The Guardian


–>
 Ben Randall bersama Carl setelah penyelamatan
Another movie make me so jealous. Cemburu pada tokoh utama, Ben Randall. Mau tau kenapa gue bisa cemburu pada dia? Dia adalah penjaga pantai di Amerika Serikat. Mungkin awalnya dia sama sperti penjaga pantai lainnya. Cerita di mulai dari Ben Randall bersama temannya menyelamatkan seseorang yang tenggelam. Carl dan Ben sahabatan sejak dulu.
Akhirnya pada suatu hari, ketika mereka mendapat misi untuk menyelamatkan awak kapal yang tenggelam. Cuaca sangat buruk pada waktu itu. Ombak setinggi tiga meter terus menerjang. Ben tetap turun walaupun pilot mengatakan waktu yang diberikan hanya 5 menit untuk menyelamatkan korban. Akhirnya Ben nyaris berhasil menyelamatkan anak, tetapi tiba-tiba rotor (motor penggerak bagian belakang helicopter) tertabrak puing kapal. Helicopter pun turun dengan cepat dan semua awak wafat. Tapi, Carl masih bisa selamat. Helicopter bantuan pun datang tetapi Carl tidak bisa lagi diselamatkan. Dia terkena hipotermia. Ben sangat terpukul oleh kematian sahabatnya.
Akhirnya Ben ditugaskan untuk menjadi instruktur di sekolah akademi penjaga pantai. Dia mengajar seperti keadaan di lapangan. Ada seorang murid yang sangat menonjol diantara yang lainnya. Fischer namanya tetapi lebih sering dipanggil Goldfish oleh Ben. Pelajaran yang menantang terus diterima oleh murid akademi. Mulai dari water trap selama satu jam, up nea, berenang cepat, sampai harus direndam di air es (pelajaran menghadapi hipotermia). Dan juga pelajaran mengenai arti kehidupan dan tanggung jawab sebagai life guard.
Pelajaran-pelajaran tersebut membuat mereka mengerti arti kata “so others may life”. Kata-kata itu sangat dipegang oleh penjaga pantai. Karena itu menjadi motto life guard. Fischer sangat terobsesi mengalahkan Ben. Hha. Tipikal orang yang tidak mau kalah dan terobsesi akan sesuatu hal. Tapi yang perlu diingat Ben masih belum bisa melupakan peristiwa kematian Carl. Dia selalu teringat oleh kejadian itu ketika melihat api suar atau hal lain yang mengingatkannya pada peristiwa naas itu.
Hingga pada suatu hari, semua life guard sudah bisa turun ke lapangan asli. Fischer ditemani oleh Ben mendapat tugas untuk menyelamatkan orang yang terjebak di gua. Mereka pun turun untuk menyelamatkan orang tersebut. Fishcer mengambil orang pertama dan Ben mendapatkan orang yang tidak bisa berenang. Akhirnya karena panic, orang tersebut terbentur kayu dan pingsan. Karena melihat kejadian itu, Ben mengingat kembali apa yang pernah menimpa sahabatnya. Dia pun kehilangan keseimbangan untuk naik ke helicopter. Tetapi, fischer bisa menguatkannya. Akhirnya mereka bertiga sampai di helicopter dengan selamat.
 Fishcer dan Ben Randall (guru dan murid)
Karena kejadian itu Ben merasa dirinya tidak capable untuk menjadi life guard lagi. Dia pun mengundurkan diri dari jabatannya. Di tempat lain setelah mengucapkan perpisahan dengan Ben, Fischer mendapatkan tugas untuk menyelamatkan 4 orang awak kapal yang tenggelam.
Ombak sangat tinggi dan kapal nyaris tenggelam. Pilot helicopter memberi waktu selama 20 menit sebelum mereka meninggalkan tempat tersebut. Akhirnya tiga awak kapal berhasil diselamatkan oleh Fischer. Tinggal Kapten kapal yang belum diselamatkan, Fishcer bersikukuh untuk menyelamatkannya. Akhirnya dia terjebak di lambung kapal. Naasnya kapal terus tenggelam.
Akhirnya ketika mendengar berita tentang terjebaknya Fishcer di kapal membuat Ben bergerak. Dia ingin menyelamatkan muridnya. Di kapal, mereka langsung bergerak cepat karena kapal akan tenggelam. Tetapi, ada hal yang terjadi. Tali penarik perenang nyaris putus karena membawa beban berat.
Ben pun melepaskan ikatannya dengan Fishcer. Tapi Fishcer menahannya. Ben tetap memaksa melepas pegangan Fishcer. Ending sedih pun tercipta, Ben harus wafat ditelan ombak.
Huwaaaaa…. Menyedihkan. Suatu pekerjaan yang sangat beresiko. Sekarang sedang ku bayangkan apakah life guard di Indonesia akan seperti itu? Memiliki helicopter cepat, landasang yang bagus, akademi khusus life guard dan yang terpenting life guard dengan jiwa seperti Fishcer dan Ben?? Life guard yang bersedia menolong orang lain bahkan membuat dirinya masuk ke dalam perangkap maut?
Semoga saja Indonesia bisa memperhatikan ketersediaan penyelamatan seperti itu. Karena negara kita adalah negara maritime dimana negara yang memiliki wilayah laut paling luas. So, kita tunggu ajj Indonesia memiliki life guard seperti mereka. hhe

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *