Visit Tidore Island – 7 Kata-nya Orang Kenapa Wajib Datang ke Tidore

http://www.maestrobali.com/en/portfolio/tidore/

Selama ini Tidore selalu saya kenal karena buku-buku sejarah kelas 5 SD. Kerajaan terbesar kedua di Maluku adalah Kerajaan Tidore yang tidak dapat dipastikan kapan kerajaan ini didirikan. Dikatakan bahwa dulunya Kerajaan Ternate dan Tidore selalu berperang karena diadu domba oleh para penjajah. Kedua kerajaan ini menjadi dominasi di antara kerajaan lainnya. Cerita ini masih saya ingat, ditambah cerita Nenek yang selalu bercerita tentang keindahan Maluku, termasuk Tidore ini. Dulunya Tidore diperebutkan oleh Inggris, Spanyol, Portugis dan Belanda karena kekayaan cengkeh dan palanya. Lanskap pegunungan memberikan kesan yang tak terlupakan. Tak ayal, pemandangan Tidore diabadikan dalam lembaran uang seribu. Selain itu Tidore juga seringkali disebut sebagai Kie Ma-kolano (penguasa gunung).

Berbicara tentang Tidore, ingatan kita akan dibawa pada masa keemasan rempah-rempah. Saat itu bangsa Eropa sedang gencar-gencarnya mencari pusat rempah-rempah. Selain itu kedua kerajaan juga sedang dalam masa membangun kerjasama dengan negara-negara lain. Sehingga mereka selalu bersaing untuk mendapatkan bantuan. Pertama kali ketika berita kedatangan Portugis di Ambon di bawah pimpinan Francisco Serrao sampai ke Ternate dan Tidore, terjadi perlombaan di antara kedua kesultanan tersebut. Ternate dengan sigap menjemput Serrao dijemput oleh Kaicil Vaidua untuk bekerjasama dengan Kerajaan Ternate. Hingga akhirnya sembilan tahun kemudian ketika armada Spanyol yang dipimpin oleh Magellan tiba di Tidore pada tanggal 8 November 1521, perjanjian kerjasama pun dilakukan.

Ternyata perjanjian inilah yang semakin membuat malapetaka di dalam kedua kerajaan. Konspirasi penjajah agar bisa menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku, membuat kedua kerajaan menderita. Kerugian yang diderita masyarakat Maluku karena perang-perang tersebut mulai dari harta berupa kebun-kebun cengkih, armada, hingga korban jiwa yang mati di antara kedua pihak.

Cerita masa lalu mengenai Tidore menjadi salah satu alasan kenapa Tidore wajib dikunjungi. Memasuki umur 909 tahun, Tidore wajib masuk dalam bucket list di tahun 2017. Apa saja yang menjadikan Tidore begitu menawan dan membuat saya punya keinginan besar untuk mendatanginya.

Berikut ini adalah 7 KATANYA orang mengenai Tidore .

  1. Menikmati sunrise atau sunset di Kie Matubu.
https://www.instagram.com/ilhamarch/

Memiliki daratan volkanis yang sangat subur, menjadikan Tidore pusat remah-rempah dunia di abad 19. Katanya, Ke Tidore tidak akan lengkap jika tidak menantang adrenalin di Kie Matubu. Kie merupakan bahasa daerah untuk kata Gunung. Kie Matubu memiliki tinggi hingga 1.730 mdpl, bisa dikatakan gunung ini adalah gunung tertinggi di Maluku Utara. Gunung ini terakhir meledak pada tahun 1800-an dan saat ini dinyatakan non-aktif. Pemandangan indah dari Kie Matubu wajib dinikmati bagi para pecinta adrenalin. Apalagi jika melihatnya ketika matahari terbit dan terbenam.

Untuk menuju puncak Kie Matubu dimulai dari Pelabuhan Rum menuju Kota Soasia sekitar 45 menit dan dilanjutkan ke Desa Gurabunga berkisar 20 menit. Biasanya kita harus menyewa kendaraan ataupun angkutan jika pergi ke tempat ini.

Menurut orang-orang, setiap pendatang yang ingin datang ke gunung ini harus meminta izin terlebih dahulu kepada “Sohi” atau Lurah Desa Gurabunga terlebih dahulu. Waktu tempuh hingga tiba di atas memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan.

  1. Mengenang Sultan Nuku di Museum Sonyine Malige.

Cerita perlawanan panjang Tidore terhadap penjajahan mulai dari Portugis, Inggris, Spanyol dan Belanda banyak direkam oleh para sejarawan. Pahlawan Nasional Sultan Nuku salah satu bukti nyata kegigihan masyarakat Tidore melawan penjajah. Saat ini, Kesultanan Tidore hanya merupakan simbol sejarah dan budaya. Untuk mengenang sejarah Kesultanan Ternate, maka keluarga keturunan sultan berinisiatif untuk memamerkan berbagai peninggalan yang berasal dari para sultan dan keluarganya. Keluarga keturunan sultan kemudian menghibahkan sebuah bangunan untuk dimanfaatkan sebagai museum. Bangunan museum yang diberi nama Museum Sonyine Malige tersebut diresmikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan, Prof. Dr. Hayati Subadio pada tahun 1982.

bareng sultan Husain Syah di acara launching Lomba Blog Visit Tidore Island

Katanya, Museum ini menurut saya wajib dikunjungi apalagi disana terpajang banyak benda-benda dari jaman dahulu, seperti peralatan gerabah, peralatan pandai besi, perlatan berburu, alat-alat perang dan mahkota. Tak seperti mahkota yang biasa, mahkota ini memiliki rambut yang melekat. Konon katanya, rambut tersebut akan terus bertambah panjang pada hari-hari tertentu. Supaya gak penasaran, saya harus ke Tidore sendiri dan melihat hal tersebut.

3. Mencicipi keindahan bawah laut di Taman Laut Pulau Maitara.

Selain memiliki pemandangan pegunungan yang indah, Tidore juga memiliki keindahan bawah laut yang tak akan terlupakan. Katanya, Taman Laut Pulau Maitara yang terletak diantara Tidore dan Ternate menyajikan keindahan bawah laut yang menakjubkan. Beragam ikan-ikan dari spesies besar hingga kecil hidup disini. Tak ayal, Tidore merupakan daerah penghasil ikan tuna yang menjadi salah satu sentra perikanan Maluku.

4. Bermain pasir putih di pantai

Pemandangan bawah laut Tidore yang tidak akan terlupakan juga memiliki pemandangan pasir putih di beberapa pulau Tidore yang sangat menawan. Sebut saja Pantai Cobo yang terletak di daerah utara Tidore. Tak hanya itu konon katanya, Pulau Failonga memiliki spot pantai pasir putih yang tak bisa dilewatkan. Katanya, pergi ke Tidore tak lengkap jika tak mencoba air panas yang terletak di dekat pantai Tidore. Air panas yang terltak di Pantai Akesahu ini menjadi salah satu tujuan para pelancong.

5. Makan Kuliner khas Tidore yang selalu jadi idaman

Buat temen-temen yang suka nyoba makanan dari daerah di Indonesia, makanan khas Tidore bisa jadi pilihan. Katanya, makanan Tidore enak-enak, salah satunya Popeda. Makanan yang terbuat dari sagu kemudian dicampur dengan kuah ikan, rasanya asam tapi memuaskan. Selain makanan utam, di Tidore ada beberapa penganan seperti Nasi Jaha beras ketan yang dicampur dengan jahe. Selain itu ada juga Lamet yang berbahan dasar pisang. Hmm. Pasti enak banget.

Masih banyak banget makanan khas Tidore yang wajib dicoba. Misalnya saja lamet, sagu jai, gohu, dan lain sebagainya.

  1. Melihat Benteng Tohula dan Tore
sumber : http://travel.detik.com

Saksi bisa sejarah peperangan Tidore yang masih ada di Benteng Tohula dan Tore. Kedua benteng ini masih memiliki sarat dengan nilai sejarah. Benteng Tohula didirikan oleh bangsa Spanyol ketika datang ke Tidore. Sedangkan Benteng Tore dibangun oleh bangsa Portugis sesuai dengan Gubernur yang menjabat pada saat itu yaitu Hernando de La Torre.

 

Katanya kedua benteng ini dibangun untuk melihat keadaan di perairan Tidore pada saat itu. Benteng ini menjadi titik penting para prajurit untuk melihat bagaimana keadaan musuh dan bertahan dari serangan.

Nah, itulah 6 kata-nya orang tentang Tidore dan kenapa saya berkeinginan untuk bisa menjejak tanah Tidore. Bermimpi untuk bisa melihat keindahan Tanah Tidore sembari mengucap To Ado Re, yang artinya aku telah sampai..

 

Pasti pada bingung, “kok judulnya 7, tapi yang ditulis cuman 6?”

Kenapa? Karena saya ingin melihat sendiri Tidore dan mencari 7 hal yang membuat kamu harus pergi ke Tidore juga. hehe

 

ditulis di ISKINDO

23:22 WIB 18 Maret 2017

sambil denger lagu Ed Sheeran – Shape of You

 

 

You may also like

1 Comment

  1. Kapan ya bisa main ke Tidore -.- dulu pernah ikutan lomba yang hadiahnya kesini beberapa kali tapi belom beruntung 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *