the power of love

Mlam ini menonton dua film yang sangat menggugah hatiku. John Q dan Beautiful Mind.
Dua film yang memiliki genre yang agak sama. Sama-sama memiliki latar belakang film yang bercerita bagaimana kekuatan cinta. Power of love..
Beautiful mind bercerita tentang seseorang bernama John Nash yang memiliki obsesi menemukan ide asli yaitu dinamika penggerak. Dia meneliti hingga lupa dengan dunia sekitar. Hingga akhirnya ada teman sekamarnya yang menguatkannya dan mengenalkan dengan dunia luar. Pada akhirnya dia bisa menemukan teori dinamika penggerak dan diterima bekerja di laboratorium Wheller. Sebuah laboratorium rahasia milik Departemen Pertahanan.
Dia juga mengajar mahasiswa, dan bertemu dengan seorang mahasiswi bernama Alicia. Mahasiswi ini berhasil menarik perhatiannya dan akhirnya menjadi pasangan hidupnya. Tapi, John memiliki keanehan. Menurut pemikiranya dia selalu bekerja sebagai pemecah kode untuk Dephan padahal semua itu tidak ada. Akhirnya diketahui bahwa John terkena Schizoprenia. Penyakit yang tidak bisa membedakan antara ilusi dan kenyataan.
John terjebak pada ilusi itu. Akhirnya dia dikirim ke rumah sakit jiwa. Alicia terus mengingatkannya akan dunia yang asli. Dan juga cintanya pada John.
Lama kelamaan John bisa mengabaikan ilusi yang selalu datang di hidupnya. Dia pun mulai menata hidupnya yang hancur.
Pada Desember 1994 ia mendapatkan nobel prize karena teorinya. Teori Nash mempengaruhi pasa dunia, ketenagakerjaan nasional dan evolusi biologi.
Yang membuatku bergetar ketika dengar kata-katanya pada saat pemberian hadiah nobel.
“aku selalu percaya pada angka. Dalam persamaan dan logika yang membawa pada akal sehat. Tapi setelah seumur hidup mengejar. Aku bertanya, apa logika sebenarnya?. Siapa yang memutuskan apa yang masuk akal?. Pencarianku membawa ku ke alam fisik, metafisik, delusional dan kembali. Telah kudapatkan penemuan paling penting di dalam karirku. Penemuan paling penting dalam hidupku. Hanya dipersamaan misterius cinta, alasan logis bisa ditemukan. Aku disini karenamu. Kau alasan diriku ada. Kaulah semua alasanku.”

Beda cerita dengan John Q. film ini berkisah tentang seorang ayah yang berusaha menyelamatkan anaknya. Mike (anaknya) terkena pembengkakan hati dan butuh cangkok. Tapi ada masalah besar. John tidak memiliki pekerjaan tetap, ia tidak memiliki asuransi untuk menanggung biaya RS sebesar 250 ribu dolar untuk biaya tetek bengek operasi.
Ia pun mencari banyak cara. Menjual semua perabotan di rumah dan mencari pekerjaan. Tapi, RS tetap menolak untuk mengoperasi karena asuransi yang dibutuhkan belum lengkap. Sampai pada akhirnya Mike dipaksa keluar dari RS.
Akhirnya John yang tidak ada pikiran mencoba masuk RS dengan “paksa”. Dokter yang ada pada saat itu disandera dengan beberapa pasien lainnya. Tapi, John menunjukkan sikap yang baik untuk semua pasien tersebut.
Kegiatan John dipantau seluruh negeri. Semua orang meneteskan air mata ketika John dan anaknya berbicara di telpon. Aku pun ikut merasakan cinta dari seorang ayah untuk anaknya yang sekarat.
Tapi, setelah itu ada donor jantung bagi anaknya karena perempuan itu tergetar melihat John dengan gigih berusaha menyelamatkan anaknya. 
Dan singkat cerita John bisa menyelamatkan anaknya dan harus dipenjara akibat cintanya.
Menarik bukan? Cinta bisa mengalahkan apapun. Bahkan rela masuk penjara untuk buah cintanya. Hha. Sebenarnya aku tidak menafikkan adanya cinta. Tapi terkadang cinta membuatku sakit. Hhe
Semoga saja dari film ini bisa kita ambil hikmahnya. Amien.

Cokerfreak.
12:32 AM
sambil denger The Corrs melantunkan lagu Runaway

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *