10 Hal Yang Bisa dilakukan di Ambon

Senja di Patung Christina Martha Tiahahu, Karpan

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman pribadi. Banyak teman-teman yang datang ke Ambon hanya untuk persinggahan dan tujuan utama mereka adalah Pulau Banda, Pulau Saparua, Pulau Haruku dan daerah lain. 
Kota Ambon seringkali hanya menjadi persinggahan ataupun transit selama satu hari. Nah, apa sih yang bisa dilakukan selama satu hari di Kota Ambon? Setelah turun dari pesawat, kamu bisa mencoba banyak jenis transportasi. Kalau mau yang mahal bisa sewa mobil (200 ribu), tapi kalau mau yang murah bisa naik angkot dari depan Bandara Pattimura. Hanya 10 ribu sampai di depan Maluku City Mall (MCM). Nanti dari MCM, bisa lanjutkan dengan akomodasi transportasi lain. Selain itu ada juga bis Damri dari bandara ke pusat kota dengan harga 35 ribu. 
Setelah itu mau ngapain lagi? 
Cari Penginapan Murah
Untuk penginapan murah di Ambon bisa ditemui di Jalan Sam Ratulangi. Tapi yang perlu diingat, orang Ambon tidak mengenal nama jalan, namun lebih kepada nama daerah. Jajaran penginapan  murah bisa kita temukan di samping Ambon Plaza (Amplas). Range harga yang disediakan mulai dari 75 ribu hingga 200 ribu per malam. Ada yang hanya menggunakan kipas angin dan tidak dapat breakfast. Cocok untuk kalian yang suka berpetualang. Kalau mau lebih murah lagi, bisa hubungi saya. Gratis tempat tinggal. Hahaha. Tapi sayangnya Juni ini saya akan balik ke Bogor. 😀
Kalau naik Damri dari bandara, maka kita hanya perlu berjalan kaki. Tidak terlalu jauh, sekitar 10 meter dari tempat perhentian bis. 
Makan ikan bakar
Nah, kalau kamu pecinta ikan bakar dan colo-colo (nama sambal khas Maluku), kamu bisa coba makan di jalan kecil sebelah Amplas. Harga ikan yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 30 ribu sampai 90 ribu. Tergantung dengan jenis ikan dan besar ikan. Kalau saya suka makan di rumah makan pertama dari jalan utama. Duh, saya lupa nama warung makannya. Nanti saya update deh. 
Di rumah makan itu, bukan pake sambal cabai merah, tapi potongan cabe, bawang merah dan lemon cina. Sensasi rasa segar dan pedas menyatu di lidah. Apalagi jika potongan cabe sudah tergigit. Hmmm. Yummy. Warung makan disini hanya buka sampai jam 10 malam. Jadi datang lebih cepat. 
Kalau mau makan ikan bakar yang mahal, kamu bisa datang ke RM Ratu Gurih, disana range harga ikan bakarnya mulai dari 70 ribu tergantung dari besar dan jenis ikannya. Saya rekomendasikan makanan cumi telor asin. 😀 
masjid Al Fatah
Ke Pantai Natsepa makan rujak
Jika sudah datang ke Ambon, pasti seringkali mendengar nama Pantai Natsepa disebut. Terletak di daerah Suli, pantai ini menjadi daerah wisata yang paling terkenal di Ambon. Kita bisa mencicipi rujak Natsepa yang sangat terkenal. Rujak ini tidak pedas namun lebih ke arah manis. Bumbunya yang sangat kaya akan kacang membuat kita ketagihan untuk makan rujak lagi dan lagi. Untuk sepiring kecil rujak dibanderol dengan harga 10 ribu rupiah. 
Jika haus, kamu bisa membeli kelapa muda yang dijual di dekat tempat rujak. Harganya juga 10 ribu. Kamu bisa memilih ingin air kelapa muda dengan sirup atau yang alami. 

Beli Oleh-oleh di Petak 10
Tidak puas rasanya jika sudah berkunjung di suatu tempat tanpa membeli oleh-oleh. Saya merekomendasikan untuk membeli oleh-oleh di Petak 10. Nama pemiliknya Kak Cliff. Hahah. Beliau orangnya baik dan baru saja dianugerahi anak kembar. 
Hmm. Kembali ke toko, disini kita bisa menemukan cemilan khas Maluku. Misalnya saja sagu keju, manisan pala, bruder (bolu khas Ambon), sagu tumbuk, dan permen minyak kayu putih. Selain jajanan, Petak 10 juga menyediakan souvenir khas Ambon. Sebut saja kaos, slendang, tas, manik-manik, cincin batu, tombak, dan lain sebagainya. 
Saya suka dengan bahan kaos yang digunakan oleh toko ini. Bahannya lembut dan menyerap keringat. Range harganya mulai dari 90 ribu sampai 100 ribu per lembar. Tergantung dari size kaos. 
Makan buah di Pasar Mardika
Kalau suka makan buah, datang ke Pasar Mardika. Jika sedang beruntung, kamu bisa menemukan buah-buah endemic Maluku. Misalnya saja buah Gandaria. Buah yang berwarna orange ini rasanya mirip mangga, tapi lebih asam. 
Jika datang di bulan Maret – Juni, biasanya banyak durian Ambon dan durian Seram bertebaran. Harganya juga sangat murah, berkisar 5 ribu sampai 15 ribu. Hmmm. Rasanya? Jangan ditanya deh, durian Seram punya tekstur yang legit dan berserat. Jadi kalau kamu rasa, bisa nambah sampai berkali-kali. Hehehe. Apalagi kalau ditraktir. 😀
Minum Kopi di Joas dan Walang Sibu-sibu
Setelah makan buah dan makan ikan bakar, waktunya minum kopi. Buat kamu pecinta kopi, dua warung kopi ini adalah yang paling terkenal di Ambon. Ada dua kopi yang paling saya suka dari keduanya. 
Kopi Susu dari Joas dan Kopi Rarobang dari Walang Sibu-sibu. Kopi susu ini sangat kental, jadi bagi yang tidak terlalu suka manis, lebih baik pesan untuk dikurangi susunya. Kalau kopi rarobang punya tekstur
lebih hangat, dan ditaburi oleh potongan kacang kenari. 
Keduanya terletak di Jalan Said Perintah. Kalau Warung kopi Joas hanya buka sampai jam 6 sore, sedangkan Walang Sibu-sibu buka sampai jam 10 malam. Saya seringkali menghabiskan malam di Walang Sibu-sibu, karena ada live music nya. Paling suka nyanyi gratis, sampe bapak-bapak yang pegang keyboard sudah tahu lagu favorit saya. Hahah. Bee Gees, I started a Joke. 😀
Harga secangkir kopi susu hanya 7 ribu rupiah, sedangkan untuk kopi rarobang sendiri dibanderol dengan harga 14 ribu. 
Foto-foto Senja di Patung Christina Martha Tiahahu
Buat kamu yang datang dengan pesawat pagi, bisa nyoba memotret keindahan senja Ambon dari daerah Karang Panjang. Untuk mencapai daerah ini, saya agak sulit menjelaskan jika naik angkot. Lebih baik naik ojek aja, dari pusat kota cukup bayar 15 ribu. 
Untuk masuk ke area patung Christina kita harus membayarkan biaya retribusi sebesar 5 ribu. Area ini ditutup pukul 19.00 Wit. Jadi jangan sampai kelewatan untuk menikmati pemandangan senja yang indah dari Ambon. 

Berfoto di Landmark Kota Ambon
Tak afdol rasanya jika berkunjung ke Ambon dan tidak berfoto-foto di dua landmark kota Ambon, yaitu Gong Perdamaian dan Pattimura Park. Kedua tempat ini bersebelahan. Untuk masuk ke Gong Perdamaian, kita diwajibkan membayar 5 ribu. Sedangkan masuk ke Pattimura Park, hanya butuh biaya 0 rupiah. 
 
Makan Papeda di RM Beta Rumah
Saya sebenarnya kurang menyarankan anda untuk mencoba papeda jika anda orang yang tidak suka dengan makanan jenis baru. Karena papeda terbuat dari sagu yang sudah dicampur dengan ikan kuah kuning.
Banyak yang berkomentar macam-macam tentang makanan ini. Kalau saya suka dengan papeda buatan sepupu saya di Tulehu, kalau di  RM Beta Rumah saya belum pernah coba. Hehehe. 
Beli Aksesori dari Besi Putih
Suka dengan kalung, cincin atau hiasan dari besi putih? Anda bisa langsung datang ke pusat besi putih di Tugu Trikora atau di dekat Pattimura Park. Harganya bervariasi mulai dari 50 ribu sampai yang paling mahal 400 ribu. Tergantung dari jenis dan tingkat kesulitan pembuatannya.
Ke Museum Siwa Lima
Jika masih punya waktu, kamu bisa melihat benda-benda sejarah di Museum Siwa Lima. Terletak di daerah Taman Makmur, kamu bisa kesini dengan angkot ataupun ojek. Tapi jujur, saya agak kurang tahu jalur angkot di Ambon. Karena kotanya kecil namun trayek angkotnya sangat banyak. Saya akan mencoba update jalur trayek angkot di Kota Ambon di tulisan berikutnya. 
Itulah sedikit tips untuk menghabiskan waktu selama transit di kota Ambon. Untuk daerah wisata Ambon, akan saya update di tulisan berikutnya ya. 😀
Ditulis di kantor Harta Samudra, sambil denger lagu I did it my way milik Frank Sinatra
Senin, 4 Mei 2015 7:49 PM

You may also like

5 Comments

  1. Hari ini terbang ke ambon transit menuju dobo esok hari, punya tempat penginapan murah di sekitar amplaz tdk mbak? :)?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *