi sama orang-orang disini.

Sebenernya tulisan ini belum selesai, saya akan menyelesaikannya setelah selesai liburan ya. 🙂

 

ditulis di A-15 Bennekom

13:42 CET Monday 13 August 2018

persis setahun saya tiba di Wageningen dan memulai kehidupan yang benar-benar berbeda. 🙂

 

 

 

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.