rehabilitasi terumbu karang di Pulau Samalona

REHABILITASI TERUMBU KARANG DI PULAU SAMALONA MENGGUNAKAN

METODE TRANSPLANTASI KARANG

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Terumbu karang adalah ekosistem khas daerah tropis dengan pusat penyebaran di wilayah Indo-pasifik. Terbatasnya penyebaran terumbu karang di perairan tropis dan secara langitudinal terbentang dari wilayah selatan Jepang sampai utara Australia dikontrol oleh faktor suhu dan sirkulasi permukaan (surface sirculation) air. Kini, hampir 800 jenis karang yang tergolong kelompok scleractinia telah dideskripsikan. Dari sejumlah karang yang ditemukan ini 600 jenis berada di Asia Tenggara khususnya di Indonesia dan Philipina dan dengan pertimbangan luasan kawasannya sebesar 34% (51% kontribusi kawasan terumbu karang Indonesia) dari total luas kawasan terumbu karang di dunia maka secara biogeografi kawasan ini dinyatakan sebagai center of origin karang di dunia.

Ekosistem terumbu karang yang ada di wilayah Asia Tenggara merupakan yang paling terancam di dunia. Besarnya ketergantungan manusia terhadap sumberdaya laut di seluruh Asia Tenggara telah menyebabkan eksploitasi yang berlebih sehingga banyak terumbu karang yang terdegradasi, khususnya di dekat pusat kepadatan penduduk. Sekitar 70% penduduk di kawasan ini hidup di sekitar 50 km pesisir. Ancaman-ancaman terhadap terumbu karang termasuk penangkapan berlebihan (over fishing), penangkapan ikan dengan metode yang merusak, sedimentasi dan pencemaran dan pembangunan pesisir. Selain itu meningkatnya suhu global (global warming) juga telah menyebabkan sumberdaya yang sangat vital ini dalam bahaya.

Dampak langsung dari degradasi kondisi terumbu karang ini adalah menurunnya produksi perikanan setempat, abrasi pantai yang semakin luas, dan yang lebih merisaukan adalah hilangnya salah satu gudangplasma nutfah dan sumber keanekaragaman hayati yang sangat berarti bagi dunia.Dalam upaya menanggulangi masalah tersebut khususnya dalam rangka memulihkan kembali fungsi dan peranan ekosistem terumbu karang sebagai habitat biota laut, perlu segera diambil tindakan nyata untuk menjaga kelestarian ekosistem karang melalui upaya rehabilitasi sumberdaya karang yang sudah mengalami kerusakan. Salah satu upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembuatan terumbu karang buatan dan transplantasi karang.

Teknologi transplanstasi karang (coral transplantation) adalah usaha mengembalikan terumbu karang melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup untuk ditanam di tempat lain atau di tempat yang karangnya telah mengalami kerusakan, bertujuan untuk pemulihan atau pembentukan terumbu karang alami.

Terumbu karang buatan (artificial reef) dibuat untuk meniru terumbu karang alami untuk mengumpulkan/mendapatkan spesies target tertentu. Terumbu buatan yang dimasukkan kedalam suatu perairan secara langsung akan menambah habitat bagi biota laut ditempat tersebut. Penambahan ini berlangsung dengan bertambahnya luasan dan ruang yang disebabkan oleh adanya suatu struktur tertentu yang dimasukkan ke dalam kolam perairan. Penambahan luasan dan ruang ini akan lebih memperbesar kesempatan bagi biota laut dalam mencari tempat tinggal, baik dengan jalan menempel maupun, memanfaatkan ruang yang ada.

Pulau Samalona merupakan gugusan pulau karang yang berbentuk bundar dengan luas 2,34 hektar. Pulau kecil ini merupakan salah satu tujuan wisata bahari yang banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Pasirnya yang putih dan airnya yang jernih menjadikan pulau ini cocok untuk berjemur. Selain itu, kawasan pulau ini sangat bagus untuk menyelam (diving), karena di sekelilingnya terdapat karang-karang laut yang dihuni beraneka ragam ikan tropis yang berwarna-warni, dan biota laut lainnya (Puijono, 2009).

Karang terbagi dua, karang lunak (soft coral) dan karang keras (hard coral). Pada perairan kisaran tiga meter didominasi oleh karang keras, hal ini dipengaruhi oleh arus, suhu, dan turbulensi. Pada kisaran tiga meter, tutupan terumbu karang masih di dominasi life coral yang terdiri dari soft coral dan hard coral. Tapi, dominasi hard coral lebih erliha dibandingkan dengan sof coral (Lemsa, 2009).

Sedangkan pada kisaran 10 meter bisa terlihat bahwa dead coral mendominasi dengan 63%. Pada kedalaman 10 meter, hard coral mulai jarang terlihat. Dominasi karang disini adalah soft coral (Lemsa, 2009).

Secara geografis Pulau Samalona berada di 119o 23’33,1” BT dan 05o08’ 16,0” LS atau berada di perairan selat Makassar. Batas-batas administrasi meliputi sebelah barat berbatasan dengan Pulau Lae-Lae, sebelah timur dengan Kota Makassar, sebelah Selatan dengan Tanjung Bunga, dan sebelah utara dengan Lae-Lae Kecil.

1.2 Tujuan Kegiatan

Tujuan kami merehabilitasi terumbu karang di Pulau Samalona adalah :

1. merehabilitasi ekosistem terumbu karang untuk mengembalikan fungsi awal terumbu karang
2. sebagai pengembangan kawasan konservasi laut daerah dan pengelolaan wilayah pesisir serta daerah perlindungan laut.
3. Peningkatan perekonomian masyarakat wilayah pesisir dan pemerintah daerah dalam rangka menciptakan objek wisata bahari bawah laut.
4. Menjamin ekosistem laut tetap lestari sehingga mampu menopang kehidupan masyarakat yang tergantung pada sumberdaya dan lingkungan laut.
5. Sebagai penahan abrasi pantai tempat penyediaan makanan bagi biota air baik jenis biota air yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi maupun biota yang langka.

1.3 Sasaran kegiatan

Sasaran yang ingin kami capai dengan rehabilitasi terumbu karang ini adalah :

1. Menciptakan kondisi perairan yang optimal sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir baik produksi dan produktivitas masyarakat Pulau Samalona itu sendiri.
2. Peningkatan pemahaman semua pihak yang berkepentingan terhadap pengelolaan terumbu karang di Pulau Samalona
3. Meningkatkan peran serta pemerinta daerah dan masyarakat dalam rangka pemeliharaan dan rehabilitasi terumbu karang dengan metode terumbu karang buatan dan teknik transplantasi karang.
4. Tercapainya peningkatan upaya-upaya pelestarian terumbu karang di Pulau Samalona

1.4 Luaran (Output)

Luaran yang diinginkan dengan adanya rehabilitasi terumbu karang ini adalah :

1. Terbangunnya modul terumbu karang buatan dari konstruksi beton.

2. Terbangunnya persemaian karang dari tranplanstasi karang.

3. Adanya biota indikator dari karang buatan dan pertumbuhan transplantasi karang

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *