Antara Flores dan Nusa Nipa, Pilih Mana?

Gambar Ilustrasi Pulau Nusa Nipa = Flores

Siapa yang sih yang tidak kenal Flores, sebuah pulau di Nusa Tenggara Timur yang kesohor karena keindahan wisata baharinya. Pantai berpasir putih dan air laut yang jernih nan tenang memanjakan mata siapa yang datang singgah di pulau ini. Komodo yang dipercaya sebagai keturunan dari hewan-hewan purba pun hanya tinggal di pulau ini. 

Tapi, siapa yang tau jika dulunya Flores bernama Nusa Nipa? Pulau yang dinamakan Flores oleh orang Portugis, S.M Cabot untuk menamai wilayah paling timur di Pulau Flores, sebuah tanjung yang berbentuk bunga. Ia pun menamai pulau ini “Cabo de Flores” yang berarti “Tanjung Bunga”. Nama ini pun diresmikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Hendrik Brouwer pada tahun 1636. 
Saya mengetahui hal ini ketika saya mengunjungi Museum Blikon Blewut, yang terletak di daerah Ledalero, Kab. Sikka. Museum yang sudah berdiri sejak 1949, menjadi salah satu tujuan para wisatawan dari Eropa. Karena museum ini menyimpan sejarah transformasi manusia Floresniensis menjadi Homo Sapiens. Sebuah museum yang menjadi pengingat bahwa Pulau Flores bernama Pulau Nusa Nipa pada zaman dahulu. 
Keindahan Pantai Koka

Arti kata Nusa Nipa pun adalah Pulau Ular, menurut Pak Endi, penjaga Museum Blikon Blewut ada tiga hal kenapa dinamakan Nusa Nipa. Pertama, bentuk pulau Flores seperti ular yang memanjang. Kedua, pulau ini menjadi habitat asli ular, sehingga banyak ular yang tinggal di pulau ini. Ketiga, adanya kepercayaan penduduk terhadap ular. Banyak yang percaya bahwa ular merupakan nenek moyang masyarakat Nusa Nipa.  Karena itu, jika ada ular di sawah ketika sedang menanam, dipercaya panen akan melimpah dan banyak. Selain itu jika ada ular di rumah, tidak boleh diusir dan lain sebagainya. Masih banyak yang percaya untuk menghormati ular yang hadir di sekitar masyarakat. 

Pulau Nusa Nipa ini pun juga pernah masuk dalam daerah jajahan Majapahit pada awal abad ke-12. Karena itulah jangan heran jika ada nama Jawa di antara nama Flores. Karena masih ada orang yang menghormati sejarah Majapahit disini. Selain itu penamaan Jagung di dalam bahasa asli adalah Ajawa’ atau Aja’. Hal ini dikarenakan jagung pertama kali diperkenalkan oleh orang Jawa ketika Majapahit berkuasa di Flores. 
Selain itu, menurut Pak Endi, banyak orang-orang di kampung-kampung yang masih memiliki keris warisan turun temurun dari keluarganya. Keris-keris yang dibawa dari Jawa ketika zaman Majapahit. Karenanya, Flores pernah disebut dalam Kitab Negarakertagama yang terkenal. 
Namun sampai saat ini, orang lebih mengenal kata Flores dibandingkan Nusa Nipa. Namun, saat ini untuk mengenang kata Nusa Nipa ada sebuah universitas swasta di Kota Maumere yang bernama Universitas Nusa Nipa.
ditulis di Cafe sebelah Gramedia Maumere
23 Mei 2014 11:57 AM
sambil minum cappucino dan menikmati wifi yang sangat lambat nan lelet. 

Narsis! 😀

Narsis di Pantai dekat Sea World Hotel

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *