Bumi Semakin Kerontang, Hutan Sering Ditebang

Sebelum memulai membaca tulisan ini, berikan waktu 4 menit untuk mengetahui apa yang terjadi di bumi saat ini. Sebuah video yang bisa memberikan gambaran tentang apa yang sebenarnya terjadi..

Bagaimana perasaan anda setelah melihat video tersebut? Apakah sering merasakan bahwa akhir-akhir ini bumi semakin panas? Hujan seringkali disertai badai? Permukaan air laut yang meningkat sehingga menimbulkan abrasi?

Itu tanda-tanda perubahan iklim. Saat ini tercatat, bumi sudah mengalami kenaikan suhu 1 derajat celcius. Seperti yang telah disampaikan di dalam video, kenaikan suhu ini merubah banyak hal.

Darimana panas bumi? Karena penggunaan sumber-sumber bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara melepas karbon dioksida dan emisi gas lain dalam jumlah besar yang kemudian tertahan di lapisan atmosfer. Endapan tersebut memerangkap panas dari cahaya matahari, sehingga akhirnya suhu bumi meningkat.

Pemanasan global menyebabkan berbagai kerusakan lingkungan, mulai dari mencairnya lapisan es kutub Bumi, kenaikan permukaan laut, perubahan pola presipitasi—siklus air—, hingga perubahan cuaca ekstrem. Jika terus dibiarkan, ada kemungkinan suhu bumi naik 4 derajat celsius. Menurut banyak proyeksi, suhu bumi naik dua derajat celcius pada 2100. Bila benar terjadi, permukaan air laut akan naik dan lebih luas merendam daratan. Jakarta, New York, dan Shanghai, merupakan kota-kota yang terancam tenggelam jika bumi semakin panas. Kemungkinan besar Indonesia akan lebih kecil daripada yang kita lihat saat ini. Karena Indonesia terdiri dari 17.504 pulau-pulau, bayangkan jika terjadi kenaikan permukaan air laut. Hampir sebagian besar pulau-pulau akan tenggelam, bahkan hilang.

pemotongan kayu di Pulau Buru

Betapa mengerikan proyeksi yang ditampilkan oleh banyak organisasi mengenai masa depan bumi. Hal ini sebenarnya bisa dicegah jika semua orang mulai peduli dengan lingkungan. Salah satunya adalah pengurangan emisi karbon dengan tidak menebang hutan dengan serampangan.

Menurut data Organisasi Protection of Forest and Fauna (ProFauna) Indonesia, hutan Indonesia mengalami deforestasi yang sangat besar. Dimana diperkirakan 70-75 persen dari kayu yang di panen di tebang secara liar. Dari perspektif ekonomi, penebangan liar telah mengurangi pendapatan dan devisa negara. Diperkirakan kerugian negara mencapai 30 trilyun per tahun.

Pohon berperan dalam menyimpan karbondioksida yang kemudian digunakan untuk menghasilkan karbohidrat, lemak dan protein yang membentuk pohon, dalam biologi proses ini disebut fotosintesis. Ketika terjadi deforestasi, banyak pepohonan yang dibakar, ditebang, yang mengakibatkan lepasnya karbondioksida di dalamnya, hal ini menyebabkan tingginya kadar karbondioksida yang ada di atmosfir. Eksploitasi hutan yang terus menerus terjadi, berlangsung sejak dahulu hingga sekarang tanpa dibarengi dengan penanaman kembali, menyebabkan kawasan hutan menjadi rusak. Seperti yang bisa kita lihat pada daerah Kalimantan, Sumatera bahkan Maluku. Penebangan pohon bukan hanya hutan hujan namun juga hutan mangrove (hutan bakau) yang berada di pinggir pantai.

Saat ini pemerintah telah mencoba untuk melakukan moratorium untuk penebangan hutan, tapi toh tetap saja pengurangan hutan setiap harinya semakin memprihatinkan. Maraknya penebangan hutan secara ilegal yang dibacking oleh aparat membuat sulit untuk pemberlakuan moratorium.

Sisa hutan Indonesia hanya 82 juta hektar, jika tak segera memperbaiki hal ini, bisa dipastikan Indonesia akan tenggelam suatu saat nanti. Sesuai dengan proyeksi NASA. Menyedihkan…

penebangan hutan di Pulau Buru, Air Buaya.  sumber : pribadi
sumber : Kak Ishak facebook
sumber : Kak Ishak facebook
sumber : Kak Ishak facebook

tulisan ini adalah salah satu tulisan dari Geng Travel Blogger Indonesia (TBI) dalam rangka Hari Hutan Internasional yang jatuh setiap tanggal 21 Maret. Selamat Hari Hutan! Semoga semakin terjaga..

1. Mas Edy: Hutan Jati Sengsara Berbuah Cinta

2. Rey Maulana: Hutanku Dulu Hutanku Kini

3. Albert Ghana: Suatu Pagi di Hutan Desa Benowo Purworejo

4. Tracy: World Forestry Day 2017: Why I Love Forest and You Should, too! 

5. Parahita: Cerita Hutan dari Tiga Perempuan

6. Liza Fathia: Hutan Wakaf

7. Olive: Keluh Kesah Pepohonan

8. Yofangga: Pleidoi Si Penebang Hutan

9. Titiw: Hutan Itu Berharga. Hutan Itu Indonesia

10. Firsta: International Day Forests Stories Forest

11. Atrasina Adlina : Bumi Semakin Kerontang, Hutan Sering Ditebang

 

ditulis di ISKINDO

21:42 WIB 21 Maret 2017

sambil denger lagu Thnk fr th mmrs – Fall Out Boy

You may also like

19 Comments

  1. Kampungku pernah banjir bandang dlien, dan waktu itu menjadi musibah nasional. Miris memang melihat para pembalak liar dan oknum aparat keamanann yang bersekongkol. Apajadinya negeri ini nanti ya kalo hal ini terus dibiarkan

  2. Yes, apalagi di kalimantan itu, banyak banget hutan yang ditebang. Masak sepanjang dari barat-timur hutan gundul di kanan-kiri. beberapa sisa kebakaran hutan malah.

  3. Rasanya ngilu lihat videonya…mungkin perubahannya tidak drastis terasa ya, tapi membayangkan kalau sampai kondisi Bumi tidak layak lagi dihuni lagi….mau kemana lagi kita? Mars? Hehehehe…seyem!

  4. Sekarang kayu mulai dicegah penggunaannya dengan coding pada greenship building council, mungkin hingga kayu bisa bereproduksi kembali. Tapi doakan supaya orang ingat bahwa ketika ia menggunakan kayu, maka ia harus menenem pohon untuk penggantinya.

  5. Mari Kita Jaga dan Lestarikan Lingkungan dan Alam sekitar kita, untuk Masa Depan Gemilang ……….
    Mari Kita Hijaukan Bumi kita kembali dan Manfaatkan Energi dengan Bijak

  6. wah, saya baru tau tentang coding tersebut. selama ini cuman tau bahwa ada eco-label disetiap kayu, kalau gak salah FSC namanya. Hmm. pelajaran baru nih tentang coding. 🙂 makasii kak.. 🙂

  7. sepertinya pindah ke planet lain menjadi opsi yang saat ini diperbincangkan oleh banyak peneliti kak. tapi semoga gak kejadian deh. heheh

  8. betul. terlalu banyak perusahaan besar yang ikut bermain. ditambah aparat yang memback up kegiatat ilegal tersebut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *