Menengok Badai dari Mercusuar Jaga Utara di Sebira

badai mulai menyerang   ONDER DE REGERING VAN Z.M. WILLEM III, KONING DER NEDERLANDER, ENZ., ENZ., ENZ., OPGERICHT VOOR DRAAILICHT, 1869. Tulisan tersebut terpampang di diatas pintu masuk mercusuar ini. Sebuah plat yang terbuat dari baja hitam mengabadikannya. Dibangun pada tahun 1869, mercusuar digunakan untuk memandu kapal-kapal dagang dari berbagai belahan nusantara yang akan berjalan menuju Batavia (Jakarta .red). Karena terletak di ujung utara Jakarta dan ada mercusuar sehingga disebut sebagai Pulau Jaga Utara atau Noordwatcher. Pertama kali menjejak di Pulau Sebira yang tepat berada di Kelurahan P. Harapan, Kecamatan P. […]

Continue Reading

Sebira, Pulau Bugis yang Termakan Zaman

Pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Sebira saya bertanya-tanya, apakah pulau ini sama seperti yang saya temukan di Google. Banyak yang menyematkan sebagai Pulau Bugis karena menurut beberapa website di Pulau Sebira nyaris 90% penduduknya berasal dari Bugis. Saya sudah menyiapkan beberapa kosakata dalam bahasa Bugis agar bisa bertahan disana. Kata-kata seperti Nganreโ€™ , Massipaโ€™ , Tindroโ€™ menjadi kata andalan.ย  *) Menurut situs berita tentang Kepulauan Seribu, Pulau Sebira dipersiapkan menjadi KampungWisata Bugis. Hal ini dikarenakan banyaknya rumah dan penduduk Bugis yang masih asli. Sehingga saya berekpektasi lebih tentang pulau yang […]

Continue Reading