Ketika Angkot "Diusir" dari Unhas.

Pertama-tama gue mendeklarasikan bahwa gue PENGGUNA ANGKOT DAN SEPEDA!! 😀
Yang mau gue bahas disini adalah tentang rencana Kampus Merah melarang masuk pete-pete (angkot.red). awalnya ini adalah gerakan cinta lingkungan dengan Green Health and Safer (GHS) yang dilaunching pada bulan Februari 2011. Nah, gue adalah salah satu Duta Sepeda yang ditunjuk untuk mempromosikan GHS pada saat itu. Ciieeeee… 😀
Pada saat itu. Gue merasa bahwa Idenya GHS keren banget, jadi nanti pete-pete dilarang masuk dan diberikan jalur baru. Terus Unhas akan menyediakan sepeda di pintu satu. Sisanya akan ada bis Unhas yang akan datang secara berkala.  Belum lagi tawaran menggiurkan dengan adanya jalur khusus sepeda. Woooowwww.. keren banget kan??
Nah, itu adalah bayangan gue tentang GHS yang gue promosiin dulu. Sekarang gue sadar, bahwa bayangan gue tentang GHS akan banyak mengorbankan rakyat kecil. 🙁 (dari sisi humanis)
Pertama, Unhas akan menggusur para pedagang makanan di Workshop. Disana ada sekitar 40 warung kecil yang berjualan. Mulai dari pagi hingga pagi lagi. Di workshop, banyak mulut yang bisa diberikan makan. Karena itu, jika GHS dilaksanakan bisa dipastikan, para pedagang akan digusur dari tempat jualannya. 
Kedua, ketika GHS dilaksanakan otomatis para supir pete-pete akan mengalami penurunan pemasukan. Karena mahasiswa Unhas adalah sumber pendapatan bagi supir pete-pete. Eh, maksudnya penumpang pete-pete jalur 05, 07, 02 dan 08 adalah trayek yang sering digunakan oleh mahasiswa Unhas. 
Itulah sisi humanis dari kisah Green Health and Safer yang mengorbankan rakyat kecil. Tapi kalau diliat dari sisi yang lainnya, maka sebenarnya GHS itu bagus juga lho.. hahahha. (dari sisi government / pembuat kebijakan)….
Satu, kita belajar menjadi lebih peduli lingkungan.
Pertanyaan : Tapi ada tapinya, kalau mobil dan motor pribadi pun dilarang masuk kampus. Kalau ternyata setelah pete-pete dihapuskan dan penggunaan kendaraan pribadi menjadi meningkat, bagaimana??
Dua, kita juga belajar untuk mengerti bahwa kebijkakan yang diambil oleh pihak kampus adalah untuk kepentingan kampus.
Pertanyaan : Sebuah gelar tidak akan didapatkan dengan harga murah, kawan.. Secara, kita kan menuju World Class University. Nah, untuk mendapatkan gelar tersebut, otomatis pihak kampus akan mengorbankan rakyat kecil.
Ketiga, kita akan mengurangi carbon yang beredar di kampus.
Pernyataan : Helloooo, kalau ada kendaraan pribadi pasti juga akan semakin banyak carbon. Mustinya Rektor dan semua Wakil Rektor memberikan contoh untuk naik bis atau sepeda tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi. Hahahaha…

setiap aksi yang diambil pasti akan memiliki dua sisi, sisi baik dan sisi buruk. 🙁
semoga kita bisa mengambil hikmah dari kegiatan ini. 😀

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *