Sehari Keliling Amsterdam, Bisa Banget!

Sehari di Amsterdam, bisa banget! Banyak banget yang nanya apakah dalam waktu 18 jam, saya bisa mengelilingi Amsterdam? Jawabannya, sangat bisa.. Berikut ini adalah contoh itinerary jika punya waktu kurang dari 24 jam di Amsterdam. Kita ambil kasus penerbangan terpagi tiba dari Jakarta pukul 8 pagi hingga penerbangan berikutnya jam 12 malam ya. πŸ™‚

Tiba di Schipol – jam 8 pagi

Welcome in Amsterdam! Beli kartu Amsterdam Region Card seharga 19.5 euro untuk satu hari. Gunakan kartu ini untuk berangkat dari Schipol menuju Amsterdam Centraal. Kartu Amsterdam Region Card bisa dibeli di Toko AKO di Schipol.

kartu ams region
  • 1 day – € 19.50
  • 2 days – € 28.00
  • 3 days – € 36.50

Berfoto di depan airport Schipol, karena tulisan IAMsterdam di Museumplein, Amsterdam sudah dihapuskan. Kalau mau tau dimana lokasinya bisa cek ke website IAmsterdam Letters. Setiap kali ikon ini berpindah, kalian bisa melihat melalui website ini.

ikon iamsterdam

Setelah itu segera pindah ke jalur 1-2, untuk naik kereta Intercity Direct menuju Amsterdam Centraal. Dari sanalah petualangan kalian dimulai. πŸ™‚ Baca : transportasi di Amsterdam

Pergi ke Zaanse Schaan – jam 10 pagi

Melihat kincir angin sebaiknya dilakukan di pagi hari, karena hampir semua toko dan museum disana sudah buka. Selain itu menghindari traffic pengunjung yang sangat padat di siang atau sore hari.

Setibanya di Amsterdam Centraal, segera menuju papan pengumuman. Cari kereta yang menuju Uitgeest, biasanya kereta yang dinaiki adalah kereta jenis Sprinter. Kereta ini akan berhenti di Zaandijk Zaanse Schaan.

Nikmati berfoto dengan kincir angin yang ditetapkan sebagai kawasan UNESCO Heritage Site. Ada beberapa kincir angin yang difungsikan hingga saat ini.

Zaanse Schan, Kota Industri di Masa Lampau

Selain itu jika ingin mencicipi keju, jangan lupa kunjungi toko keju di Zaanse Schaan, cobalah beberapa jenis keju yang ditawarkan di toko ini. Harga keju yang dijual bervariasi mulai dari 5 euro hingga 15 euro per blok.

Pergi ke Volendam – jam 12 siang

Setelah puas mengunjungi Zaanse Schaan, ada baiknya segera kembali ke Amsterdam Centraal. Transportasi tercepat menggunakan kereta kembali ke Amsterdam Centraal. Kali ini pergi ke Volendam, sebuah desa di pinggir laut yang terkenal dengan foto baju tradisional Belanda. Untuk menuju Volendam, hanya bisa menggunakan bis nomor 316 atau 314. Naik ke terminal bis di atas stasiun Amsterdam Centraal.

Jika sudah menggunakan kartu Amsterdam Region Card, anda tinggal ngetap di mesin saat masuk ke dalam bis. Turun di halte bis Visserstraat, Volendam. Setelah itu berjalan kaki menuju tempat foto di Volendam. Saya menyarankan untuk berfoto di De Boer Photography. Karena disana sudah menjadi tempat langganan orang Indonesia yang ingin berfoto dengan kostum.

Jangan lupa untuk mencicipi kibbeling atau haring, makanan khas tradisional Belanda. Kibbeling terbuat dari ikan kod, sedangkan haring merupakan ikan haring mentah yang disajikan dengan potongan bawang bombay. Enak banget. πŸ™‚ harganya sekitar 2.3 euro per potong.

Oia, harga suvenir disini juga lebih murah dibandingkan harga yang ditawarkan oleh toko-toko souvenir di Amsterdam.

Volendam, Desa Nelayan di Belanda

Naik ferry ke Marken – jam 2 siang

Setelah berfoto dan makan siang di Volendam, biasanya ada kapal ferry dari Volendam menuju Marken. Marken merupakan desa nelayan seperti Volendam, tapi lebih sepi. Karena jarang wisatawan untuk pergi ke desa ini. Jika merasa tak perlu, kalian bisa memilih untuk segera kembali ke Amsterdam Centraal.

keadaan Marken

Ada jam-jam tertentu untuk kapal ferry menuju Marken. Jadi harus diperhatikan jam dan jadwal fery jika ingin pergi ke Marken.Β Harga ferry menuju Marken adalah

  • Adult – Return – € 11.50
  • Adult – One wayΒ  – € 8.50
  • Child (4-11) – Return – € 5.75
  • Child (4-11) – One way – € 4.25
  • Bike – Single – € 2.00

Kembali ke Amsterdam Centraal – jam 4 sore

Setelah tiba di Amsterdam Centraal, segeralah menuju Bloemen Market, sebuah pasar bunga terapung. Disini harga souvenir lebih murah dibandingkan toko-toko di Amsterdam. Pasar ini biasanya menjual berbagai jenis tanaman dan bunga-bunga, walaupun pada kenyataannya, pasar ini juga menjual beberapa bibit ganja. Karena ganja adalah hal yang sangat legal di Amsterdam.

Setelah itu pergilah menuju Kalverstraat, mall outdoor terbesar di Belanda. Banyak toko-toko outlet barang branded disana. Kalau suka belanja, jangan lupakan mall Kalverstraat. Hampir semua toko-toko barang branded ada disana.

Pergi ke Dam Square ataupun Jalan ke kanal – jam 6 sore

Setelah dari Kalverstaart, kalian bisa langsung menuju ke Dam Square. Sebuah tempat yang sepertinya wajib sekali kalian datangi saat pergi ke Amsterdam. Karena disini ada Nieuw Kerk, National Monument dan Grand Palace.

Biasanya orang suka sekali mengambil gambar di daerah ini, karena ini menjadi center dari Amsterdam.

Selain itu anda juga bisa pergi dekat Dam Square untuk berfoto dengan kanal-kanal Amsterdam. Atau jika waktu masih memungkinkan, naik kapal keliling Amsterdam Canal seharga 12 euro per satu jam.

Mencicipi kehidupan malam di Red Light District? – jam 8 malam

Amsterdam tak bisa dipisahkan dari kehidupan malam yang ada disini. Red Light District menjadi salah satu daya tarik para wisatawan ketika berkunjung ke Amsterdam. Namun karena sudah terlalu banyak turis yang datang di Amsterdam, pihak kota Amsterdam memutuskan untuk membatasi jumlah pengunjung yang datang ke Amsterdam.

Karena itu saat ini kawasan Red Light District tidak boleh menerima tamu wisatawan dalam jumlah rombongan. Semakin malam, kawasan ini semakin ramai oleh turis dan juga penjaja seks. Jadi jangan heran jika semakin malam, semakin terlihat ramai.

Pergi ke Schipol – jam 10 malam

Setelah puas mengunjungi beberapa tempat, silakan segera kembali ke Schipol Airport atau Amsterdam Centraal untuk mengejar penerbangan atau jadwal kereta berikutnya ke kota lain. Semoga pengalaman selama di Amsterdam menyenangkan. πŸ™‚

Kalau butuh guide di Amsterdam, silakan hubungi saya melalui email [email protected]. πŸ™‚ Siapa tau saya bisa membantu..

 

ditulis di Bennekom

13:47 CEST Wednesday, 13 June 2019

sambil menikmati hujan dan segelas teh hangat

 

You may also like

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.