Tips Agar Tak Merasa Sendirian, Jika Tak Mudik

Merantaulah, maka kau akan tahu betapa mahal tiketmu untuk pulang

Adagium tersebut seringkali kita temukan berseliweran di timeline media sosial. Seolah menjadi pembenaran bagi seseorang untuk merantau dan akan kelabakan ketika rasa rindu ingin pulang. Saya adalah satu yang mengaminkan adagium tersebut.

Masih lekat dalam ingatan, ketika saya menangis sesugukan di pojok rumah. Apa pasal? Orang tua saya tak mampu membelikan tiket pulang ke Jakarta. Karena kebetulan di tahun itu, waktu lebaran sangat dekat dengan waktu pendaftaran. Saya yang datang di bulan Agustus, dan lebaran jatuh di tanggal 1 Oktober. Terlalu berdempetan.

Setelah 18 tahun selalu menghabiskan waktu lebaran di rumah, itulah kali pertama saya tak mudik. Bahkan saya sendirian. Menjaga rumah tante yang pergi ke Jakarta. Bayangkan. Sedih sekali rasanya. Apalagi saya menyetel lagu Raihan dengan judul “Satu Pagi di Hari Raya”. Semakin besar tangis saya. ketika ikut shalat Ied Fitri di Masjid Komplek Perumahan Dosen, saya tak bisa merasakan euforianya. Semua orang saling bergandengan tangan dengan ayah, ibu ataupun saudaranya. Sedangkan saya? Sendirian..

Ternyata cerita tak mudik terus berulang lagi dan lagi. Karena tiket pesawat menuju Jakarta sangat mahal saat mendekati lebaran. Kondisi ekonomi saat itu seringkali tak memungkinkan bagi saya untuk kembali pulang.

Karena itulah ada beberapa tips yang bisa saya bagikan kepada kalian yang tak ingin sendirian ketika memilih untuk tidak mudik.

  1. Berkunjung ke tempat teman atau saudara yang terdekat

Ini adalah tips pertama yang saya sampaikan. Kenapa? Karena ketika saya sendirian di Makassar, saya menyiasatinya dengan mengunjungi rumah teman-teman yang berada di Makassar. Tak hanya itu, saya juga datang ke rumah saudara. Biasanya kalau datang ke rumah saudara, bisa dapat ‘salam tempel’ juga. Haha.

Tak hanya itu, kita juga bisa menghemat pengeluaran. Karena biasanya di rumah-rumah teman, ibunya sudah menyiapkan makanan khas yang tersedia saat lebaran. Sebut saja coto, konro, tekwan, rendang, gulai, opor, dan ketupat!

  1. Cari tempat yang ramai

Kalau benar-benar menghabiskan waktu lebaran sendirian, jangan menyendiri terus. Biasanya sih teman-teman di hari lebaran pertama akan berkumpul bersama keluarganya. Jadilah kamu pergi ke tempat-tempat ramai. Misalnya ke pusat perbelanjaan. Pokoknya jangan sampai merasa kesepian.

Tapi hati-hati ya, kadang kita bisa merasa sedih jika melihat sebuah keluarga yang tersenyum senang lewat di depan kamu.

  1. Usahakan jangan sendirian

Balik lagi ke poin 2, cari teman yang bisa nemenin kamu. Kalau di tanah rantau, seringkali banyak orang yang tak bisa untuk mudik juga. Tenang, banyak juga orang yang tak bisa berlebaran bersama keluarga.

  1. Gunakan media sosial untuk menyapa banyak orang

Nah, dengan kemudahan teknologi, kita bisa memotong jarak untuk berkomunikasi. Ucapan selamat akan berdatangan dari segala penjuru. Hal ini bisa membuat kamu merasa lebih baik sedikit. Paling tidak rasa rindu tidak terlalu membuncah.

  1. Jalan-jalan

Kalau gak suka pusat keramaian, silakan jalan ke tempat-tempat yang bisa membuatmu tenang. Kalau saya dulu suka pergi ke danau di kawasan Universitas Hasanuddin. Paling tidak bisa mengurangi kesepian di dalam rumah.

  1. Muhasabah diri (menilai diri)

Di saat sendirian di Hari Raya ini kamu bisa menggunakannya untuk muhasabah diri. Sudah sebaik apa Ramadhan kali ini? Apakah yang telah kamu lakukan selama Ramadhan? Apakah bisa menghapus segala dosa-dosa terdahulu? Kesendirian ini bisa kita gunakan untuk membuat diri kita lebih baik di tahun depan.

 

Itulah tips agar tak merasa sendirian jika tak mudik. Tenang saja, banyak hal yang bisa kamu lakukan sendirian.

 

Ditulis di kamar kost,

23:56 WIB Senin, 19 Juni 2017

25  Ramadhan 1438 H

Sambil dengar lagu Opick – Rapuh

 

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *