Setiap yang datang pasti akan pergi


Mungkin pepatah itulah yang paling tepat menggambarkan apa yang terjadi di dalam kehidupan kita. Datang dan pergi adalah sebuah antonim dalam kehidupan. Ketika kita mendapatkan sesuatu entah itu teman, barang atau cinta, suatu saat akan hilang. 
Hal inilah yang berlaku pada periode kehidupanku. Kehidupan di dunia kampus. Ketika saya mulai pada tahun 2008, saya meyakini bahwa saya akan pergi dari kehidupan kampus ini. Digantikan oleh orang-orang baru dan wajah-wajah baru yang ingin menuntut ilmu yang lebih baik. 
Sama juga dengan kehidupan di Penerbitan Kampus Identitas, membuat saya yakin bahwa roda kehidupan terus berputar. Tak kenal lelah, waktu terus mengubah semua yang kita cintai. Persahabatan yang dibangun atas cinta, kerjasama dan kepedulian membuat kami saling terikat. Tapi, kembali waktu menunjukkan kedigdayaannya. Ia lebih senang memisahkan kami. Agar kami saling menguatkan dari jauh dan saling mengingatkan tentang MASA DEPAN dan IMPIAN.
Tahun lalu, kami harus melepaskan Hery S Pasaribu untuk merantau ke pelosok daerah. Mencari nafkah hingga daerah Mamasa. Kemudian kami merelakan Fadli Mustamin ke Jakarta, mengadu nasib di sebuah perusahaan Jepang. Dua sahabat kami yang lebih dulu meninggalkan dunia kampus dan menyongsong masa depan. 
Saat ini, kami harus mengantar kepergian salah satu sahabat kami ke Semarang untuk menuntut ilmu ke Universitas Diponegero (18/08). Mifda Hilmiyah, menjadi mahasiswa magister di jurusan Komunikasi. Ia pun mencoba peruntungan hidup di tanah babad Jawa, ia pergi mengejar cita-cita. Kami sedih bukan kepalang, tapi seperti pepatah yang pernah katakan “Setiap yang datang, pasti akan pergi”.
Minggu depan, kembali kami akan mengantar salah satu sahabat terbaik kami, Ummul Masir untuk menimba ilmu ke Institut Pertanian Bogor. Ia mendapatkan beasiswa pasca sarjana jurusan Biologi Reproduksi. Kami akan sangat kehilangan, waktu-waktu yang selalu kita isi dengan tawa akan hilang sejenak. Waktu saling bercanda dan berbagi tangis akan terhenti sementara. 
Tapi yang harus kamu tau, kawan. Kamu punya aku, aku punya kamu… selamanya akan begitu…

#didedikasikan untuk saudara-saudara MUFRIDAH. 😀
Untuk Hasdinar, Satriani Muliyadi dan Ilham A Muhammad jangan ragu untuk kejar passion dan cita-cita. Kita harus bisa sehebat mereka..

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *