Seminggu Tanpa Jajan – Social Experiment

Setelah tidak sengaja masuk ke dalam tulisan ini “Business Insider- No Spend Month Saving Money Experiment“, akhirnya saya kepikiran untuk mencoba gaya hidup ini selama satu minggu. Satu minggu persis sebelum saya bertolak ke Italia. Jadi uang yang tidak saya gunakan untuk jajan, bisa saya simpan untuk pengeluaran selama di Italia nantinya.

Eksperimen ini saya mulai sejak hari Senin, 6 Agustus dan akan berakhir pada tanggal 12 Agustus. Jadi peraturan dari tulisan ini adalah kita boleh membeli bahan-bahan makanan ataupun barang-barang keperluan rumah tangga. Karena bahan makanan tidak dihitung sebagai jajan. bisa-bisa saya mati duluan karena kelaparan hahah. Saya masih diperbolehkan untuk membeli sayur, buah segar, susu, roti, dan bahan-bahan di dapur. Selain itu barang-barang kebutuhan rumah tangga misalnya sabun cuci, detergen, ataupun pembalut. Sedangkan yang dianggap jajan yaitu beli snack, es krim, dan pengeluaran lain yang tidak penting-penting banget.

Kalau di Wageningen sendiri ada beberapa warung Indonesia yang menjual cemilan khas Indonesia. misalnya martabak manis, siomay, bakso tusuk, cilok, dan lainnya. Namanya Depot AY. Nah biasanya kalau Depot AY buka warungnya dan yang dijual itu cemilan, saya akan memohon-mohon sama Arif untuk membeli satu bungkus. haha. Soalnya jajanan yang disuguhkan itu enak banget. Btw, pemilik Depot AY ini adalah Ibu dan Bapak Kost ku di Beringhem. hahah. Kalau teman-teman di Wageningen pasti tau mereka siapa.

Target Seminggu dan Rulesnya

Ups, malah ngebahas soal Depot AY. back to the track. Jadi target satu minggu ini adalah saya mengurangi pengeluaran yang tidak penting ataupun jajan-jajan. Kalau di dalam tulisan tersebut, si Mbaknya gak bisa mencapai target karena doi anaknya sosialita banget. Jadi setiap malam akhirnya nongkrong di kafe dan menghabiskan satu gelas wine atau brandy seharga 18 dollar per gelas. Kemungkinan besar saya tidak akan terjebak dalam pengalaman yang sama dengan si mbaknya. Karena saya gak minum alkoh   ol dan juga saya gak terlalu suka party. Kalaupun ada party biasanya saya numpang makan. eh..

Saya pernah masuk ke Pub karena menghadiri ulang tahun teman. Semua orang minum alkohol saya malah minum susu coklat panas. Untungnya ditraktir, kalau enggak mungkin 6 euro bisa melayang. Padahal harga susu coklat panas gak sampai 6 euro di Jumbo. #anaknyagakmaurugi

Oke. rules yang saya pahami dari tulisan diatas adalah saya mau mencoba gaya hidup ini gegara membaca tulisan tentang berhemat tanpa harus breaking social life. Wageningen ini hampir mirip seperti desa yang sangat ramah dan aman. Karena saya gak minum bir ataupun pergi ke bar, membuat hidup social life saya tidak perlu menghabiskan banyak uang.

Hari Pertama Experiment. monday 8 aug

Hari pertama di Wageningen, gak ngeluarin uang untuk jajan. Karena sudah bawa bekal dari rumah, brokoli tumis dan juga rendang paru dari @disukofood. makanan yang dikirim dari Indonesia ini sangat memudahkan saya untuk menyiapkan lunch. Biasanya siang hari saya akan membeli sup jamur di kantin Forum, tapi karena ketiduran, saya pun gak pergi ke kantin. hahah.

ternyata setelah saya keluar dari perpustakaan, tiba-tiba ada informasi bahwa ada es krim gratis dari perpustakaan. harga es krim itu di kantin bisa seharga 1.20 euro. Jadi saya mendapatkan es krim gratis dan juga kue gratis dari Lisa di sela-sela obrolan makan malam saya. Hari ini saya spend 0.15 euro untuk membeli air panas untuk menyeduh teh chamomile yang saya dapatkan gratis dari radix. Total spend hari ini, 0.15, saya merasa failed di hari pertama.

Hari kedua. tuesday 9 aug

Pagi hari saya baru menyadari bahwa kami kehabisan beras. Akhirnya saya mengayuh sepeda ke Lidl untuk membeli pandan rijst dan juga bahan makanan seperti buncis, pisang, roti dan selai coklat. Saya tidak jajan sama sekali, walaupun sebenarnya keinginan untuk membeli es krim sangat besar. Tapi saya mengurungkan niat dan berjalan pelan menuju kasir. Total belanja saya pagi ini adalah 8.75 euro untuk bahan makanan saya selama siang dan malam.

Karena saya tidak berniat pergi ke kampus untuk belajar membuat saya hanya fokus dengan mata kuliah yang akan diujikan esok hari. Saya membuat balado terong, pete, dan ikan teri. Lumayan untuk bekal ke kampus sebagai makan malam. Sesampainya di kampus saya hanya membaca beberapa jurnal dan literatur dan berdiam diri di Forum tanpa jajan apapun. Ketika perut lapar, awalnya saya ingin jajan di Karadag, tapi ternyata Oka dengan baiknya membawakan saya sekotak kentang goreng dari Doppio. Kentang gorengnya enak banget dan sangat renyah, apalagi kalau dimakan dalam keadaan lapar. Surgaaa..=_=

Hari ini saya tidak jajan sedikit pun! Yeay! berhasil!

Hari ketiga, Wednesday 10 aug

Pagi ini saya menghabiskan setangkup roti berisi telur dan segelas air. Kemudian bersepeda menuju Leuwenborch. Re-exam mata kuliah Environmental Policy Analysis untuk kedua kalinya. Setelah selesai re-exam, akhirnya perut saya keroncongan parah. Hampir membuat seseorang tertawa mendengar bunyi perut saya. Setelah itu saya bergerak menuju City Center Wageningen. Awalnya saya hanya ingin membeli gembok untuk sepeda, beras dan buah. Tapi akhirnya saya jadi malah membeli beberapa snack seharga 0.79 eur di Action. Nama snacknya Crocky warna biru rasa paprika. Biasanya teman-teman di kampus selalu membelinya di dalam vencing machine seharga 1 euro untuk ukuran kecil. Sedangkan di Action ukuran medium harganya hanya 0.79 euro. Karena itu saya malah jajan Crocky. Haha.

Setelah menyambangi Action, ternyata saya malah pergi ke Open Market. Kalau penasaran dengan open market, kalian bisa baca tulisan saya tentang Open Market disini. Awalnya saya hanya mau membeli cabe titipan Mbak Astin, namun ternyata sedang tidak ada stok cabe. Akhirnya saya malah belanja buah plum, tomat, lemon, dan jahe. Tak lama setelahnya saya segera berkunjung ke stall untuk ikan. Saya pun membeli ikan sardines untuk digoreng dan dicocol sambal pedas untuk makan malam nanti.

Saya juga ingat untuk membeli kabel USB karena kabel USB milik saya hilang di dalam Flixbus menuju Brussels. Akhirnya pengeluaran pun membengkak menjadi 10 euro untuk hari ini. Itu belum ditambah dengan beras dan dua donut yang saya beli di Jumbo karena kelaparan. Total pengeluaran saya untuk jajan hari ini adalah 2 euro (Crocky dan dua donut glazed). Hiks. saya failed.

Dan epicnya, setibanya di kamar tiba-tiba Sastrin datang mengetuk pintu kamar sembari membawa beberapa barang hibah. Salah satunya adalah kabel USB. Oh noooo…

Epilog

Ternyata saya tak berhasil untuk tidak spending memuaskan hawa nafsu. Jadi tulisan ini seharusnya tidak berhak publish. Tapi karena sudah terlanjur, ya sudah publish saja deh. Hahaha.

Semoga saya bisa lebih istiqamah untuk tidak jajan. Soalnya disini semuanya menggoda untuk dicoba. 😅

Ditulis di Beringhem dan Forum

Bulan Agustus dan diselesaikan bulan Oktober 2018

3:48 PM Tuesday 30 Oktober 2018

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.