ancaman ekosistem estuaria

ANCAMAN EKOSISTEM ESTUARIA

Estuaria merupakan ekosistem khas yang pada umumnya terdiri atas hutan mangrove, gambut, rawa payau dan daratan Lumpur. Ekosistem ini mempunyai fungsi yang sangat penting untuk mendukung berbagai kehiudpan. Wilayah estuaria merupakan habitat yang penting bagi sejumlah besar ikan dan udang untuk memijah dan membesarkan anak-anaknya. Beberapa larva ikan yang dipijahkan di laut lepas juga bermigrasi ke wilayah estuaria pada fase larvanya. Wilayah ini dapat dianggap sebagai wilayah perairan peralihan (ekoton) antara habitat air tawar dengan habitat laut yang sangat dipengaruhi oleh pasang surut dan karakter lokasinya serta morfologisnya yang landai. Wilayah estuaria sangat rentang terhadap kerusakan dan perubahan alami atau buatan. Pembuangan limbah, penggunaan perairan sebagai sarana pengangkutan, serta berubahnya sistem daerah aliran sungai, merupakan sebagian dari penyebab degradasi kualitas ekosistem estuaria.
Estuaria merupakan salah satu bentuk dari ekosistem lahan basah, dimana lahan basah di Indonesia luasnya = 38 juta ha (Wibowo, et al, 1996). Kawasan lahan basah termasuk estuaria ini mengalami kerusakan yang sangat serius karena pertumbuhan populasi manusia dan pembangunan, yang antara lain berakibat terhadap menyusutnya hutan mangrove, hutan rawa dan hutan gambut beserta keanekaragaman spesies flora dan fauna di dalamnya, pencemaran air karena penggunaan pupuk dan racun hama dan penyakit serta berbagai industri dan kegiatan pertambangan. Termasuk masalah pelumpuran, karena kegiatan pertanian pada daerah atasnya yang tidak memperhatikan teknik-teknik konservasi tanah dan air. Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan adanya pengelolaan wilayah esruaria yang berkelanjutan.
1.2 Tujuan dan kegunaan
Tujuan dari perencenaan pengelolaan kawasan estuaria secara terpadu dan berkelanjutan yaitu ;
1. Mengkaji berbagai permasalahn pengelolaan kawasan estuaria yang menjadi penyebab pembangunan yang tidak berkelanjutan
2. Mengkaji potensi sumberdaya alam kawasan estuaria
3. Menyusun tata ruang kawasan estuaria untuk menerapkan pengelolaan secara terpadu yang berdasarkan pendekatan pemberdayaan masyarakat.
4. Mengkaji perencenaan pengelolaan kawasan estuaria untuk pengembangan/pembangunan secara optimal dan berkelanjutan

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *