Belanja di Toko Barang Bekas Belanda

Berbelanja barang bekas bukanlah hal yang tabu bagi masyarakat di Belanda. Karena mereka sadar masih banyak barang bekas yang sangat layak pakai.

Perkenalan saya dengan toko barang bekas di Wageningen adalah Kringloop. Kringloop merupakan toko barang layak pakai di Belanda, bahkan saya pernah melihat toko Kringloop di Bremen, Jerman. “Kringloop” sendiri artinya Cycle atau lingkaran. Jadi barang-barang yang dijual disini adalah barang yang pernah digunakan oleh orang lain.

Barang yang bisa kita temukan disini mulai dari barang fashion seperti jaket dingin, tas tangan, topi, ikat pinggang, dan lain sebagainya. Tak hanya itu, barang-barang antik seperti gelas, teko, kartu pos, CD, buku, atau bahwa uang kuno pun ada di Kringloop. Selain itu toko ini juga menyediakan peralatan rumah tangga seperti mesin cuci, tempat tidur, radio, televisi, hingga lukisan.

Barang bagus, harga murah

Barang-barang yang dijual di toko ini masih sangat bagus. Sehingga cocok bagi mahasiswa pas-pasan yang hanya tinggal selama 2 tahun di Belanda. Karena barang-barang yang dijual disini masih sangat bagus.

Saya dapat jaket untuk musim semi hanya dengan harga 4 euro. Padahal kalau beli di toko gak mungkin dapat jaket seperti ini dengan harga miring😂. Saya juga dapat pembakar yang saya gunakan selama musim panas hanya dengan harga 2 euro. Tak lupa pula dengan tiga pajangan ayam seharga 2 euro.

Saya paling suka belanja barang-barang kecil di Kringloop seperti baju, permainan, alat berkebun dan juga barang antik. Selain Kringloop masih ada 4 toko barang bekas di Wageningen. Hal ini membuat ragam pilihan yang bisa dipilih oleh pembeli. Asik bukan?

Pertukaran Barang Bekas di Online

Oia, di Wageningen pun ada juga grup Facebook namanya Wageningen Student Plaza, disini para mahasiswa menjual barang-barang yang telah dipakai dengan harga miring. Saya banyak membeli barang di grup FB ini. Heheh. Nah tak kalah seru adalah grup FB yang bernama Weggeefhoek Wageningen yang isinya tentang barang bekas yang masih bisa dipakai.

Motto dari grup ini adalah : heb je iets weg te geven of wil je graag iets krijgen? atau bisa ditranslate menjadi : do you have something to give away or do you want something?. Dengan motto seperti itu, semua penghuni grup bisa memposting sesuatu yang mereka tak inginkan lagi ataupun menginginkan sesuatu. Dan semua diberikan secara GRATIS! Kalian tinggal menghubungi sang pemilik iklan dan janjian di suatu tempat yang telah disepakati. Gampang banget!

Kenapa orang di Belanda suka barang bekas?

Pertanyaan yang suka muncul di dalam kepala saya adalah “Kenapa orang di Belanda suka barang bekas pakai, padahal mereka bisa beli yang baru?”.

Jadi saya pun bertanya ke teman-teman. Ada beberapa alasan kenapa mereka menggunakan barang bekas, pertama konsep reuse ini sangat sustainable atau ramah lingkungan. Salah seorang teman mengatakan, berapa banyak hutan alami ditebang kemudian diubah menjadi ladang kapuk sebagai bahan utama industri textile. Sehingga membuat industri pakaian menjadi salah satu faktor yang membuat kerusakan lingkungan.

Selain itu menggunakan barang yang masih layak pakai mengurangi emisi gas ke atmosfer. Kenapa? Karena dengan menggunakan barang bekas pakai, kita memperpanjang umur barang tanpa harus membuat barang baru.

Konsep Kringloop saat ini sudah diadopsi oleh beberapa negara lainnya di Eropa. Di Indonesia sendiri juga ada pasar barang bekas, tapi lebih kepada pakaian layak pakai di Pasar Poncol. Saya beberapa kali kesana untuk membeli jeans dan jaket seharga 5 ribu rupiah. Haha. Jaket winter yang saya bawa dari Pasar Poncol pun hanya dibanderol 20 ribu rupiah.

Pasar Barang di Kings Day atau Koningsdag

Selain di toko, masyarakat Belanda memiliki acara tahunan untuk menjual barang bekas layak pakai di rumah mereka. Pada saat Kings Day atau Koningsdag, mereka akan membuka lapak di taman kota. Acara ini sudah turun temurun dilakukan di Belanda.

Biasanya barang yang mereka jual masih bagus namun sudah tak ingin mereka gunakan lagi. Misalnya punya anak kecil kemudian sudah besar, barang-barang inilah yang mereka jual. Selain itu barang-barang lain yang tak mereka gunakan lagi. Kalau lagi beruntung, kalian bisa dapatkan barang antik keren hanya dengan harga 1 euro.

Kenapa harus malu pakai barang bekas?

Setelah melihat gaya hidup di Belanda, saya jadi membandingkan dengan gaya hidup millenials di negara berkembang. Hampir semua online shop menawarkan kemudahan untuk membeli barang dengan mudah dan murah.

Sehingga kita dimanjakan dengan fasilitas tanpa melihat dampak yang dihasilkan jika membeli barang secara terus menerus. Produksi barang-barang akan terus menghabiskan sumber daya, sedangkan sampah hasil dari penggunaan barang terus bertumpuk.

Mari sejenak kita berpikir tentang bumi yang semakin tua saja. Semakin hancur karena ulah manusia. Sekiranya masih bisa digunakan, jangan pernah berpikir untuk membeli baru atau menambah yang baru. Yuk, gunakan barang bekas layak pakai. Banyak website di Indonesia yang menyediakan barang-barang bekas tapi masih layak.

 

ditulis di perjalanan menuju Walwijk dan diselesaikan di Bennekom

13:04 CEST Sunday, 14 – 15 October2018

sambil mendengarkan lagu Wake me up When September Ends – Green Day

You may also like

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.