berani dalam menulis

pagi ini saya habis membaca blog Mas Andreas Harsono.
judulnya sangat menggugahku sebagai “seekor” jurnalis kampus. walau masih dalam tahap belajar menjadi jurnalis tapi artikel ini sangat menohokku. 
menurut Mas Andreas, seorang jurnalis harus menguasai isu yang ditulis, jangan membebek tulisan orang lain, tulislah masalah sehari-hari, dan haruslah buat riset. (yang paling penting BERANI)
poin inilah yang belum aku lakukan sebagai jurnalis. mungkin aku baru mencoba mencari tahu dengan metode wawancara tapi aku rasa itu belum cukup. 
kenapa aku bisa bilang itu? karena dengan wawancara aku belum tahu siapa yang berbicara realitas atau tidak. karena mulut bisa berbohong. tapi realitas tidak bisa berdusta. 
keberanian juga ditekankan oleh Mas Andreas didalam blognya. karena intervensi dari petinggi-petinggi masih menjadi momok menakutkan bagi banyak jurnalis.
insyaAllah mulai sekarang aku mau menjadi jurnalis kampus yang bisa tahu isu masalah dan berani dalam mengungkap masalah..
amien….

Pramoedya Ananta Toer dalam Khotbah dari Jalan Hidup mengatakan, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *