Balapan Bersama ‘Alien’ Susuri Sungai Progo


Ternyata kami akan bertahan lebih lama di Magelang. Setelah saya pamit dengan Pak Kirno, rombongan #FamtripJateng mulai bergerak menuju Kota Magelang. Kami akan menginap di Hotel Puri Asri yang terletak di Jl. Cempaka No. 9, Kemirirejo, Magelang Tengah
. Perjalanan dari Desa Candirejo menuju Hotel Puri Asri sekitar 1 jam karena di perjalanan kami bertemu dengan rombongan parade yang akan memeriahkan parade HUT 66 Jawa Tengah di Alun-alun Magelang.
Kami pun tiba di Hotel Puri Asri sekitar pukul 10.00 WIB, matahari mulai menyengat panas. Tapi kegembiraan tak bisa dihapus, karena siang ini adalah jadwal kami untuk Rafting di Sungai Progo. Ini adalah kali kedua saya rafting. Pertama kali saya melakukannya di Pangalengan, Bandung bulan Juni lalu bersama teman-teman PK-69. Dan rafting kali ini terlihat lebih menantang, karena kita akan menyusuri Sungai Progo sepanjang 9,8 km. Perjalanan ini akan ditempuh selama kurang lebih 2 jam. Menurut website, harga arung jeram di Hotel Puri Asri adalah Rp. 175.000 per orang. Tapi itu tidak termasuk dengan foto-foto yang bisa kamu bayar ketika selesai bermain air. 
tim 4
Setelah berganti pakaian, kami segera dibagi ke dalam 4 kelompok. Saya bergabung dengan Irzal, Wulan, Derus, dan Ibu Andre dengan pendamping Mas Grompong. Kami mendapatkan instruksi singkat mengenai cara mendayung yang baik dan benar, selain itu kami juga dibekali kemampuan untuk menyelamatkan teman yang terjatuh ke dalam air. Menurut Mas Mukhlis, salah satu instruktur profesional, jika terjatuh ke air berusahalah untuk tidak panik. Kemudian membalikkan diri ke posisi telentang, jangan tengkurap. Karena hal ini menyulitkan teman-teman yang lain untuk menyelamatkan anda. Penjelasan singkat pun selesai dan diakhiri dengan berdoa bersama. Kita tidak pernah tau bagaimana keadaan alam, berdoa dan pasrah adalah cara manusia menundukkan diri kepada Tuhan. 
Kami segera berpose di depan perahu karet kami. Mas Grompong yang berkulit agak gelap mulai membagi posisi duduk kami. Tiga orang di bagian depan, termasuk saya dan dua orang di bagian belakang. Awalnya kami masih canggung untuk saling mendayung, karena seringkali dayung kami terbentur satu sama lain. Sehingga kami ketinggalan jauh dari tim yang lain. Belum lagi Irzal, yang suka bermain go pro daripada mendayung, sehingga kapal kami beberapa kali terbentur batu. Hingga akhirnya sebelum memasuki jeram pertama kami bertemu rombongan yang lain. Disitulah tragedi pertemuan pertama kami dengan “alien”. 
“Alien” yang kami temui menggunakan life jacket dan kapal seperti kami. Mereka juga memegang dayung masing-masing. 3 diantaranya menggunakan kacamata hitam. Namun kapal mereka bertuliskan nama penyewaan rafting yang berbeda. Awalnya kami hanya menyiram teman-teman #FamtripJateng yang berada di kapal lain. Namun secara tidak sengaja, kami juga menyiram air ke muka para “alien” tersebut. Jadilah kami saling melempar air. Kami disibukkan dengan pertempuran air daripada mendayung. Sehingga beberapa kali kapal kami karam di bebatuan. Parahnya perahu “alien” tersebut bukannya membantu tapi malah menumpang kepada kami. Untuk melepaskan cengkraman “alien” kami menggunakan semburan air berkali-kali. 
“peace” selalu jadi bagian dari gaya foto saya. hahah
Perjalanan di Sungai Progo sangat menantang, karena memiliki 6 jeram yang berbeda. Jeram pertama disebut sebagai Jeram Welcome atau selamat datang. Karena inilah jeram pertama yang dilalui. Tak lama kemudian kami kembali bertemu dengan jeram S, dinamakan demikian karena bentuknya seperti huruf S. Mas Grompong menjelaskan dengan detail apa saja nama jeram yang bisa kita temui selama perjalanan nanti. Setelah S, kita akan menemui jeram Little Budil, Ace dan Rodeo. Ketika di jeram Ace, kita sempat terhenti akibat kapal kandas diantara bebatuan kali. Butuh waktu yang cukup lama hingga kapal kami bisa kembali berlayar. 
Sungai Progo merupakan limpahan air dari Gunung Sumbing yang terletak tidak terlalu jauh. Menurut Mas Grompong, kami datang di saat debit air sedang tidak terlalu tinggi. Mungkin karena saat ini sedang memasuki musim kemarau. Tapi ada beberapa kekecewaan ketika saya rafting di Sungai Progo. Di beberapa titik saya meihat tumpukan sampah yang dibuang oleh masyarakat langsung ke sungai. Padahal sungai ini memiliki potensi, sangat disayangkan. Kesadaran masyarakat masih sangat minim atau pemerintah tidak menyediakan pembuangan sampah yang memadai. Butuh perbaikan individu dan didukung oleh infrastruktut yang baik agar sampah tidak menjadi masalah lagi. 
Setelah 2 jam, akhirnya kami tiba di titik akhir jalur Sungai Progo. Di darat, kami disediakan kepala muda dan kue getuk. Cukup untuk meredakan haus dan sedikit lapar. Kami melihat “alien” naik ke darat di titik yang berbeda dengan lokasi #FamtripJateng. Padahal pengen minta maaf karena sudah berantem dan menganggap mereka sebagai “alien”. 😀
Tapi rasanya perjalanan ini akan kurang seru jika tidak memiliki musuh bersama,
seperti para “alien” itu. Terima kasih atas perjalanannya yang menyenangkan, “alien”.. 😀
Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah 
tim lengkap #FamtripJateng #Bloggerhore
tim4 yang penuh drama. hahaha


Baca juga tulisan geng #bloggerhore yang ikut dalam kegiatan #FamtripJateng pada tanggal 27-29 Agustus 2016 . Perjalanan ini disponsori oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. 

1. Danang :   Senja di Candi Plaosan

 


Ditulis di ISKINDO

Kamis, 1 September 2016 23:53 WIB
Sambil denger lagu Rise milik Katy Perry

You may also like

8 Comments

  1. sudah empat atau lima kali aku rafting disini, tapi kemarin itu paling seru! teman-temannya gila semua! gpp dianggap alien, ikhlas :p

  2. hahaha. trnyata teman perjalanan itu mempengaruhi sebuah perjalanan. Jangan salah pilih teman hidup eh maksudnya teman perjalanan. hahaha

  3. Ak juga baru tahun ini ngerasain rafting, habisnya rafting kan mahal. hahah. cari rafting gratisan aja kak. hahah. #mukagretongan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *