Jika Kamu Punya 24 Jam di Kota Ambon

Patung Christina Martha Tiahahu

#Tulisan ini saya dedikasikan buat kamu yang sedang singgah atau punya waktu yang sedikit di Pulau Ambon. 
Apa yang akan kamu lakukan jika mempunyai sedikit waktu untuk menikmati kota yang pernah jadi saksi sejarah pendudukan Belanda? Nah, berikut ini adalah sedikit informasi dan tips bagi kamu yang akan jalan-jalan ke Ambon dalam waktu singkat. Saya akan menuliskan tempat-tempat dan kuliner apa yang harus kamu coba ketika di Ambon. Ada beberapa tempat kece untuk ambil gambar dan makan. Berikut sedikit infonya :
Transportasi
Dari bandara ke Ambon bisa menggunakan bis Damri, mobil carter, angkot atau perahu. Sila dicheck dalam tulisan saya yang lalu disini. Di dalam kota Ambon sendiri banyak jenis transportasi yang tersedia. Ada Oto (angkot), ojek, becak dan mobil carter. Di dalam kota, jujur, saya lebih suka menggunakan sepeda. Tapi ketika dalam keadaan terdesak, saya lebih suka naik ojek. Karena lebih efektif dan efisien serta menghindari kemacetan parah di beberapa titik. Untuk tarif  ojek di dalam kota adalah 10 ribu.
Untuk Oto di kota Ambon, kita harus tau kemana tujuan kita. Karena ada 10 trayek yang disediakan oleh pemerintah untuk bepergian ke seluruh Pulau Ambon. 😀 Jadi, harus mengenali dulu tempat yang akan kita tuju. Jika salah naik oto, maka otomatis kamu akan tersesat. Haha. Tapi perlu diingat, kota Ambon sangat kecil. Jadi tidak perlu khawatir untuk nyasar. Beberapa lokasi wisata yang saya sebut dibawah hanya perlu berjalan kaki.
Tempat Wisata Dalam Kota
Berikut adalah nama tempat-tempat wisata yang ada di dalam Kota Ambon dan wajib kamu singgahi sebelum pulang. 😀
Masjid Al Fatah
Masjid yang menjadi ikon umat muslim di Kota Ambon merupakan masjid terbesar. Masjid yang dibangun pada tahun .. 
masjid Al Fatah

Lapangan Merdeka dan Patung Pattimura
Lapangan ini adalah kebanggan orang-orang Ambon, karena disana ada tulisan “Ambon Manise” yang terkenal. Belum lengkap rasanya jika datang ke Ambon, jika belum berfoto di tempat ini. Biasanya ketika sore hari, banyak orang yang berolahraga disini. Selain itu pada kegiatan-kegiatan besar, lapangan ini digunakan sebagai pusatnya. Karena berdekatan dengan kantor Gubernur Maluku. 😀
Selain lapangan merdeka, kamu juga harus ke Patung Patimura. Lokasi patung ini berdekatan dengan Lapangan Merdeka. Patung Pattimura yang membawa parang serta tameng ketika melawan penjajah Belanda. 
Gong Perdamaian
Gong perdamaian dibangun di belakang Lapangan Merdeka. Posisinya sangat mencolok, sehingga memudahkan siapapun yang di Lapangan Merdeka untuk melihatnya. Biaya masuk ke Gong Perdamaian adalah 5 ribu per pengunjung.

Pemakaman Tentara Asing (World War II Cemetery)
Tempat ini adalah tempat favorit saya untuk bersantai dan sekedar memanjakan mata dengan hijaunya pepohonan. Pemakaman yang diperuntukkan bagi tentara asing yang wafat di medan perang pada perang dunia ke 2. Sekitar 600 makam ada di tanah seluas 2 ha ini. 

Tempat ini bisa jadi spot yang menarik untuk lokasi pra wedding. Hahah. Sebenernya terdengar menarik ketika kita pra wedding di atas pemakaman. Tapi silahkan buktikan sendiri dan lihat tempatnya. Biaya masuk seikhlasnya saja. Buka dari pukul 07.00 – 17.00 Wit. 😀

Patung Christina Martha Tiahahu
Saya suka tempat ini ketika langit kota Ambon mulai berwarna jingga. Lokasi patung ini di daerah Bukit  Karang Panjang. Jadi otomatis kita bisa melihat keadaan Kota Ambon dari atas sini. Christina Martha Tiahahu adalah seorang pejuan wanita yang masih sangat muda ketika dibunuh oleh Belanda, 17 tahun. Perjuangan tidak mengenal umur, tapi mencatat siapa yang berani dan siapa yang lari dari medan pertempuran. 
Oia, lokasi patung ini dibuka sejak pukul 08.00 – 18.00 Wit. Biaya masuk pun seikhlasnya saja. Saya sarankan datang ketika langit berwarna jingga keemasan. 😀
Museum Siwa Lima
Museum Siwa Lima

Museum yang terletak di Kecamatan Nusaniwe ini lumayan jauh dari pusat kota. Namun ada banyak informasi yang bisa didapatkan disini mengenai sejarah Kota Ambon. Cukup dengan 5 ribu rupiah, kita bisa menjelajah masa lalu. Selain itu ada museum kelautan disini. Museum ini hanya buka dari Senin – Jumat dari pukul 08.00 -16.00 Wit.  Setelah dari museum, saya sarankan untuk minum es kelapa di Pusat Kuliner Air Salobar. Dengan harga 10 ribu rupiah, kita bisa menikmati es kelapa dengan pemandangan menghadap laut. 

Tempat Wisata di Luar Kota

Pintu Kota

Kalau kamu suka dengan keadaan pantai yang punya 
Pantai Namalatu

Kuliner Khas
Pisang Lumpur
Seperti apa sih pisang lumpur? Kenapa sih dinamakan pisang lumpur? Pertama kali dengar nama makanan ini saya penasaran sekali. Ternyata usut punya usut dinamakan pisang lumpur karena pisang dilumuri oleh susu kental manis cokelat. Oalah. Jadi pisang yang telah dipotong kecil kemudian digoreng tepung dan diberikan susu kental. Tahun lalu saya dikenalkan pisang ini oleh Atri dan Dana.
Harganya cukup murah, hanya 5 ribu rupiah. Kamu bisa mendapatkan pisang lumpur di depan masjid Al Fatah. Penjualnya menggunakan mobil dan digunakan sebagai stand. Biasanya pisang lumpur tersedia sejak pukul 19.00 Wita. 
Kasuami
Mendengar makanan ini rasa-rasanya jadi jahat. Masa kita makan suami? Haha. Makanan khas dari Buton ini dibuat berbahan dasar singkong atau biasa disebut Kasbi. Nah, cara pembuatannya lumayan mudah. Pertama-tama, singkong yang telah dikupas bersih, diparut secara manual. Setelah itu singkong diperas hingga airnya habis. Biasanya para ibu-ibu menggunakan batu untuk membuang airnya hingga habis. Setelah itu dimasukkan dalam cetakan segitiga, dan dikukus hingga matang.
Karena berbahan dasar singkong, kasuami membuat orang jadi merasa kenyang lebih lama dibandingkan setelah makan nasi. Biasanya kasuami disandingkan dengan kuah ikan dan lauk pauk lainnya. Tapi pasangan yang cocok adalah kuah ikan yang agak masam. 
Untuk di Kota Ambon, saya baru mendapatkan penjual kasuami di pinggir jalan, di depan pelabuhan fery kecil. Saya mengambil satu kasuami, ikan kuah, tahu dan ikan mairo hanya dengan harga 10 ribu. Setelah makan kasuami, saya langsung merasa kenyang hingga esok hari. Rasa-rasanya kasuami bisa jadi menu diet yang bagus. 😀
Ikan Asar
Makanan ini adalah ikan cakalang yang sudah diasapi. Entah kenapa bisa dinamakan ikan asar, mungkin seharusnya ikan asap. Tapi mencong jadi ikan asar. Ahahah. Biasanya ikan asar dibanderol dengan harga mulai dari 10 ribu. Tergantung pada musim ikan cakalang, jika sedang musim, harga ikan asar juga ikut turun. Tapi kalau ikan cakalang sedang sulit, harga ikan asar juga semakin mahal. Ada banyak spot untuk membeli ikan asar. Ada di Pasar Mardika ataupun di Galala. Ikan Asar paling enak dimakan dengan sambal colo-colo. 😀

Mie Cakalang dan Air Garuku
Ini saya masukkan dalam salah satu menu yang harus dicicipi ketika datang di Ambon. Mie Cakalang tidak berbeda dari mie kuah lainnya, namun yang membuat enak adalah suwiran ikan Asar membuat cita rasa mie ini berbeda. Harga per porsinya juga cukup murah, 10 ribu per porsi. Itu belum ditambah dengan gorengan yang disediakan di atas meja. Selain mie cakalang, warung yang hanya buka pada malam hari ini juga menyediakan air garuku. Minuman hangat yang terbuat dari jahe. Warung ini terletak di daerah Benteng (depan Toko Hero).
Oke, segitu dulu penjelasan saya tentang Kota Ambon. Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan mention saya di @adliencoolz 😀
ditulis di Mess Harta Samudra
7 September 2014 setelah keliling kota Ambon sendirian di waktu malam

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *