Televisi dan Segala Keburukannya

Saya adalah manusia biasa yang membenci televisi. Kotak kaca yang digemari itu tak menarik perhatianku akhir-akhir ini. Saya lebih memilih untuk mematikannya dan mengabaikannya. Saya sudah tak sudi melihat acara tv yang semakin parah. 
Tontonan yang tak bermutu menghiasi layar kaca. Entah itu acara musik yang ga jelas juntrungnnya. Sinetron yang membawa nama agama tapi melakukan hal yang tercela. Atau drama kolosal yang semakin aneh saja di dalam setiap aksinya. 
Hhhh. Sampai kapan saya harus disodorkan oleh tontonan yang tak bermutu seperti ini? Kasian anak-anak bangsa jika selalu diajarkan kehidupan yang begitu melulu. Cinta bertepuk sebelah tangan, orang miskin yang nikah sama orang kaya, pacaran terus hamil diluar nikah, atau orang yang sudah naik haji lima kali!! Oh no! Anak-anak yang beranjak remaja mulai mencoba pegangan tangan, ciuman hingga melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Ini karena apa?? Karena tontonan di televisi yang tak layak untuk mereka konsumsi.
Coba saja tengok program televisi yang mengajarkan cinta sesaat. Semua berakhir hanya jenjang pacaran, tak ada yang sampai menikah. Ketika mereka pacaran, mereka diajarkan bahwa sudah halal hukumnya untuk berduaan, berciuman dan melakukan hubungan seks. Hikz. Sedih banget.. Karena itu jangan heran ada kasus pelajar yang berhubungan badan dengan pacarnya dan ditonton oleh teman sekolahnya! Atau pelajar yang tertangkap sedang mesum di dalam warnet. Gila! 
Acara televisi yang semakin buruk menandakan selera orang semakin buruk. Kalau rating sinetron yang sudah ber-ratus-ratus episode yang tak usai itu terus naik, artinya semakin banyak orang yang ingin dibodohi. Hmmm. Saya ingin acara tv berkualitas, bukan abal-abal. Saya jenuh dengan acara televisi yang tak punya inovasi. 
Kapan ya saya punya acara televisi yang keren dan bisa dijadikan panutan???
Warkop, 14 November 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *