Sajak-sajak Sapardi, tentang Aku, Kamu dan Cinta.


Sajak-sajak milik Sapardi sangat menyentuh. Ia menggunakan bahasa yang biasa, diksi yang penuh makna. Untuk mengetahui artinya cukup dengan sedikit melihat ke dalam diri untuk mengerti. 
Sapardi saya jagokan untuk soal sajak-sajak cinta. Tulisan ini saya buat untuk mengenang bahwa sajak Sapardi pernah mengisi hidup saya yang ingin terus sarat dengan makna. Menuliskannya kembali membuat saya tetap hidup..


NOKTURNO
Kubiarkan cahaya bintang memilikimu
Kubiarkan angin yang pucat
Dan tak habis-habisnya
Gelisah
Tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu
Entah kapan kau bisa kutangkap… 



SAJAK KECIL TENTANG CINTA
mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai api harus menjadi jilat
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu harus menjadi aku
HUJAN BULAN JUNI
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu

 

TAJAM HUJANMU
tajam hujanmu
ini sudah terlanjur mencintaimu:
payung terbuka yang bergoyang-goyang di tangan kananku,
air yang menetes dari pinggir-pinggir payung itu,
aspal yang gemeletuk di bawah sepatu,
arloji yang buram berair kacanya,
dua-tiga patah kata yang mengganjal di tenggorokan
deras dinginmu
sembilu hujanmu
AKULAH SI TELAGA
akulah si telaga: berlayarlah di atasnya
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil
yang menggerakkan bunga-bunga padma
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya,
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja perahumu
biar aku yang menjaganya
dan dari beberapa sajak Sapardi yang sudah saya baca, saya paling suka dengan sajak yang ini. Entah ada orang yang mengatakan bahwa Sapardi selalu bagus dalam sajak cinta. Dan memang saya akui Sapardi berhasil membuat saya tergetar membaca sajaknya. Salut..
AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

 

Selamat menikmati malam…
Identitas, 8 Oktober 2013..

 

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *