Perjalanan Mengejar Impian #DukungBersama Asian Games 2018

Namanya Daniel, hanya Daniel. Tak ada embel-embel lainnya. Ia adalah teman koridor saya di Asserpark. Tinggal bersama di koridor yang sama selama hampir 1 tahun membuat  membuat kami cukup akrab. Karena keakraban inilah, ia pun tak segan menceritakan mimpinya. Satu mimpi yang ia sudah rencanakan sebelum tiba di Belanda. Mimpi yang ia susun sedemikian rupa agar hilang rasa penasarannya. Ia ingin berkeliling Eropa dengan sepedanya! Sendirian!

Mimpi yang ditertawakan

Awalnya kami hanya menertawakan mimpi itu. “Tak mungkin lah, niel. Eropa luas loh..” ujarku sambil tertawa. Tapi ia menunjukkan keseriusan pada mimpinya. Ia mempersiapkan latihan fisik di sela-sela waktu kuliah. Ia selalu terlihat aktif pada kegiatan olahraga di Wageningen. Olahraga mulai dari renang, lari, futsal, bulu tangkis, bahkan squash pun ia geluti. Tapi ia tetap bergeming dengan keinginan kuatnya. “Saya ingin melakukannya, apapun yang terjadi,” katanya sambil tertawa. Dan itulah tipikal seorang Daniel. . Walaupun orang menertawakannya, ia tetap pada pendiriannya.

Saya jadi ingat tulisan seseorang tentang impian yang ingin dicapai. “Dhie, saat seorang manusia bermimpi akan sesuatu hingga di dalam dirinya merasa impian itu begitu tinggi, sampai-sampai merasa seolah-olah tidak mungkin, maka percayalah manusia bisa menjadikannya mungkin dengan bantuan-Nya,” ujarnya. Dan Daniel adalah salah satu sosok yang membuat saya percaya bahwa impian itu tidak ada yang tidak terlalu tinggi asalkan kita berusaha dan fokus dengan apa yang kita impikan.

Dunia ini sungguhlah kumpulan cerita. Kita sudah banyak melihat kisah tentang orang-orang yang dulunya bukan siapa-siapa dan kini menjadi seseorang. Cerita-cerita yang seolah-olah tidak realistis dan tidak mungkin terjadi pada kita. Nyatanya itu terjadi pada orang lain, mengapa tidak pada kita? Mungkin falsafah inilah yang Daniel pegang untuk menjemput mimpi bersama sepedanya.

Daniel dan teman-teman koridor malam sebelum keberangkatan

Ia mulai menabung dan membeli segala perlengkapan untuk perjalanan panjangnya. Mulai dari sepeda baru yang ia beli dari toko online barang bekas, aksesoris sepeda, tenda, sleeping bag hingga peralatan memasak. Ternyata ia tak main-main dengan mimpinya. Diantara semua celotehan dan canda tawa, ia tetap dengan pendiriannya. Empat musim pun berlalu, musim gugur, musim dingin, musim semi, dan tibalah pada musim panas. Semua nilainya yang cemerlang membuatnya tak perlu mengulang pelajaran. Sehingga pada tanggal 9 Juli 2018 ia pun berangkat mengayuh sepedanya.

Kami semua menyambut kepergiaannya dengan hati sukacita walaupun kita khawatir dengan keberadaannya. Untungnya teknologi sudah canggih dan kita bisa memantau perjalanan Daniel hingga hari ke-enamnya melalui Google Maps dan Whatsapp. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan banyak pesepeda internasional lainnya. Ia selalu membagi kesahnya dan menceritakan kisahnya pada temannya. Walaupun banyak rintangan seperti tidur di hutan sendirian, tak punya tempat tinggal, harus mengayuh sepeda di jalan menanjak atau kehilangan arah untuk menuju negara berikutnya. Tapi ia terus percaya bahwa ia akan terus menemukan kekuatan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan saat ini ia telah menempuh jarak lebih dari 361 km dalam waktu 6 hari.

Daniel bersama tempat tidurnya
bertemu dengan pesepeda lainnya
sebuah kota di dalam itinerary Daniel

Tetaplah Percaya!

Kisah Daniel adalah sekelumit orang-orang yang tak pernah menyerah dengan mimpinya. Kita telah menemukan kisah seperti ini di dalam pribadi atlet-atlet Indonesia. Bagaimana seorang atlet berjuang walaupun dalam keadaan papa namun tak putus asa. Lalu Muhammad Zohri misalnya. Ia menjadi salah satu contoh teladan bagi semua warga Indonesia, bahwa tak ada yang tak mungkin jika selalu berusaha. Ia tetap percaya pada mimpinya, walaupun banyak orang yang tak percaya. Karena ia hanya butuh percaya pada dirinya sendiri dan akhirnya memenangkan apa yang ia cita-citakan.

hampir tiba di Namur,
bekal peta perjalanan dari pesepeda lainnya.

Perjalanan Daniel akan terus berlangsung hingga ia mencapai target-target dalam itinerary-nya. Semua list negara yang masuk dalam jangkauan sepedanya. Walaupun tak bisa dibandingkan namun saya berharap kisah Daniel bisa menjadi pelecut semangat bagi para atlet kebanggaan kita berjuang di dalam kancah Asian Games 2018. Mimpi yang dibarengi dengan kerja keras dan tekad yang kuat agar bisa mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional. Semangat!! Kalian pasti bisa!

Impian itu pastilah sesuatu yang mendebarkan. Seolah-olah alam semesta hendak menggagalkannya. Kita hanya tidak tahu bagaimana Allah dan semesta ikut serta mewujudkannya, kita hanya melihat luarannya. Percayalah, impian kita yang terlihat tidak mungkin itu adalah hal yang berharga. -Kurniawan Gunadi-

 

Semangat untuk semua atlet Indonesia yang akan berjuang di kancah Asian Games 2018 yang berlangsung pada tanggal 18 Agustus 2018 nanti. Walaupun jauh, tapi semangat dan dukungan dari kami disini. Indonesia!   #DukungBersama Asian Games 2018 #Indonesia

Mohon doa juga untuk Daniel agar selamat sampai di Wageningen kembali dan berkumpul dengan kita semua. 🙂

ditulis di Beringhem

23:51 CEST Monday, 16 July 2018

setelah pertandingan final World Cup Kroasia VS Perancis

 

You may also like

4 Komentar

  1. So inspiring ka😍😍😍, selain dari isi tulisan aku juga suka banget cara deliver kisahnya, jadi bikin betah pembaca jelajahin tulisan-tulisannya ka adlien

  2. Hai Laily..

    Terima kasihhh sudah mampir dan komen di blog sederhana ku.. Ak masih belajar menulis terus nih. Semoga kamu suka yaa dengan tulisan-tulisan aku kedepannya. 🙂

  3. selalu suka dengan tulisan kamu Dlien, cerita mengalir dengan santai dan aku yang membaca seringkali terharu, salam buat teman teman kamu semua.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.