Surat Amma untuk Ayyash tentang COVID-19

Dear Ayyash,

Nak, di bulan ini, seluruh Indonesia sedang dikejutkan dengan penemuan terbaru. Sebuah virus yang awalnya disebut sebagai NCov-2019 lalu sekarang dipanggil dengan COVID-19 berhasil menembus pertahanan. Sebuah virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina ini dianggap tak akan menyebar. Namun lama kelamaan premis tersebut salah. Virus ini menyebar dengan cepat dan menciptakan ketakutan di masyarakat.

Hingga surat ini ditulis sudah ada lebih dari 2000 jiwa yang menghilang akibat simptom yang dibuat oleh virus ini. Gejalanya yang hanya batuk dan pilek serta demam membuat banyak orang terkecoh dan mengganggap bahwa hanya batuk pilek biasa. Ketika gejalanya semakin parah, orang mulai kesulitan untuk bernafas dan akhirnya gagal bernafas dan membuat penderita meninggal dunia.

Nak, kamu tahu gak kalau kemarin kita sempat pergi ke Depok untuk membeli peralatan elektronik dan makan sop durian di Margando. Kita pergi beremppat bersama Aunty Hany. Kemudian bertemu Om Milzam, Tante Nana, Dek Kia, Om Majid, Om Maulana dan Om Andry disana.

Dan hari ini ketika diumumkan bahwa dua orang yang positif terkena virus COVID-19 ini adalah pasien dari sebuah rumah sakit di Depok. Amma langsung kaget. Inget kalau kita kemarin masih main ke Depok. Untungnya Amma selalu menerapkan mandi setelah pergi kemana-mana. Kamu yang paling utama dimandikan. Karena tangan kamu kemana-mana, pegang meja lah, pegang kursi lah, pegang makanan lah, apapun yang bisa kamu jangkau pasti kamu pegang, nak. haha. Kalau Amma mandinya kalau kamu sudah tidur.

guardian.co.uk

Nak, kalau kamu suatu saat baca ini dan merasa bahwa cuci tangan gak penting, tolong pikirkan ulang ya. Karena sejatinya kita akan terkontamisai oleh kuman, bakteri, dan virus setiap harinya. Untuk meminimalisir kita harus menjaga kebersihan dan kesehatan. Dengan cara serng mencuci tangan, makan yang sehat dan olahraga yang bisa membuat berkeringat.

Hingga tulisan ini diselesaikan oleh Amma, sudah ada lebih dari 3000 orang meninggal dunia. Namun angka pasien yang sembuh juga tinggi sehingga bisa dikatakan fatality rate corona virus ini masih rendah dibandingkan penyakit yang disebabkan oleh virus yang sama, seperti SARS dan MERS.

Nak, ketika virus ini masuk ke Indonesia, semua orang berbondong-bondong membeli masker kesehatan. Katanya sih agar terhindar dari virus, tapi ternyata masker tak efektif untuk orang yang sehat. Lebih baik adalah orang sakit yang menggunakan masker agar percikan ludahnya gak keluar an terkena dimana-mana. Tapi karena sudah terlanjur panik, stok masker langsung habis. Kamu tau gak, nak.. Ada aja orang yang jahat banget dengan menimbun stok masker. Harganya gila-gilaan! Bayangkan yaa, bulan Januari harga masker per kotak masih 30 ribu. Sekarang saat Pakde Jokowi bilang kalau virus sudah ada di Indonesia, harga masker per kotak jadi 400 ribu rupiah! Jauh sekali bedanya. Dan ada orang yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraup untung sebanyak-banyaknya. Sedih..

Di saat yang sama, Gunung Merapi sedang erupsi. Erupsi itu ketika gunung Merapi lagi batuk-batuk. Kalau Gunung Merapi lagi batuk-batuk, bisa mengeluarkan abu dan asap ke daerah sekitarnya. Saat seperti ini orang yang tinggal di daerah Merapi butuh masker untuk bisa bernafas. Tapi karena stok masker harganya tinggi dan langka di pasaran membuat orang kesulitan untuk menapatkannya. Sedih banget..

Nak, banyak hal yang bisa dipelajari sebagai manusia. Salah satunya adalah tetap tenang dalam menghadapi sesuatu. Tidak perlu panik panik dalam hal-hal yang kita hadapi. Terus bermunajat pada Allah SWT dan meminta pertolonganNya.

Sepertinya segitu dulu surat dari Amma, ya Nak. Nanti kita cerita lagi tentang yang lain yaa. ๐Ÿ™‚ Amma mau mulai menulis untuk Ayyash, agar Ayyash bisa ingat hari-hari kita bersama. Hehe.

ditulis di Tajurhalang

22:00, 2 Maret 2020

saat Ayash tetidur lelap

 

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.