Persiapan Seleksi Wawancara, LGD dan Esai LPDP (1)

keluarga Perwakilan 62-69 Love them 😉

SELAMAT!!

Selamat buat teman-teman yang telah lulus dalam tahap seleksi berkas beasiswa LPDP. Nah, sekarang kalian harus mempersiapkan diri untuk lolos di tahap selanjutnya. Saya akan mencoba memberikan sedikit gambaran tentang seleksi kedua ini. 
Seleksi kedua terdiri dari tiga tahapan yaitu wawancara bersama reviewer LPDP, Leaderless Group Discussion (LGD) dan Essay on The Spot. Ketiga tahap ini memiliki bobot yang berbeda setiap item nya. Dari 100 %, sesi wawancara bersama reviewer memiliki nilai yang lebih tinggi daripada dua sesi lainnya. Saya akan mulai menjelaskan sesi wawancara terlebih dahulu ya. 


Dalam wawancara, para reviewer memiliki passing grade yang harus dilalui oleh peserta. Ada tiga jenis passing grade berdasarkan bidang yang akan diambil oleh calon awardee (bisa minta informasi dari http://e-ppid.kemenkeu.go.id.), yaitu :

Prioritas Pertama : meliputi bidang teknik, sains, pertanian, kelautan, perikanan, dan kedokteran/kesehatan dengan passing grade: 1400.

Prioritas Kedua : meliputi keilmuan, pendidikan, akutansi/keuangan, dan agama dengan passing grade: 1500.

Prioritas Ketiga : meliputi bidang keilmuan ekonomi, sosial, budaya/bahasa, dan bidang lainnya dengan passing grade: 1600.

 

Wawancara bersama reviewer sangat menentukan posisi kamu untuk lulus atau tidak. Porsi wawancara harus kamu gunakan sebaik mungkin. Yakinkan reviewer bahwa kamu layak untuk menjadi awardee LPDP. 
Dalam tahap ini, kita akan dipertemukan dengan tiga orang reviewer. 2 orang ahli (biasanya dosen) dan 1 orang yang paham psikologi. Jadi biasanya dua orang ahli akan memancing kita untuk menjawab pertanyaan, sedangkan psikolog memperhatikan cara bicara kita dan cara kita menjelaskan sesuatu. So guys, watch your attitude. Untuk apa pintar namun sombong? Karena ada kejadian peserta wawancara yang tidak direkomendasikan oleh reviewer walaupun nilai yang didapatkan sudah mencapai batas minimal. 
Pertama-tama kamu harus memperkenalkan diri dengan baik. First impression kadang penting bagi beberapa orang. jadi bangun image diri kamu di hadapan reviewer. Saya adalah penganut garis keras kalimat “Don’t judge the book by the cover”. Namun apa salahnya pakai pakaian yang sopan, pakai sepatu untuk sekali saja. Haha. Biasanya saya menggunakan kerudung putih kusam, kali itu saya menggunakan kerudung biru punya Arabia. Thank you Ara. 
Oia, jika kamu mengambil jurusan Luar Negeri, maka secara otomatis wawancara akan dilaksanakan menggunakan bahasa inggris. jika mengambil Dalam Negeri, maka kalian akan diwawancara menggunakan bahasa Indonesia. 
Reviewer akan mempersilakan kita untuk memperkenalkan diri. Perkenalan singkat ini mencakup nama lengkap, nama panggilan, asal kampus, dan tujuan kampus. Kalian bisa improvisasi di bagian perkenalan ini. 
Setelah itu biasanya reviewer akan memperkenalkan diri mereka masing-masing. Usahakan tatapan mata kalian tetap fokus kepada mereka bertiga. Jangan hanya ke satu orang saja. Ini penting. Eye contact
bisa membuat kita terlihat percaya diri. Namun jangan over confident. 
Reviewer akan mulai dengan pertanyaan-pertanyaan dari esai yang kamu tuliskan. Entah itu mulai dari esai rencana studi atau bahkan masa lalu kamu berdasarkan esai kontribusi terbesar kamu. Reviewer sudah membaca esai kita sebelum mereka mewawancarai. Jadi ada beberapa pertanyaan yang mempertegas esai. Malah reviewer menanyakan hal-hal yang remeh temeh, misalnya saja : “Apakah sudah punya pacar? Kalau nanti ke Kanada, apakah mau menikah dulu? Hafal lagu Indonesia Raya? Apa sila keempat? Siapa nama Direktur Utama LPDP? Dll”. Pertanyaan-pertanyaan yang tidak terduga sering muncul di dalam wawancara. 
Saya sarankan untuk menghafalkan Ikrar dan Mars LPDP, nilai-nilai LPDP, struktur LPDP, visi dan misi LPDP. Gak ada ruginya juga sih. Karena kalau kalian diterima menjadi salah satu Awardee LPDP, kalian adalah Duta LPDP dimana pun kalian berada. Jadi, itung-itung nyicil dari sekarang. Heheh. 
Biasanya wawancara akan berlangsung sekitar 30 menit. Namun jika perbincangan kalian bersama reviewer sangat seru, bisa jadi menghabiskan waktu sekitar 40 menit. Saya contohnya. Haha. Karena dari tiga reviewer, dua diantaranya sangat tertarik dengan rencana thesis saya karena mereka baru mendengarnya. Namun reviewer lainnya terus membantah dan membuat diskusi panas. Kami bukan hanya bicara soal rencana tesis, namun lebih kepada inovasi apa yang bisa dihasilkan di tahun kedepan. Pengetahuan saya tentang garis batas kepulauan, kebijakan perikanan, dan isu-isu alat tangkap juga dijadikan topik diskusi. Beberapa kali saya sempat merasa terpojok, tapi akhirnya saya berhasil keluar dari jebakan. Jadi guys, pelajari baik-baik isu-isu terhangat dalam bidang yang kalian akan geluti. Jika tidak tahu, lebih baik jujur, daripada pura-pura tau eh malah jadi jebakan. Heheh.
  1. Jadi dirimu sendiri dan jujurlah dengan kontribusi yang akan kamu lakukan. Ini poin paling penting menurut saya. Dengan menjadi diri kamu sendiri, reviewer akan tau sejauh mana kemampuan kamu. Penilaian reviewer sangat objektif. Mereka akan berusaha menggali sejauh mana kamu paham dengan kontribusi yang akan kamu lakukan di masa depan 
  2. Pelajari esai-esai yang telah kamu kirimkan. Esai Kontribusiku Kepada Indonesia dan Sukses Terbesar Dalam Hidupku kadang menjadi pertanyaan bagi reviewer. Mereka akan mempertanyakan kenapa kesuksesan itu sangat besar bagi kamu.  Saya tidak terlalu banyak mendapatkan pertanyaan tentang ini. Hanya tentang membagi waktu antara organisasi dan waktu kuliah. Karena saya kuliah hingga 5 tahun 3 bulan. ini menjadi salah satu pertanyaan reviewer. Hihi.
  3. Pelajari rencana studi dan calon tesis mu. Reviewer sangat tertarik dengan ide tesis saya, karena itu mereka sangat menggali ide tesis ini. Sejauh mana ide ini bisa diimplementasikan di Indonesia di masa depan. Mereka juga menambahkan beberapa hal. Apalagi salah satu reviewer ternyata sangat ahli dalam dunia perikanan.
  4. Usahakan punya LoA. Letter of Acceptance sebenarnya tidak wajib untuk mendaftar LPDP, namun LoA menjadi salah satu bagian penting. Karena reviewer selalu mempertanyakan kesanggupan saya untuk mendapatkan LoA. Tapi yang perlu diingat, banyak peserta yang sudah mendapatkan LoA namun tetap tidak diterima beasiswa.
  5. Perhatikan atittude kalian selama wawancara. Attitude menjadi aspek penting dalam tahap ini. Karena reviewer bisa melihat bagaimana kepribadian kita dalam menghadapi tekanan sedemikian rupa. Jika gugup, usahakan untuk tetap tersenyum. It works for me.

Saya akan menuliskan tahap kedua yaitu LGD dan Essay on The Spot. Stay tune.. 😀
silakan baca postingan lain terkait LPDP : Kisah adlien untuk menjadi awardee lpdp
Ditulis di Sekretariat ISKINDO
Jalan Rancho Indah Dalam No 69A
17:32 WIB 2 Mei 2016
Selamat Hari Pendidikan Nasional
Sambil denger lagu Float – Pulang

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *