Persahabatan 5 cm.

5 cm.
Apa yang ada di pikiran kamu sekarang? sebuah penggaris? sebuah jangka sorong? sebuah meteran? atau apapun yang memiliki angka bertuliskan 5cm. 

Ternyata cerita dimulai ketika seorang Safran memperkenalkan keempat sahabatnya, Genta, Riani, Ian, dan Arial. Ehem, mata gue tertuju sama Arial terus. Entah kepikiran seseorang. 😀
Oke, lanjut. Mereka bertemu di rumahnya Arial, disini diceritakan kalau Safran jatuh cinta sama adiknya Arial. Dinda namanya. Cerita loncat ke halaman rumah Arial, mereka berterusterang tentang kedekatan mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak berkomunikasi selama 3 bulan. Tidak ada SMS, telpon, email, dan lain sebagainya. Mereka akan diberitahukan acara pertemuan nanti ketika tanggal 7 Agustus.

Mereka pun menjalani hidup tanpa pertemuan. Genta sibuk dengan proyeknya, Riani selalu sedih karena ia sebenarnya tak rela, Arial yang selalu nge-gym untuk mendapatkan perempuan idamannya, Ian yang berhadapan dengan Pak Sukonto Legowo (jangan disambung) untuk menyelesaikan skripsinya, dan Safran yang sibuk mengejar Dinda.

Waktu 3 bulan berhasil mereka lewati. Kelima sahabat itu berjanji untuk bertemu di Stasiun Pasar Senen untuk memulai perjalanan. Arial membawa Dinda dalam perjalanan itu. Safran pun senang bukan main. Ia semakin perhatian dengan Dinda. Terbukti ketika mereka bangun pagi, Dinda diajak merasakan angin dari jendela kereta.

Akhirnya mereka tiba di Stasiun Malang. Genta langsung menyewa jip menuju Ranupane. (Ingatan saya langsung melayang ke novel Tahta Mahameru). Di dalam jip mereka meneriakkan beberapa kata masing-masing.

Tangan dan kaki yang lebih banyak bergerak dari biasanya
Hati yang bekerja lebih keras dari biasanya
Mulut yang berdoa setiap saat
(ini hanya beberapa kalimat, sebenernya masih panjang, tapi saya udah lupa… ) hehehe

Mereka tiba di Ranupane malam hari dan membangun tenda disana. Ian digambarkan sedang melihat skripsinya dan termenung. Entah kenapa Ian digambarkan seperti ini, terlihat ia gundah dan akan mendapatkan firasat. Tapi, nanti akan terbukti ketika film sudah mencapai klimaks.

Keesokan pagi, mereka berangkat menuju Mahameru. Perjalanan berat namun pemandangan disana sangat cantik. Seakan penonton ikut merasakan keindahan Gunung Semeru. Saya benar-benar penasaran dengan Ranu Kumbolo, sebuah danau yang saya kenal ketika membaca buku Tahta Mahameru. Danau yang saya hafal bagaimana penggambarannya. Dan saya melihatnya secara visual dan penggambaran di novel tersebut sama persis dengan yang saya lihat di film.

Mereka pun terus bergerak. Yang lucu ketika Ian dan Safran mendapati sebuah mitos. Jika ada yang mendaki Tanjakan Cinta tanpa menoleh kebelakang, maka cintanya akan berhasil. Mereka berdua sudah sekuat tenaga menuju puncak dan tiba-tiba Genta memanggil. Serentak, mereka berdua menoleh kebelakang. Hahaha.

Mereka tiba di Kalimati, semakin dekat dengan Mahameru. Disini abu vulkanik semakin banyak. Tanda bahwa Gunung Semeru masih aktif. Mereka terus melanjutkan perjalanan hingga di Arcopodo. Disana mereka membangun camp dan beristirahat untuk mendaki lagi pada pukul 2.00 dini hari.

Pukul 2.00 mereka bangun dan bergegas tanpa membawa carrier. Menuju puncak Mahameru, dibutuhkan keseimbangan. Karena medan yang berpasir dan rawan longsor, para pendaki tidak pernah membawa carrier mereka ke puncak. Ketika menuju puncak, Arial sempat hipotermia. Ia kedinginan, namun ia kuat dan berdiri lagi setelah mendapat suntikan semangat dari teman-temannya.

Yang seru pas mereka sudah hampir sampai puncak. Sunrise muncul. Subhanallah. Visual yang dihasilkan keren banget. Seakan awan adalah ombak di lautan. Menerjang pantai. Saya pun terpana dan tak bernafas. Keinginan saya untuk mendaki semakin kuat. Tapi bukan saat ini. Saya harus mempersiapkannya secara matang.

Tiba-tiba terdengar teriakan dari atas “Batu,batu,batu”, Genta panik. Ia sempat melindungi dirinya. Namun naas bagi Dinda dan Ian, mereka berdua terkena batu yang jatuh dari atas. Dinda luka di telinganya. Sedangkan Ian terluka dikepalanya. Ia tak sadarkan diri. Semuanya panik. Genta mencoba mengembalikan Ian, namun gagal. Ia membuat pernafasan buatan. Gagal. Safran yang sudah menangis pun berteriak di depan Ian, tiba-tiba Ian tersedak. Semuanya kembali senang.

Sedikit lagi mereka sampai di puncak. Dan tepat tanggal 17 Agustus, mereka ikut mengibarkan sang Saka Merah Putih di Mahameru. Puncak para dewa. Ah, saya ingin kesana. Sampai disana cerita yang
seru. Sisanya soal cinta-cintaan. Ternyata Riani bukan jatuh cinta sama Genta, tapi sama Safran. Dan Genta yang patah hati dekat dengan Dinda. Sedangkan Ian yang gemar dengan Happy Salma, akhirnya bisa menikah dengannya. Arial menikah dengan gadis yang ia temui di gym. Sedangkan Safran menikah dengan Riani. Akhir yang bahagia

Untuk keseluruhan film ini laik ditonton oleh remaja. Ceritanya ga terlalu berat dan sarat nilai persahabatan. Tapi kalau baca novelnya lebih mantap lagi. 😀

#dibuat di kamar ketika mati lampu
4:33 Pagi, Rabu 9 Januari 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *