Tahap-tahap Menggapai Kampus Impian

Tulisan ini saya buat untuk memberikan sedikit gambaran mengenai pencarian kampus idaman di luar negeri. Saya mencoba mendaftar di Dalhousie University, Canada. Kampus yang terletak di Halifax, ibukota Nova Scotia, salah satu provinsi di Kanada. Pilihan saya jatuh pada jurusan Marine Management di Faculty of Science. Ia masuk dalam 200 ranking kelas dunia. Alasannya sederhana, karena disana tidak ada pelajaran matematika. Haha. Selain itu saya tertarik dengan beberapa mata kuliahnya mengenai Manusia dan Kebudayaan (People and Culture), Marine Management Skill Development, Contemporary Issues in Ocean and Coastal Management dan Community Based Co-Management. Mata kuliah yang sudah saya temukan masalahnya selama bekerja di lapangan. Makanya saya langsung jatuh cinta sama jurusannya. hehe.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencari kampus idaman. Pertama, kalian bisa membuka website Hotcourses abroad. Tuliskan nama jurusan yang kalian inginkan, misalnya Marine Science / Animal Science / Marine Management / Marine Biology / Soil Science ? etc. Bedakan jurusan dan fakultas. Jurusan sudah lebih spesifik, sedangkan Fakultas masih dalam ranah umum. 
tampilan di Hotcourses
Yang harus diingat, kalian sudah tau apa passion kalian. Setelah selesai kuliah ingin menjadi apa. Jangan pernah ikuti kata orang lain, tanyakan apa yang ingin kalian lakukan. What do you want? Not what anyone want… 
Setelah itu akan muncul beberapa nama kampus yang memiliki jurusan tersebut. Kalian bisa mencatat nama-nama kampus yang menawarkan program yang kalian inginkan. Pencarian pun dimulai… 
Setiap universitas menawarkan mata kuliah yang berbeda-beda walaupun jurusannya nyaris sama. Misalnya saja Marine Science and Management di Southern Cross University menawarkan modul pembelajaran yang lebih pada Analysis Environment seperti Litosphere, Hydrosphere, Chemistry dan lain sebagainya. Sedangkan Marine Management menawarkan paket mata kuliah yang lebih kepada Sumberdaya Manusia di Pesisir. Jadi jangan sampai salah pilih ya. 
 
Lakukan perbandingan dengan melihat website-website kampus tersebut. kalau saya juga mencari beberapa bahan pertimbangan seperti kerjasama dengan NGO ternama, karena saya berencana untuk magang di NGO tersebut selama 6 bulan. Kemudian Student Life disana juga bisa jadi bahan pertimbangan. Apakah disana ada grup olahraga yang sesuai dengan passion? Apakah disana bagus untuk tempat jalan-jalan? Karena perkuliahan bisa jadi sangat menegangkan, kita butuh hal-hal yang menyenangkan untuk tetap tersenyum. 
Tahap yang paling krusial setelah menentukan kampus tujuan adalah melihat Requirements yang dibutuhkan. Misalnya score minimum of IELTS, Letter of Recommendation, Motivation Letter, Letter of Funding, Medical Record, etc. Yakinkan bahwa diri kamu mampu memenuhi target sebelum deadline aplikasi. Kalian harus perhatikan tanggal terakhir pengiriman aplikasi ke kampus tersebut. Jangan sampai lewat deadline. Sekedar informasi ada beberapa kampus yang mensyaratkan pendaftar untuk membayar Admission Fee terlebih dahulu. Besar biaya Admission Fee tergantung masing-masing kampus. Untuk Dalhousie University sendiri harus membayar $100 untuk biaya pendaftaran dan 200CAD (sekitar 2 juta rupiah) untuk biaya daftar ulang. Kalau beasiswa LPDP akan membayarkan Admission Fee untuk kampus yang sudah diterima. Kalau kalian mendaftar 5 kampus, hanya 1 yang akan diganti uang pendaftarannya. Be wise ya. 🙂

 

contoh Conditional Offer. hehe.

 

Biasanya pengumuman akan diumumkan pada tanggal yang telah ditentukan di website kampus. Seringkali jika item pendaftaran kita belum lengkap, kita akan mendapatkan Conditional Offer dari kampus. Sama seperti saya yang belum mencapai 7.0 untuk IELTS, Dalhousie University telah mengirimkan Conditional Offer yang akan berganti menjadi Unconditional Offer jika score IELTS saya mencapai 7.0. Tolong doakan yaa. Tanggal 18 Juni nanti saya akan mencoba tes IELTS untuk kedua kalinya. 🙂
 
Semoga membantu yaa..
Ditulis di Sekretariat ISKINDO
20:18 WIB Senin, 13 Juni 2016
sambil belajar listening sedikit-sedikit

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *