Takabonerate, sebuah keajaiban bawah laut

Di Dermaga Pulau Tinabo

Jangan pernah mengaku seorang pecinta traveller atau diving belum datang ke tempat ini. Namanya Taka Bonerate, diambil dari bahasa Makassar yang berarti Hamparan Karang Diatas Pasir… Dari artinya saja sudah bisa ditebak kalau tempat ini adalah tempat indah.
Pertama kalinya saya kesana pada tahun 2009 lalu, ketika saya dan teman-teman dari Forum Penyelam Mahasiswa Indonesia (FoPMI) dan Marine Science Diving Club (MSDC Unhas mengikuti acara Takabonerate Expedition. Saat itu, saya hanya menikmati keindahan bawah laut di Pulau Selayar. Itupun sudah sangat berbahagia bisa melihat dengan jelas terumbu karang cantik dan sebuah kima raksasa. 
Kali ini pada bulan November lalu, saya berkesempatan mencicipi Takabonerate untuk kedua kalinya. Namun bukan di Pulau Selayar seperti tiga tahun lalu, kali ini Pulau Rajuni dan Pulau Tinabo menjadi rumah singgah. Nur Ipa namanya, ia teman satu angkatan di Ilmu Kelautan Unhas. Rumahnya terletak di Pulau Rajuni, pulau cantik nan menggoda.
Kedatangan saya kesini bersama teman-teman adalah untuk berlibur, namun saya memiliki niat lain. Meneliti. Keinginan kuat saya mulai timbul ketika saya berada di perjalanan, di dalam benak, Ghost Fishing menjadi topik yang saya incar. 
Dan akhirnya, kesempatan untuk pergi ke Takabonerate kedua kalinya sangat menyenangkan. Walau Pulau Rajuni bukan terkenal sebagai spot diving di Takabonerate, toh, disana tetap bisa saya temukan beragam hal menarik. Terumbu karang yang bergerombol cantik menghiasi pintu masuk Pulau Rajuni, belum lagi ikan kecil yang berwarna-warni. Ikan kecilnya bisa ditangkap dengan tangan. 
Pulau Tinabo terkenal sebagai spot diving indah di Takabonerate. Terumbu karang disana lebih cantik, Tidaklah terlalu sulit untuk menemukan critters bawah air macam nudibranch, frogfish, flatworm, udang, crocodilefish, ataupun hewan besar macam penyu, hiu, dan gurita di setiap penyelaman. Namun kemarin saya tak menemukannya. πŸ˜€
Selain strategis posisinya, Pulau Tinabo dengan panjang sekitar 1,5 kilometer dan lebar 500 meter, merupakan pulau yang relatif kecil tapi cukup menyenangkan. Seluruh pulau dikelilingi oleh pantai berpasir putih, dikelilingi oleh air laut yang selalu jernih sepanjang waktu, semakin dalam berturut-turut warna airnya menjadi kehijauan, biru muda, hingga biru tua menuju ke bagian laut yang lebih dalam. Tidak jauh dari pulau Tinabo, ada beberapa pulau tetangga yang tidak dihuni manusia, yang juga berfungsi sebagai pelindung pulau Tinabo dari ombak.

Bagi mereka yang hobi menyelam, kawasan ini menawarkan banyak kemungkinan jenis penyelaman. Ada banyak kawasan dengan kontur dinding / jurang yang cocok untuk wall-dive, area yang miring melandai, hingga pulau-pulau bawah air. Selain itu di sebagian area anda dapat merasakan arus yang cocok untuk drift-dive, atau area yang sama sekali tidak ada arusnya.
Jadi, siapkan ranselmu untuk ke Takabonerate!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *